Navigation Menu

featured Slider

Featured Post

Random Post

Pengalaman Tunaikan Zakat Hingga Kemudahannya Di Era Teknologi Digital

Ilustrasi muslim Indonesia
Pengalaman pertama saya menunaikan zakat adalah sebuah rangkaian pengalaman mengenal lebih dalam terkait agama. Bahwa, agama bukanlah bagian dari masalah sosial. Agama adalah sebuah solusi bagi kemanusiaan.

Islam sebagai agama memiliki lima rukun ibadah yang wajib dilaksanakan penganutnya. Diantaranya, sahadat, salat, zakat, puasa, dan haji (bagi yang mampu).


Keempat rukun di atas berkenaan dengan ibadah personal antara penganutnya dengan Sang Pencipta. Hanya satu yang memiliki kaitan langsung dengan isu sosial-kemasyarakatan, yaitu zakat. 

Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia justru menghadapi ketimpangan ekonomi yang sangat besar. 47 persen kekayaan negara terkonsentrasi di tangan satu persen populasinya saja. Artinya, kekayaan tersebut tidak tersebar rata kepada sekitar 280 juta warganya.

Untuk itu, para pemikir bangsa sempat memikirkan masalah ini dan mengajukan kembali rancangan undang-undang terkait zakat yang sempat digagas 50 tahun lalu. 

Terciptanya keadilan sosial salah satunya dengan menghadirkan pemerataan ekonomi kepada segenap warga, dan wadahnya dalam bentuk pengelolaan zakat.

Dalam sebuah cerita terkait rancangan undang-undang zakat di Indonesia, seorang politisi bertanya kepada Didin Hafiduddin (Ketua Umum Badan Amil Zakat periode 2004 – 2015), “Zakat itu bagian dari ibadah, seperti halnya salat dan puasa. Sesuatu yang personal. Kalau dikerjakan dapat pahala; ditinggalkan dapat dosa. Biar saja hal itu jadi urusan Tuhan. Kenapa zakat harus dibuatkan undang-undangnya?

Kira-kira begini jawaban beliau, “Benar bahwa zakat seperti halnya salat dan puasa di bulan Ramadhan. Ada pahala bagi yang mengerjakan, dan dosa bagi yang meninggalkan. Tapi, jika seorang muslim meninggalkan salat dan puasa, hal itu hanya berdampak bagi dirinya sendiri. Sedangkan zakat, jika ditinggalkan tak hanya berdampak pada pribadi, tapi juga pada lingkungan sekitar, seperti kemiskinan, serta problem kemanusiaan dan lingkungan lainnya.

Belajar dari Pengalaman

Perbedaan visi dan misi antara pemerintah saat itu dengan anggota dewan terkait rancangan undang-undang zakat berakhir dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 38 tahun 1999 tentang pengelolan zakat. Buah karya ini menjadi kenangan manis periode pemerintahan B.J Habibie, pasca-reformasi.

Seiring dengan euforia reformasi, tiap masyarakat merasakan nikmatnya dukungan pemerintah atas kebebasan berpendapat, berekspresi, dan berserikat. Begitu juga saya ketika semangat berorganisasi dalam sebuah wadah kegiatan intra-sekolah bernama Rohani Islam (Rohis) sedang tinggi-tingginya.

Pengalaman berorganisasi saat itu tidak semudah sekarang yang terkoneksi langsung via internet. Dahulu, segala sesuatunya dihubungkan secara manual, di mana setiap kajian rutin Rohis dilakukan penuh komitmen.

Tidak ada alarm digital. Tidak ada aplikasi obrolan daring. Tidak ada live-streaming. Tidak ada. Setiap jadwal yang tertulis di atas dinding hanya diingat lalu dilaksanakan. Seandainya sehari saja absen dari kegiatan, pengasuh kami cukup tersenyum dan berkata, “kemarin kamu ke mana?” Itu sudah cukup membuat kami merasa bersalah.

Pada tahun berikutnya, saya lulus dan mulai mendapatkan pekerjaan layak di sebuah perusahaan otomotif nasional. Komunikasi saya beserta teman-teman alumni dan pengasuh Rohis masih tetap berjalan. Beliau kemudian mengingatkan kami tentang menunaikan zakat pendapatan, agar gaji kami senantiasa bersih, sebagaimana zakat itu mampu mensucikan harta dari berbagai macam kesalahan.

Teknisnya, pengasuh kami menjadi perpanjangan tangan salah satu lembaga penghimpun zakat saat itu. Penyalurannya diberikan untuk program penanganan krisis kemanusiaan di tanah air. 


Ada sebuah kebanggaan ketika zakat penghasilan saya telah terpenuhi, yang mengartikan bahwa sesuatu yang telah saya hasilkan dari tangan ini bisa menjadi bagian dari solusi persoalan komunitas muslim di Indonesia.

Pengalaman tersebut hanya berlangsung beberapa bulan saja hingga pada akhirnya saya pindah kerja, dan mulai terpisah dengan alumni lainnya serta pengasuh Rohis kami. Mulai dari momen itu, saya mulai melupakan kewajiban berzakat.

Tahun terus bergulir hingga masuklah teknologi internet melalui konsep bisnis bernama warung internet (Warnet). Saya sibuk bekerja, dan beberapa tahun kemudian memulai kembali pendidikan lanjut di sebuah universitas yang dibangun oleh salah satu yayasan Islam di Jakarta.

Hal ini tak serta merta mengingatkan saya tentang kewajiban zakat. Monitor komputer yang saya kunjungi tak satupun menampilkan desain digital terkait zakat. Mata kuliah yang tersusun di kampus tak satu pun mengakomodir perihal zakat.

Makinlah saya jauh dari zakat.


Kemunculan Memori Terpendam

Pada tahun 2017 saya bekerja di sebuah perusahaan klub keanggotaan yang memberikan fasilitas atas kebutuhan liburan anggotanya. Perusahaan ini menghimpun dana anggota dalam jumlah yang besar, kemudian mengaturnya sedemikian rupa, sehingga perputaran dana tersebut mampu memenuhi kebutuhan liburan mereka.

Uang, uang, uang. Pola pikir kami diatur untuk mengkoleksi, mengolah, dan mendistribusikannya menjadi kesenangan pribadi klien. Kami pun digaji dari proses itu.

Lingkungan kerja kami kemudian membuka kembali kotak memori saya yang lama terpendam mengenai metode menyucikan harta pendapatan bersama zakat.

Saya buka situs pencarian Google, lalu mengetik kata kunci “bayar zakat”. 



Doc by Liputan6


Terbukalah semua pranala terkait Badan Zakat Nasional (Baznas) dan lembaga-lembaga zakat nasional lainnya, seperti Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, dan lain-lain. Saya buka salah satu yang paling saya ingat dan mencari nomor kontak yang tersedia.


Selama aktif di kegiatan organisasi lingkungan sekitar rumah, saya memang sering mengajukan proposal kegiatan khususnya keagamaan langsung ke kantor Baznas, di bilangan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Jumlah yang diberikan oleh Baznas untuk acara keagamaan cukup besar saat itu. Ingatan ini yang mengarahkan saya untuk membuka situs http://baznas.go.id


Mengingat bahwa badan amil zakat berhubungan langsung dengan uang, yang mana tak jauh berbeda dengan pekerjaan yang saya lakukan saat itu, tentunya mereka mengedepankan pelayanan berstandar. Tak ragu pun saya mengontak nomor layanan Badan Amil Zakat Nasional (021- 21393600)
 

Perihal zakat saya tanyakan mulai dari syarat zakat, nishab (jumlah batasan kepemilikan pendapatan pada periode tertentu), hingga teknis pembayaran zakat melalui transfer ATM, dan mobile banking.


Insyaallah, pekerjaan yang saya jalani masih tergolong profesi yang baik dan halal. Secara syarat, gaji yang saya peroleh dapat dikeluarkan zakatnya.

Secara nishab, gaji yang saya peroleh minimal harus di angka Rp 6.530.000,- agar dapat dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5 persen, atau setara dengan Rp 163.250,-. 

Kalaupun tidak memenuhi syarat nishab, pekerja yang bersangkutan masih bisa membayar sejumlah uang kepada Baznas, atau bersedekah untuk kemajuan program mereka, meski kategori pembayarannya sebagai "infak dan sedekah", bukan "zakat".

Bayar Zakat Makin Mudah 

Sepanjang saya berzakat melalui Baznas, sepanjang itu juga kegiatan ibadah sosial saya dipantau langsung oleh mereka. Seperti halnya, keterlambatan pembayaran zakat, atau program-program pemberdayaan mereka senantiasa diinformasikan langsung melalui telepon seluler saya.


Tidak ada rasa keberatan saya atas inisiatif Baznas ini, karena ini merupakan bagian dari ibadah pribadi saya yang berdampak langsung kepada kehidupan sosial kaum muslimin Indonesia.

Setidaknya di zaman yang telah dikuasai teknologi digital ini, pembayaran zakat, infak, dan shodaqoh menjadi sedemikian efisien. Pelayanan yang diberikan oleh Baznas pun berkategori terbaik, karena menggunakan metode dengan standar operasi internasional (ISO).

Di tahun ketika saya memulai kembali tunaikan zakat, kemudahan transfer antar bank dengan menggunakan mobile banking telah tersedia. Saya juga mendapatkan Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ) dari Baznas sebagai bentuk keikutsertaan saya dalam menunaikan zakat. 




Contoh NPWZ


Kemudahan pembayaran tersebut kini semakin beragam seiring berkembangnya aplikasi uang elektronik. GoPay, OVO, Dana, Link Aja, dan lain sebagainya adalah produk e-Wallet yang mulai digandrungi publik karena kepraktisannya. Pembayaran zakat menjadi salah satu kemudahan tersebut.

Para pemikir dan ahli syariat juga dengan cepat mengeluarkan fatwa untuk mengimbangi perkembangan dunia digital yang sangat cepat. Baznas beserta lembaga amil zakat nasional lainnya juga dengan segera merealisasikan fatwa tersebut dengan membuka kerjasama pembayaran zakat bersama perusahaan penerbit uang elektronik yang ada.

Maka sudah saatnya kaum muslimin meningkatkan kesalehan sosial di samping kesalehan pribadi, dengan gemar menunaikan kewajiban berzakat. Allah SWT telah memberikan kemudahan di balik perkembangan zaman yang terjadi kini. Karena zakat kini sudah makin dekat dengan kehidupan kita.

Kafe Menu Kojer Bernama Chill Bill

Kafe memiliki banyak makna dari berbagai perspektif negara. Di Italia, kafe dikenal dikenal sebagai bar. Di Inggris, bisa disebut sebagai coffeehouse atau tea shop.

Kafe sendiri berasal dari bahasa Perancis, café. Dunia mulai mengenal istilah kafe berawal dari Perancis, meski sejatinya, konsep warung kopi telah ada di London dan Venesia, terutama sekali di wilayah kerajaan Ottoman. Hal ini dikarena gagasan tentang Revolusi Perancis 1789 hadir dari kafe, atau warung-warung kopi yang membuatnya terkenal ke seluruh dunia.
Menu andalan Kafe Chill Bill. Dok Pri


Begitu dunia mengenal Revolusi Industri dan memasuki zaman modern, kafe tidak lagi menjadi tempat pertumbuhan revolusi berdarah. Akan tetapi, menjadi tempat nongkrong untuk beristirahat, berdiskusi, atau sekedar ngobrol.

Ketika penduduk modern berkutat hanya di tempat kerja dan tempat tinggalnya yang jauh dari perkotaan akibat mahalnya harga tanah, manusia mulai kehilangan interaksi dengan manusia lainnya. Maka kehadiran kafe menjadi ruang ketiga bagi manusia modern tuk sejenak berinteraksi dengan manusia lainnya.

Di Indonesia, kafe dibawa dan beradaptasi dengan budaya Nusantara yang majemuk. Ada juga kafe yang tetap membawa menu-menu eropa. Namun, tak jarang juga yang mencampur dua kebudayaan antara eropa dan nusantara sehingga menghasilkan menu-menu yang menarik.

Seperti halnya, Chill Bill Café.

Keberadaan Chill Bill Café layaknya kafe di abad maraknya kopi makin terkenal di seantero eropa: berdiri memojok di antara bangunan Ruko Emerald Boulevard, Bintaro, Tangerang, Banten.
Penampakan luar kafe Chill Bill. Dok Pri


Menu yang disajikan juga sebisa mungkin yang pas di lidah orang Indonesia secara umum. Maka tak heran jika di antara menu brenges asal Surabaya terdapat juga menu pasta agar pelanggan tak bosan menikmati sajian Chill Bill.

Selain Brenges dan menu pasta, Chill Bill juga menyajikan menu Chicken Platters, dan Mix Beef Platters.

Diakui Putu, pemilik Chill Bill, kafe yang dibangun bersama rekan bisnisnya tersebut sedang fokus dalam upayanya branding ke arah kopi dan masakan nusantara. Adanya pasta di dalam menu sebagai sampingan bagi mereka yang suka ngemil masakan asing. Ke depannya, kafe Chill Bill akan fokus ke masakan nusantara, seperti Brengkes Kepiting dan semacamnya, serta Nasi Goreng Jawa.

Untuk menu racikan kopi, Chill Bill lebih banyak menggunakan bebijian kopi Arabica dengan taste frutty yang khas. Hasilnya, hadir menu Chill-Bro yang kental akan rasa kopi; kuat terasa di lidah. Selain itu ada juga Chill-Sis dengan taste manis-bebuahan.

Namun bagi saya, Kopi Guillermo adalah yang saya suka dari seluruh menu yang ada. Kopi Guillermo ini ibarat pusat universe kafe Chill Bill. Segala rasa kopi, rasa manis, dan rasa asam, berpadu seimbang di sebidang teko gelas berisikan batu-batu es. 
Kopi Guillermo a.k.a Kopi Jeruk Chill Bill. Dok Pri


Kopi Guillermo memiliki sebutan lain sebagai Ko-Jer (Kopi Jeruk). Bahan-bahannya terdiri dari kopi Arabica yang memiliki taste frutty, dengan bitter lime, juga asam dari jeruk nipis.

Angga selaku barista kafe Chill Bill memberikan pengakuan bahwa Kopi Guillermo mengangkat taste frutty Jeruk Bali yang terkenal citrus (asam-asam manis). Sehingga secara keseluruhannya rasa dari Kopi Jeruk ini perpaduan antara manis-asam-bebuahan yang memberikan kesegaran bagi penikmatnya.

Kafe Chill Bill yang mulai beroperasi di September tahun 2018 ini memiliki 3 lantai, di mana lantai teratas tersedia Smooking Room dan musholla demi memenuhi kebutuhan para pelanggan.

Bulan Ramadhan kemarin menjadi bulan paling sibuk bagi kafe Chill Bill karena full-booked. Chill Bill juga menyediakan Café Event semacam Bridal Shower, Baby Shower. Kadang juga perusahaan-perusahaan sekitar menyewa Chill Bill untuk membuat mini-class seminar. Kadang juga kafe tersebut disewa emak-emak untuk bikin arisan. 
Berpose bersama owner dan barista Chill Bill beserta para blogger. Dok Pri


Jika sudah memasuki ruang dalam kafe Chill Bill seakan terasa memasuki universe lain. Dekorasi bernuasa industri bersentuh dengan beberapa tanaman hijau dan beberapa perangkat permainan. Begitu juga lantai dua-nya yang mengusung tema cozy. 

Rencananya, di September tahun ini akan ada menu-menu baru keluaran Chill Bill Café yang makin memanjakan para pelanggan. So, jangan sampai ketinggalan ya!




Konsumsi Cerdas Berdayaguna Bersama BPOM RI : Jadilah Konsumen Pintar!

Setiap manusia sudah diberikan kemampuan dalam memilah mana yang baik, dan mana yang buruk untuk mereka konsumsi. Hal tersebut karena manusia sudah dibekali cipta, rasa, dan karsa pada dirinya, sehingga kemampuan menilai itu hadir.

Namun ada kalanya manusia khilaf menilai sesuatu. Apa yang terlihat baik di luar ternyata buruk di dalam.

Pada dasarnya, manusia hanya mampu menilai apa yang sejatinya tersirat oleh inderanya saja. Sedangkan yang hal-hal diluar kemampuan inderanya merupakan sesuatu yang tak mampu dijangkau seseorang. Sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan bantuan manusia lainnya. Tentu saja.

Seperti halnya membeli makanan, obatan-obatan dan kosmetik. Jika dahulu kita selalu melakukan cek dan ricek kepada orang-orang terdekat sebelum membeli, kini hal itu kurang mendapat perhatian.

Berkat kehadiran kampanye periklanan yang masif, seringkali kemampuan menilai manusia menjadi tumpul terhadap produk yang dibelinya.

Iklan memang sangat informatif atas produk yang dipublikasikannya. Sebagaimana tujuannya, iklan memang difungsikan membujuk calon pelanggan untuk mengkonsumsi barang di dalamnya.

Kadangkala barang itu sesuatu yang tidak dibutuhkan pelanggan. Kadang juga malah berbahaya bagi kesehatan, karena bungkus informasi yang diciptakan.

Artinya, di zaman yang serba informatif ini, manusia perlu lebih jeli lagi dalam mengembangkan cipta, rasa, dan karsanya terhadap produk yang dibeli, agar menjadi konsumen yang cerdas dan berdaya.

Cerdas dan Berdaya Bersama Teknologi

Pesatnya arus informasi memang sejalan dengan hadirnya kemajuan teknologi digital.

Konsumen sudah pasti akan terkepung oleh jutaan informasi dalam berbagai level. Ada yang jelas, kabur, hingga hoax. Namun konsumen tidak akan pernah sendiri, karena ada juga yang peduli terhadap kepentingan mereka. Salah satunya kehadiran Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) RI.
Acara Ayo CEK KLIK di bilangan Kemang, Jakarta Pusat. Dok. Pri

Sebagaimana hadirnya Peraturan Presiden No.80 tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan, Badan POM ini memiliki peran penting terkait penyusunan, pelaksanaan, dan koordinasi pengawasan obat dan makanan dengan instansi pemerintah pusat dan daerah.

Mereka menjadi rekan bagi konsumen dalam membeli dan mengkonsumsi produk sesuai kualitas yang dibutuhkan.

Badan POM telah menciptakan aplikasi praktis bagi konsumen yang dinamakan BPOM Mobile (2D Barcode).

Aplikasi yang dapat diunduh ke dalam ponsel milik konsumen tersebut dapat digunakan secara real dan live untuk mencari info terkait kualitas produk kosmetik, makanan, atau obat-obatan yang beredar di pasaran tradisional maupun modern.

Cukup dengan pindai barcode yang tersedia di kemasan produk melalui mata kamera, segala informasi produk akan langsung teridentifikasi kualitas, legalitas, bahan pembuatan,  kode produksi, kedaluarsa, dan lain sebagainya, di aplikasi BPOM Mobile.

Atau, jika tidak tersedia barcode pada kemasan, bisa juga dengan mengetik nomor label produk, lalu menunggu informasi yang dibutuhkan muncul pada layar.

Kehadiran aplikasi BPOM Mobile ini sangat penting untuk mengimbangi pesatnya teknologi digital dalam pemasaran produk. Karena bagaimana pun, Badan POM memiliki wewenang menetapkan norma, standar, dan prosedur di bidang pengawasan sebelum beredar serta selama beredar.

BPOM RI juga memiliki kewajiban mensosialisasikan, mengedukasi, serta memfasilitasi konsumen agar makin cerdas berdayaguna mengkonsumsi produk yang beredar, khusunya kosmetik, obatan-obatan, dan makanan.

Ayo CEK KLIK

Setidaknya terdapat 4 (empat) langkah bagi para calon konsumen saat hendak membeli produk. Badan POM R.I menyebut proses tersebut sebagai sebuah gerakan Ayo CEK KLIK, yang terdiri :

Ayo Cek Kemasan, di mana seluruh informasi tertulis pada kemasan suatu produk. Pelanggan dapat mengakses informasi pertama kali dari kemasan barang. Bentuk kemasan juga penting. Maka dari itu pelanggan perlu memperhatikan apakah kemasan dalam kondisi baik atau tidak, agar terjaga dari kemungkinan produk terkontaminasi zat dari luar.

Ayo Cek Label, agar pelanggan dapat memastikan bahwa label yang tertera pada kemasan sesuai kebutuhan. Sepertinya halnya label "halal", BPOM, atau SNI, dan sebagainya.

Ayo Cek Izin Edar, yang menunjukkan bahwa kualitas produk di dalam kemasan terjamin legalitasnya karena telah melalui pengawasan Badan POM R.I bahwa barang yang dijual secara sah dapat diedarkan di wilayah Indonesia.

Ayo Cek Kedaluarsa, penting dilakukan karena kosmetik, obat, dan makanan di dalam kemasan memiliki kadar waktu pemakaian. Bisa jadi barang di dalamnya telah basi. Atau, bagi obat-obatan telah kehilangan khasiat hingga waktu tertentu. Maka, pelanggan senantiasa menjaga kemungkinan tersebut melalui cek tanggal kedaluarsa.

Namun, seiring berkembangnya teknologi cetak digital, penjual dengan mudah memanipulasi isi informasi di dalam kemasan. BPOM Mobile menjadi jawaban bagi para konsumen sebagai suatu nilai tambah teknologi sehingga pelanggan terhindar dari penipuan yang begitu marak.

VIVA Talklife Bersama Toyota Yaris : Hangatkan Suasana, Panaskan Wawasan

Membahas perkembangan hidup seperti berjalan di bawah teriknya matahari. Panas. Seperti halnya hawa panas yang mengiringi perjalanan saya menuju restoran Ceritarasa di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.

Sesampai di lokasi, saya menyegerakan diri berlindung di bawah atap lorong restoran. Beberapa menit nongkrong sambil menunggu salah satu kawan narablog, saya malah bertemu beberapa kenalan blogger lainnya.
Bertemu dengan rekan-rekan narablog. Dok by Syahdan Nurdin

Ada yang saya kenal betul karena tempat tinggalnya berada di kelurahan yang sama dengan saya. Ada juga yang memang kenal di beberapa event serupa; mulai dari yang berkategori kenal baik, sekedar kenal, hingga baru kenal. Rasanya canggung menghampiri pikiran saya karena telah lama baru bertemu. Wajar lah, aktivitas sebagai narablog tidak terlalu intens saya lakukan, sehingga terkadang saya agak canggung jika bertemu dengan mereka.

Datangnya undangan dari VIVA Talklife khusus para narablog ini menjadi kesempatan saya untuk kembali merekatkan tali silahturahim dengan para pekerja content-creator terbaik se-Jabodetabek ini, pada tanggal 25 Agustus 2019 kemarin.

Judulnya “Unleash Your Fun”. Portal situs berita VIVA berkolaborasi dengan Toyota Astra Motor menyajikan perkembangan salah satu produknya Toyota All New Yaris, di mana akan ada pembalap Tim Toyota Indonesia yang akan memberikan kisah suksesnya bersama produk yang dimaksud.

Masuk lebih ke dalam lorong saya menemukan mobil Yaris terpajang di area terbuka. Level-nya terpasang backdrop ramah selfie. Jadilah para narablog menyempatkan diri berpose ria di sekitar mobil tersebut tanpa rasa khawatir. Padahal, sinar matahari siang saat itu begitu terik.

Yaris memang menjadi andalan Toyota di segmen Hatchback. Konsumen Yaris adalah anak muda dengan mobilitas tinggi. Maka dari itu, perkembangan inovasi Toyota Yaris tergolong cepat.

Versi terakhir yang dipajang pada acara VIVA Talklife kemarin dikenal sebagai Yaris Joker, sebuah tipe TRD (Toyota Racing Development) Sport dengan penampilannya yang gahar. Aura sporty menjadikan desainnya seakan kuat diajak ngebut
Dok. Pri

Tapi jangan salah, yang dijadikan bahan selfie ini merupakan modifikasi khusus untuk Demas Agil turun di balap touring bersama Toyota Team Indonesia (TTI).

Sepanjang berkendara Yaris untuk balapan, Demas mengakui bahwa salah satu faktor keberhasilan memenangi berbagai racing karena soal kenyamanan yang ia rasa. Yang dimaksud rasa nyaman di sini tentu proses menciptakan chemistry antara pembalap dengan kendaraannya.

“Nyaman dulu, baru enak digunakan saat balapan,” demikian ia menjelaskan step-nya.

Sebagai tunggangan balap Demas, Yaris TRD Sport miliknya menggunakan mesin berkekuatan 2500 cc, dengan beberapa perubahan besar di bagian interior, dan pengkondisian di bagian massa serta body mobil agar makin lincah;, stabil berliak-liuk di sirkuit balap.

Sedangkan sebagai kendaraan keseharian, pembalap yang resmi memperpanjang kontraknya bersama Toyota Team Indonesia di tahun ini mengaku juga menggunakan Yaris. Sebagai kendaraan sehari-hari, Demas menganggap Yaris ini mampu mengusung kepribadiannya yang “sangat anak muda” dan “fun to drive” di tengah jalanan kota.

Sejatinya, DNA Toyota All New Yaris adalah sebagai mobil balap. Dibekali mesin berkekuatan 1500 cc, Yaris sudah cukup memenuhi kebutuhan berkendara di jalanan umum. Tentunya, Yaris juga dibekali perangkat keamanaan setaraf mobil luxury terkini lainnya agar pengendara umum dapat melintasi jalan dengan aman dan nyaman..

Dimas Aska selaku Head of Media Relation Toyota menjabarkan beberapa perangkat tersebut di VIVA Talklife X Toyota “Unleash Your Fun”. Diantaranya, airbag di 5 titik. Ada pula Vehicle Stability Control, Hill-Start Assist, Sistem Pelindung Pejalan Kaki, sistem pengereman berteknologi ABS, EBD, dan BA, serta lain sebagainya. 
Pembagian hadiah game. Dok. Syahdan Nurdin

Hawa panas kota Jakarta siang itu menjadi sedemikian hangat dengan keseruan lainnya. Panitia telah mempersiapkan beberapa permainan agar narablog yang datang makin dekat satu sama lain.

Awalnya panitia menggunakan Kahoot.it sebagai alat meningkatkan adrenalin di dalam otak. Setelah isi di dalam kepala terstimulus dengan kehadiran game online, saatnya para peserta diuji kekompakan bersama permainan offline.

Para peserta yang naik di atas panggung dibuat kelompok-kelompok beranggotakan dua orang. Mereka diarahkan untuk menebak kata-kata dalam kategori yang telah ditentukan. Mulai dari sanalah saya melihat kecanggungan melebur dalam aksi-aksi lucu, sehingga acara VIVA Talklife berhasil mempererat tali silaturahim para pekerja konten.

Tipologi Pria Merawat Kulit Wajah dan Solusi Praktis NIVEA MEN Creme

Sifat laki-laki itu pada dasarnya ingin terlihat berguna di hadapan orang lain. Itu makanya mereka sangat fokus dengan hobi dan pekerjaannya. Jadi, jangan bingung kalau mereka bisa membuang-buang uang untuk perihal yang bagi orang secara umum “gak penting”. Mereka, kaum Adam, punya insting di sana : di bidang yang mereka geluti itu.

Kaum pria memang kenakan-kanakan. Mereka justru membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Seperti contohnya persoalan merawat kulit dan wajah, di mana mereka sangat abai. But deep inside their head, they care

Di dalam otak mereka sebenarnya terdapat bisikan untuk melakukan perawatan kulit. Hanya saja gaungnya gak sebesar egonya. Padahal, umum diketahui bahwa kulit pria lebih tebal 15 hingga 20 persen dibandingkan perempuan. 
Ilustrasi : Laki-Laki adalah mahluk kekanak-kanakan. Dok.Pri 

Dalam pergaulan sesama pria saya menemui banyak kisah mengenai kebutuhan pria mengenai perawatan kulit dan wajah. Kalau dibilang abai, benar. Tapi kalau dikatakan gak butuh: itu bohong. Ingat, kaum pria adalah sekelompok orang paling egois. Haha.

Tipologi Pria Tentang Perawatan Tubuh

Terkait ego ini, saya membagi pria dalam beberapa kategori terkait perawatan kulit dan wajah. Setidaknya ada tiga yang saya ketahui, diantaranya :

1)  Urakan

Tipe pria macam ini sebenarnya memiliki berbagai level mulai dari “urakan maksimal” hingga “urakan aja”. Yang menjadikan tipe ini masuk dalam kategori Urakan karena mereka abai memikirkan perawatan tubuh. Kasus yang paling parah adalah mereka menggunakan sabun cuci batangan untuk membersihkan diri, mulai dari rambut, wajah, hingga ke ujung kaki.

Praktis lah, caranya.
Ilustrasi : Tipe Pria Urakan. Dok by Unsplash

Tetapi, melalui kasus yang saya temui ini justru menunjukkan : mereka sadar atas kebutuhannya merawat kulit tubuh dan wajah. Caranya saja yang terlalu ekstrim-unfaedah. Gak manjur.

Kasus lain yang saya temukan dari tipe Urakan ini, jikalau ada kemasan perawatan tubuh orang lain berada di dekatnya, mereka pasti gak sungkan mencoba. Begitu selesai dari hajatnya dan keluar dari kamar mandi, itu pria Urakan langsung terlihat perbedaannya dibandingkan menggunakan sabun cuci batangan.

Intinya sih, mereka tersesat dari tata cara perawatan yang benar.

2)  Toleran

Tipe yang satu ini sebenarnya berwawasan. Mereka tidak menutup diri dari melakukan perawatan tubuh dan wajah. Tipe pria Toleran tahu jenis kebutuhan perawatan kulitnya, mulai dari bahan-bahan pembuatan, hingga merk perawatan kulit pria yang cocok bagi dirinya.
Ilustrasi : Tipe Pria Toleran. Dok by Unsplash
Persoalannya, mereka butuh kepraktisan. Praktis yang dimaksud adalah cukup merawat di bagian-bagian tertentu saja. Istilahnya : Gak mau berlebihan, lah. Tapi untuk ukuran segitu, pria Toleran merasa sudah beramal bakti bagi diri mereka sendiri.

3)  Metroseksual

Kaum Metroseksual adalah orang yang paling sadar penampilan. Mereka sangat peduli terhadap respon publik atas tampilan dan citra dirinya. Orang-orang secara umum lebih mengenalnya dengan perilaku narsis.

Para Metroseksualis lebih banyak berada di perkotaan. Mulai dari yang berpenghasilan rendah hingga berpenghasilan tinggi; mereka butuh pengakuan dari lingkungan sosial dan pekerjaan. Kebanyakan memang terkait mengejar karier mereka.

Maka dari itu, jangan heran kalau di kamar mandi laki-laki Metroseksual terdapat berbagai macam jenis perawatan tubuh dan wajah.  Mulai dari gel rambut, facial washlotion pelembab, mouthwashlipbalm, bedak, parfum, dan lain sebagainya, tersusun rapi di lemari toilet. Komplit lah, pokoknya.

Kepraktisannya terlihat ketika akan berangkat bekerja, atau bepergian wisata. Pria Metroseksual minimal membawa satu atau dua produk perawatan di dalam tas mereka untuk jaga-jaga.
Ilustrasi : Pria Metroseksualis. Dok by Unsplash


Produk Praktis NIVEA MEN

Tomasz Schwarz, Marketing Director, Beiesdorf Indonesia mengatakan bahwa, “saat ini, penampilan bersih dan terawat akan lebih menambah kepercayaan diri para pria Indonesia”.

Melalui pembahasan tipe-tipe pria di atas, saya melihat pernyataan Thomas ada betulnya juga. Perawatan tubuh dan kulit adalah bagian penunjang dari kehidupan pria, tak terkecuali yang ada di Indonesia. Oleh karenanya, perusahaan tempat Tomasz bekerja mengeluarkan produk baru yang mengusung kepraktisan dalam merawat kulit dan wajah berupa krim.
Dok. Pri
Nama produknya : NIVEA MEN Creme. Sebuah krim multifungsi dan satu-satunya di Indonesia untuk pria.

Saya mengetahui produk ini saat mengikuti salah satu kegiatan bersama NIVEA MEN di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Begitu pulang membawa NIVEA MEN Creme saya gak terlalu ambil peduli padanya. Jadilah itu produk hanya menjadi pajangan di kamar saya.

Hingga pada suatu hari saya kehabisan facial foam untuk ritual pembersihan wajah. Kebiasaan saya sebelum bekerja memang bersih-bersih wajah dulu. Tapi ini habis..lalu bagaimana? Suatu kebiasaan kalau tidak dikerjakan rasanya memang ada yang kurang, begitu ceritanya.

Begitu saya menemukan NIVEA MEN Creme saya baca terlebih dahulu fungsi dari produk. Di sana tertulis, “Dibuat khusus untuk pria, cocok untuk penggunaan di wajah, bibir, badan, dan tangan”.

Awalnya saya cium-cium terlebih dahulu produknya. Dari balik krim tersebut tercium aroma maskulin yang khas. Saya kira tadinya ini bedak cair; ya, kalau pun bedak cair setidaknya ada aroma maskulin di dalamnya. Makanya saya “tancap gas” saja dengan memakai itu krim.
Sisa Pemakaian NIVEA MEN Creme. Dok.Pri
Namun begitu saya pakai NIVEA MEN Creme, wajah saya langsung terasa lembab. Ada sensasi berbeda kala memakai NIVEA MEN Creme dibandingkan pembersih wajah biasa. Produk ini diformulasikan khusus untuk menutrisi dan melembabkan kulit lewat kandungan Vitamin E maupun perlindungan dari sinar matahari dengan fitur filter UV.

Selesai mengaplikasikannya, wajah saya tampak cerah tapi TIDAK kinclong berlebihan, atau berminyak seperti menggunakan bedak cair. Kulit juga tidak terasa kering dan berat. Maka saya berjalan keluar menuju kantor dengan ringan, karena kebutuhan perawatan kulit wajah saya sudah teratasi.
Me and NIVEA MEN Creme. Dok.Pri

Kandungan Vitamin E pada NIVEA MEN Creme memang berfungsi sebagai anti-oksidan yang dipercaya mampu mencegah kerusakan kulit, mengurangi inflamasi, membantu produksi kolagen, melembabkan dan meningkatkan elastisitas kulit. Fitur filter UV-nya mengurangi resiko terbakar sinar matahari dan menjaga kulit terlihat lebih cerah.

Di hari berikutnya, penggunaan NIVEA MEN Creme saya menjalar hingga ke leher, tangan, dan kaki. Menggunakan NIVEA MEN Creme ke bagian-bagian tersebut memang efektif membersihkan kulit tubuh saya.

Rasanya berbeda dengan menggunakan body lotion yang masih menyisakan lengket di badan. Kalau produk ini justru tidak meninggalkan lengket. Alhasil, penggunaan NIVEA MEN Creme tidak meninggalkan masalah meski dalam kondisi berkeringat.

NIVEA MEN Creme dan Air Wudhu

NIVEA MEN Creme selalu ada di tas kerja saya. Di kantor memang memiliki pendingin ruangan yang tidak menyebar secara menyeluruh, sehingga mesin kipas angin digunakan sebagai tambahan penurun suhu ruangan. Dinginnya kebangetan lah.
Dok.Pri


Lalu saya mulai memperhatikan salah satu teman kerja saya. Ini orang terlihat tua karena lebatnya bulu-bulu di wajah. Selain itu, di beberapa bagian wajahnya terdapat busik, atau sisa-sisa kulit kering yang mengelupas. Kalau ditanya, “lu suka bebersih muka, kagak?” Jawabannya selalu, “Air Wudhu udah cukup buat membersihkan wajah ini.”

Pada akhirya dia mengaku menggunakan pembersih wajah. Saya pun menjelaskan kalau salah satu bahan pembersih wajah itu ada detergen-nya meski sedikit. Makanya ada busa-busa saat diusap, dan terasa kering sehabis digunakan.

Saya pun menyarankan agar ini orang pakai NIVEA MEN Creme. Saya kasih satu kepada dia sebelum pulang kerja agar saya bisa melihat hasilnya di hari kerja setelahnya.

Benar saja! Busik-busik pada wajahnya langsung hilang, dan ia merasa kulit wajahnya terasa lembab dan ringan.

Sisa-sisa kulit kering yang mengelupas di wajahnya lebih banyak berada di area jenggot dan jambangnya. Bagian tersebut sangat anti buat dia cukur. Maka dari itu, NIVEA MEN Creme dia gunakan juga pada bulu-bulu di bagian jambang dan jenggot. Kalau saya perhatikan dalam seminggu ini, rambut-rambut yang terdapat di bagian tersebut tidak mengalami kerontokan atau apapun. Aman lah, istilahnya.

“Jadi gimana bro, setelah lu pakai?” tanya saya kepadanya.

“Bagus bro! Malahan, saudara sepupu gua yang datang ikutan pakai ini krim,” jawabnya penuh percaya diri.


TUMPENG DAN AGRIKULTUR A.S DI 70 TAHUN KEBERSAMAAN DENGAN INDONESIA

Berakhirnya Agresi Militer ke-2 oleh Belanda menjadi titik awal dimulainya hubungan dua negara antara Indonesia dengan Amerika Serikat. Pada tanggal 27 Desember 1949 kala itu, Presiden Amerika ke-33, Harry Truman, memberikan selamat kepada Indonesia, lalu disusul dengan dibukanya hubungan diplomatik antara A.S - Indonesia pada tanggal 28 Desember 1949.
70 tahun sudah hubungan antara kedua negara ini berlangsung. Hubungan ini berlangsung dalam dinamikanya membangun stabilitas keamanan kawasan dan perekonomian masing-masing negara. Oleh karenanya, Perayaan tahun ini diberi tema "USA Fair 2019" dengan menghadirkan sebuah peristiwa kuliner Indonesia, berupa Nasi Tumpeng Indonesia.
Tumpeng merupakan simbol dari Gunung Mahameru. Dok.Pri

Simbol Permohonan 
Bukan tanpa makna Nasi Tumpeng ini dihadirkan di tengah-tengah selebrasi hubungan dua negara, yang mencapai 70 tahun ini. Hubungan yang harmonis tercipta melalui agenda bersama menciptakan kemakmuran, sebagaimana Tumpeng itu memiliki nama kepanjangan, "Tumapaking Panguripan, Tumindak Lempeng Tumuju Pangeran".
Artinya, berkiblatlah kepada pemikiran bahwa manusia itu harus hidup menuju jalan Tuhan.
Jalan Tuhan adalah sebuah arah kehidupan untuk menjaga apa-apa yang telah diciptakan-Nya. Tuhan tidak menciptakan bumi beserta isinya unfaedah. Ada nikmat serta pembelajaran yang dapat dipetik dan senantiasa musti dijaga oleh seluruh manusia, tak terkecuali rakyat Amerika dan Indonesia.
Dok.Pri

Nasi Tumpeng adalah cara penyajian nasi yang diberi bentuk kerucut. Olahan nasi yang dipakai dalam tumpeng umumnya berupa nasi kuning, meskipun kerap juga digunakan dengan nasi putih berlemak, atau nasi uduk.
Pada kegiatan "USA Fair 2019" kemarin di Kem Chicks, Pacific Place, Jakarta, Nasi Tumpeng yang disuguhkan berbahan dasar nasi kuning. Bentuknya mengerucut sehingga tampak menjulang bagaikan sebuah gunung. Di sekeliling Tumpeng bertebaran berbagai macam lauk-pauk; ditata sedemikian rapih bagai tumpukan kekayaan hayati. Lalu di seberang Tumpeng, berdiri sepasang angsa putih yang tampak mesra menikmati limpahan kekayaan alam di muka bumi.
Dekorasi dua angsa putih dipinggrian Tumpeng saat acara USA Fair 2019 di Kem Chicks, Pacific Place, Jakarta. Dok. Pri

Bentuk Tumpeng yang mengerucut merupakan analogi kepercayaan Hindu kuno Nusantara atas gunung Mahameru. Gunung tersebut dipercayai sebagai tempat bersemayamnya para dewa-dewa mereka.
Seiring dengan meluasnya ajaran Islam hingga ke Tanah Jawa, Tumpeng pun diadopsi oleh seorang penyebar agama Islam tersohor bernama Sunan Kalijaga. Ia tidak menghapus keberadaan Nasi ini, tetapi justru mengembangkannya dengan sebuah akronim "yen metu kudu sing mempeng"(bila keluar harus dengan sungguh-sungguh), dan melengkapinya bersama Buceng yang terbuat dari ketan, yang bermakna bila masuk harus sungguh-sungguh (yen mlebu kudu sing kenceng).
Nasi Tumpeng yang dilengkapi Buceng merupakan syiar agama Sunan Kalijaga agar pemeluknya yang berganti keyakinan ke Islam untuk menjalankan sungguh-sungguh syariat agama. Maka dari itu, sang Sunan menambahkan lauk-pauknya yang bejumlah tujuh, atau dalam bahasa Jawanya pitu. Kembali Kalijaga menjadikan pitu sebagai perumpamaan pitulungan yang berarti pertolongan, agar Allah memberikan kekuatan kepadanya dan para pengikutnya menjalankan perintah-Nya.
Jika dikaitkan satu per satu, Tumpeng hasil modifikasi Sunan Kalijaga memiliki benang merah dengan doa di dalam Alquran surat Al Isra', ayat 80, yang berbunyi:
"Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar, dan keluarkan (pula) aku secara keluar yang benar, serta berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong."
Para ahli tafsir merujuk sebab turunnya ayat Alquran tersebut dari berpindahnya Nabi Muhammad ke Kota Madinah saat itu; sebuah momen yang gegap gempita. Daripadanya, Tumpeng juga bagian penting dalam perayaan kenduri tradisional.
Secara kultur, penduduk Jawa tradisional begitu dekat dengan agama Islam, karena memiliki kesamaan: yang percaya bahwa ada kekuatan gaib (red: Tuhan) yang menggerakkan hidup mereka. Karena itu, Tumpeng hadir sebagai simbol permohonan kepada Yang Maha Kuasa bersama perayaan-perayaan besar.
Perayaan atau kenduri adalah wujud rasa syukur dan terima kasih kepada Yang Maha Esa atas melimpahnya hasil panen dan keberkahan dalam hidup. Hingga kini, Tumpeng seringkali berfungsi menjadi santapan besar dalam perayaan yang melibatkan orang-orang penting.
Kenduri USA Fair 2019 di Kem Chicks
Tradisi tak tertulis menganjurkan pucuk Tumpeng dipotong dan diberikan kepada orang-orang penting, terhormat, atau paling dimuliakan di antara para hadirin.
Pada kegiatan potong Tumpeng kemarin, pucuk "Mahameru" diberikan kepada Garrett McDonald selaku Atase Pertanian dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia. Potongan itu langsung diberikan oleh Irama Badrianti, Direktur Utama Kem Chicks.
Irama Badrianti, Diretur Kem Chicks, memberikan pucuk Tumpeng kepada Garrett McDonalds, Atase Agrikultur Kedubes A.S di Kem Chicks, Pacific Place, Jakarta. Dok. Pri.

Pada kenduri USA Fair 2019 itu memang tidak dihadiri oleh perwakilan pemerintah Indonesia. Namun hal itu tidak mengurangi kemeriahan acara syukuran kerjasama A.S - Indonesia yang mencapai 70 tahun. 

Dalam kegiatannya banyak pengunjung yang penasaran dengan acara memasak live bersama masterchef Andy Hartono. Begitu pun, Garrett dan Irama Badrianti mengajak para nara-blog yang tergabung dalam Pejuang Kuliner Indonesia berkeliling melihat-lihat produk agrikultur Amerika Serikat yang dijual di etalase Kem Chicks.
Demo masak bersama masterchef Andy Hartono. Dok. Pri

Berdasarkan data yang dikutip melalui Bisnis.com, ekspor agrikultur dari Amerika Serikat ke Indonesia mencapai US$ 3 Milyar, sebaliknya impor Indonesia ke negeri Paman Sam mencapai US$ 6 Milyar.
Maka tak heran jika pemerintah Amerika Serikat agresif mendorong ekspor agrikulturnya di Indonesia, sebagai upaya menyeimbangkan defisit neraca perdagangannya dengan R.I, melalui peluang toko-toko retail modern Indonesia seperti Kem Chicks.

[REVIEW] Instrumen Kecil Pelepas Penat Ibukota di Best Western Premiere the Hive

Banyak penduduk perkotaan menganggap stres bukanlah konsumsi sehari-hari. Padahal sebaliknya. Tanpa disadari, penatnya beban hidup di kota teramat dekat, sehingga menjadikan kita begitu mudah tersulut emosi. Sebut saja kemacetan, polusi udara, kebisingan suara, tuntutan pekerjaan, dan lain sebagainya menjadi penyebab stres itu hadir dalam hitungan detik. 

StaycationBackpacking, atau Vacation menjadi alternatif penduduk kota tuk meredakan stres berkepanjangan. Beberapa hal tersebut menjadi bagian gaya hidup baru seiring berkembangnya kebutuhan mencari pelarian diri. Mereka rindu akan dimensi lain, yang berbeda dari keseharian mereka selama ini.

Tampak Depan Tamansari the Hive, Cawang, Jakarta Timur. Dok-Pri.

  
Tempat singgah dalam bentuk hotel tentu menjadi incaran manusia kota berehat sejenak. Pencarian layanan serta sarana dan prasarana luxury dalam waktu yang bersamaan dianggap sebagai solusi efektif mengatasi kepenatan ibukota. Mereka ingin dimanja; dilayani dalam tone yang manusiawi, lalu melampiaskan segala ego di sana.


Standar layanan hotel berbintang sudah pasti memberikan kepuasan para tamu. Namun apakah otomatis stres hilang atau berkurang begitu saja?



Selama pengalaman saya menikmati layanan hotel berbintang; kepuasan pelayanan tidak serta merta menghilangkan rasa penat dan stres kota Jakarta. Saya menghargai pelayanan hotel, namun luput menyelami diri sendiri. Imbasnya, kekhawatiran akan hari esok masih tersisa, bahkan  selesai melakukan check-out,. Kepuasan atas layanan hotel yang saya rasakan menguap tanpa bekas.


Seharusnya, layanan hotel mampu memberikan kepuasan tambahan sekaligus, berupa suntikan penyemangat kepada tamu agar dapat melewati hari berikutnya. Tidak perlu menyewa psikolog atau apapun. Cukup dengan mendekoras front desk hotel dengan seksama; detail-detail kecil yang justru menimbulkan efek relaksasi, pengalaman tak terlupakan, dan semangat menjalani kegiatan di hari-hari berikut.


Seperti apa contohnya?



Seperti pengalaman saya staycation di Best Western Premiere the Hive, di bilangan Cawang, Jakarta Timur.



Instrumen Kecil Hadirkan Relaksasi



Begini, warga ibukota sangat tahu bagaimana crowded-nya jalanan Gatot Subroto - Cawang - Cililitan. Ketiga jalanan tersebut merupakan pusat bisnis Jakarta Timur. Kebetulan lokasi aktivitas kerja saya berada di daerah Condet, yang mana arus lalulintasnya sangat dipengaruhi oleh limpahan kendaraan dari ketiga arus tersebut. Perjalanan hingga ke Best Western Premiere the Hive secara hitungan maps sangat dekat, namun dalam realitanya butuh ekstra kesabaran. Keberlimpahan alat transportasi di jalanannya sangat kejam, seperti tak kenal ampun.

Penatnya ibukota dari balik Best Western Premiere the Hive. Dok-Pri



Stres melanda saya sesampainya abang ojek-online mengantar hingga di depan Tamansari Hive Office Park. Peluh mengucur dari balik helm yang saya kenakan, bau asap kendaraan melekat di pakaian yang saya kenakan. Orang bilang "lepek". Hal ini yang bikin saya berprasangka buruk kepada pengunjung lantai dasar bangunan yang memenuhi booth kuliner.


Dalam kondisi kebingungan, saya bertemu pegawai hotel yang mengarahkan saya menuju lantai 5 untuk melakukan check-in. Saya kemudian menaiki lift gedung yang tidak memiliki angka 4 sebagai simbol kesialan. Pintu terbuka, lalu nuansa berbeda saya temui di sana.



Space ruang Resepsionis Best Western Premiere the Hive tak terlalu besar untuk menyambut. Namun, musik instrumen klasik zaman kolonial menggema di seluruh ruangan. Tidak ada kebisingan kota di luar sana, hanya ada melodi yang berbisik menenangkan.  Waktu pun terasa berjalan lamat-lamat.



Selesai berurusan dengan resepsionis hotel saya diajak duduk sebentar di dekat meja front desk. Di situ saya menyadari bahwa dekorasi front desk Best Western Premiere the Hive tampak memesona. Terdapat aquarium di dekat lift. Di dalamnya, Ikan-ikan kecil berwarna-warni menari bersama gelembung air, dan menggoda saya untuk datang mendekat. Efek relaksasi mulai bertambah mulai saat itu, dengan kesadaran bahwa kolam renang yang dipisahkan dengan pintu kaca terdapat di seberang aquarium. Instrumen air tampaknya cukup efektif meredam rasa letih selama perjalanan saya  ke gedung ini.

Kolam renang outdoor Best Western Premiere the Hive. Dok-Pri



Tampak juga lemari kaca yang dipenuhi buku-buku. Posisinya memisahkan meja front desk dengan bangku-bangku empuk di sebelahnya. Demi menyaksikannya, front desk menjadi terasa begitu memukau akibat adanya ruang baca alternatif.


Selama 15 menit menunggu panggilan resepsionis, tidak ada seorang pun bersuara melebihi volume musik klasik yang didendangkan secara simultan. Perilaku sopan petugas resepsionis menjadikan space ruangan terasa luas. Dalam hati, saya ingin kembali menikmati suasana ruang front desk tersebut.

Sejenak menyelesaikan tugas di kamar Best Western Premiere the Hive sebelum menikmati fasilitas lain hotel. Dok-Pri


Selepas sholat Maghrib, niatan itu saya realisasikan. Kembali saya ke lantai 5; duduk di salah satu bangkunya, dan menanggalkan sisa-sisa pikiran negatif dari dalam kepala. Cukup duduk dan menikmati suasana front desk hotel dekat bandara Halim Perdanakusuma ini beberapa menit sudah menghapus kepenatan saya di hari-hari yang lalu. 



Suasana sore front desk Best Western Premiere the Hive saat itu cukup ramai. Terdapat 3 orang yang duduk sambil berdiskusi mengenai bisnis. Sedangkan disebelahnya masih terdapat beberapa orang menunggu check-in. Sebagiannya yang membawa anggota keluarga masuk ke dalam HEATHER Resto yang memiliki banyak promo serta cashback menggunakan Go-Pay atau OVO. 

Mielle Poolbar menjadi penghubung antara ruang resepsionis dan HEATHER Resto. Dok-Pri




Meski ruangan resepsionis keseluruhan agak ramai, suara yang mereka keluarkan tidak melebihi volume suara musik ruangan. Hal ini menenangkan pikiran saya yang duduk di salah satu sofa pribadi sambil membuka kembali file-file penting kerjaan.


Hotel Bintang 5 di Jakarta Timur


Fungsi hotel pada dasarnya berdekatan dengan bisnis dan pariwisata. Sebagai sarana akomodasi umum, pihak hotel menumpukan jasa layanannya dengan memberikan kepuasan atau kesejahteraan para wisatawan yang sedang berkunjung. 

"Pengalaman sesungguhnya bukan dengan mendengar perkataan orang lain, tetapi musti dirasakan langsung" Dok.Pri



Rate hotel Best Western Premiere the Hive terstandar bintang lima, memiliki fasilitas lengkap, di antaranya : 

- 24 jam layanan front desk, concierge, dan keamanan.

- 7 ruang meeting.

- Kolam renang outdoor.

Fitness center

HEATHER Resto
- Miele Poolbar
Spa dan Massage
Laundry Service
- Business Center
- Imago Casual Dining
Layanan room service 24 jam.


Posisi Best Western Premiere the Hive tepat berada di jantung aktivitas bisnis Jakarta Timur. Gedungnya bersebelahan dengan halte bus milik Trans Jakarta yang mengarah langsung menuju utara pelabuhan Jakarta. Sedangkan melangkah 7 meter ke arah timurnya lagi terdapat bandar udara Halim Perdanakusuma. Untuk mengakses kereta api, hanya 10 menit berkendara ke arah barat terdapat stasiun kereta api Cawang.



Hotel bintang 5 ini beralamat Jl. DI. Panjaitan Kav. 3-4, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13340. Sebagai alternatif bermalam di tengah hiruk-pikuk kota Jakarta, informasi mengenai  Best Western the Hive dapat diakses melalui :


Reservasi        : (021) 29821888

Whatsapp       : 0811-8138-808

Website           : www.bwpremierthehive.com


Facebook        : BWPREMIERTheHive 



Instagram       : @bwpthehive


Twitter           : @bwpthehive

Youtube         : youtube.com/c/bwpthehive

Blog                : https://infothehive.blogspot.com


Popular Posts