Navigation Menu

featured Slider

Featured Post

Random Post

Membuat Desain Baju Kaos Berlogo Perusahaan, Simak Tipsnya

desain baju kaos

Saat ini banyak startup atau bisnis rintisan yang menerapkan dress code casual bagi karyawan. Salah satu bentuk seragam yang umum adalah baju kaos dengan logo perusahaan.
Penggunaan baju kaos bagi seseorang akan menunjukkan nuansa yang sedikit non-formal, namun dalam hal bekerja terbukti bahwa karyawan mampu lebih produktif.
Selain itu, kaos bagi perusahaan berguna juga untuk alat promosi yang diberikan kepada konsumennya. Dengan tujuan agar konsumen tersebut tetap loyal terhadap brand perusahaan.
Namun dalam membuat desain baju kaos tidak boleh sembarangan. Karena baju kaos tidak hanya sekedar untuk penampilan, tetapi bisa menjadi sarana promosi yang efektif.
Maka dari itu, desain baju kaos harus dibuat dengan memadukan seluruh unsur-unsur dalam pembuatannya. Mari kita simak tips membuat desain baju kaos berlogo perusahaan berikut ini.

Desain Baju Kaos Harus Memiliki Keunikan

Desain baju kaos yang unik berarti berbeda dengan desain yang telah digunakan oleh perusahaan kompetitor. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi keunikan desain baju kaos tersebut, antara lain:
  • Kesinambungan atau cocok digunakan dalam waktu yang cukup lama.
  • Fleksibilitas atau bisa digunakan pada segala momen di perusahaan.
  • berkarakter khusus atau tidak ada unsur meniru/menjiplak (plagiat) dari perusahaan kompetitor sejenis.
  • Modifikasi atau mudah diperbarui sesuai perkembangan zaman dan tren terkini.

Desain Baju Kaos Harus Sejalan dengan Visi/Misi Perusahaan

Untuk membuat desain baju kaos yang sangat bermakna, perusahaan harus memasukkan visi dan misinya dalam desain baju kaos tersebut. Adanya visi dan misi yang sejalan akan membuat karyawan merasa bangga memakai kaos tersebut dan mau melakukan yang terbaik untuk perusahaannya.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menyisipkan logo perusahaan atau slogan perusahaan pada desain baju kaos yang dibuat. Biasanya, logo perusahaan diletakkan di dada dan slogan perusahaan berada di bagian punggung baju kaos. Bagi baju kaos yang dengan desain kantong (saku) logo dapat disematkan pada kantong tersebut. 
Ukuran logo perusahaan sangat penting agar terjadi keselarasan desain baju kaos yang akan dibuat nantinya. Desain yang dibuat sebaiknya tidak terlalu menonjol dan tidak terlalu tersembunyi.
Sedangkan slogan perusahaan harus memperhatikan pilihan font baik jenis font, ukuran, dan warna. Pemilihan warna harus sejalan dengan warna desain grafis perusahaan pada umumnya.
Dengan pemilihan warna yang tepat, maka logo perusahaan dan slogan perusahaan tersebut dapat membuat desain baju kaos sejalan dengan visi dan misi perusahaan.

Desain Baju Kaos Harus Kreatif

desain baju kaos
Faktor kreativitas berperan sangat penting dalam meningkatkan kualitas desain baju kaos perusahaan. Modifikasi desain baju kaos harus dilakukan dengan bijak sehingga desain yang dihasilkan unik dan kreatif.
Kreativitas sangat erat hubungannya dengan teknik untuk mewujudkan ide-ide sehingga mendapatkan hasil maksimal atau sesuai dengan yang diharapkan. 

Desain Baju Kaos Harus Up to Date

Desain baju kaos yang up to date berarti mengikuti dan beriringan dengan perkembangan tren desain terbaru.
Perusahaan dituntut untuk bisa terus mengikuti tren serta mencoba menerapkan gaya baru. Desain baju kaos yang up to date akan membuat suasana keseragaman menjadi lebih fresh dan menarik.
***
Untuk membuat sebuah desain baju kaos sendiri, Anda dapat melakukannya dengan memperhatikan syarat-syarat tersebut di atas. Anda dapat menggunakan alat bantu desainer baik secara sederhana maupun dengan cara yang lebih canggih seperti penggunaan software dan teknologi digital.
Namun, membuat desain baju kaos bukanlah pekerjaan yang mudah, karena harus dilakukan oleh orang-orang yang kompeten dalam bidang desain grafis. 
Pekerjaan desain baju kaos selayaknya dilakukan oleh orang-orang yang terbiasa dan profesional dengan pekerjaan desain grafis. Maka dari itu, percayakan kebutuhan desain baju kaos berlogo perusahaan Anda hanya pada Sribu.
Sribu, sebagai startup yang bergerak di bidang desain grafis profesional merekomendasikan kepada Anda untuk membuat desain baju kaos perusahaan secara online dengan menggunakan jasa desain baju online yang tersedia pada platform Sribu. 
Platform Sribu menyediakan banyak pilihan jasa desain grafis segala kebutuhan desain grafis perusahaan Anda. Dapatkan segera informasi, promo, dan penawarannya hari ini.

Pendidikan Indonesia Antara Adab, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Digital

Adab mendahului ilmu. Ini merupakan sebuah ungkapan bahwa sebelum mempelajari ilmu pengetahuan, seorang pelajar semestinya mengedepankan akhlak yang baik. Dan, itu yang dilihat Ade Erlangga, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, yang mulai memudar pada saat ini. 
Ade Erlangga,Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (tengah) sedang memberikan materi terkait strategi pendidikan Indonesia bersama para blogger di perpustakaan Kemdikbud (3/12). Dok Pri.

Di dalam pemberitaan media massa banyak kita saksikan seorang murid yang menganiaya gurunya, bahkan pernah terjadi pembunuhan kepada seorang guru oleh oknum murid hanya karena tersinggung atas teguran merokok di kawasan sekolah. 

Di saat bersamaan, ada pula kasus orang tua murid menganiaya seorang guru dikarenakan tidak terima perlakuan guru tersebut kepada anaknya. Kasus ini menunjukkan banyak hal, salah satunya adalah kesalahan yang secara umum terjadi bahwa pendidikan dinilai sebagai aktivitas transfer ilmu belaka, sebuah aktivitas yang dilihat dari sudut pandang materialistik. 
Suasana kegiatan literasi Pekan Perpustakaan Kemdikbud 2019 bersama narablog (3/12). Dok Pri.


Pada kegiatan literasi Pekan Perpustakaan Kemdikbud 2019 kemarin (3/12), Ade Erlangga menjelaskan bahwa pembentukan karakter murid menjadi fokus utama di dalam pendidikan. Murid sejatinya menjadi aset yang seharusnya dapat mengukir sejarah dan lingkungannya. 

Maka dari itu, pendidikan selayaknya dilihat dalam perspektif pembentukan karakter para pencari ilmu, dan bukan sekedar mengejar pengetahuan, atau status semata. 

Sebagai perbandingan, Ade Erlangga memberikan contoh negara Jerman yang memberikan gaji terbesar kepada profesi guru. Karena bagi mereka, guru merupakan garda terdepan yang siap mentransformasi nilai-nilai karakter bangsa. 

Tidak ada yang meragukan Jerman sebagai negara penghasil teknologi terbesar di dunia. Namun, sekelas negara eropa tersebut, mereka justru sangat peduli dengan pendidikan karakter generasi bangsanya. 

Peran guru menurut Ade Erlangga tidak dapat digantikan oleh teknologi digital manapun. Hal ini dikarenakan proses penanaman nilai-nilai karakter bangsa membutuhkan interaksi tatap muka langsung antara guru dan murid, juga dibutuhkan apresiasi, serta konsultasi. 

Pendapat Ade Erlangga ini diamini M. Hasan Chabibie, Kepala Bidang Pengembangan Jejering, Pustekkom, Kemdikbud, yang menyatakan teknologi hanya sebagai alat bagi dunia pendidikan. Peran guru tetap penting dalam mendidik karakter bangsa. 

Manusia menjadikan manusia lainnya sebagai contoh berprilaku. Manusia tidak akan mampu mencontoh mesin robot. Oleh karenanya, ada lima nilai karakter utama yang hendak dibangun oleh Kemdikbud, di antaranya : gotong royong, religius, integritas, mandiri, dan nasionalis. 

Fungsi dari teknologi digital hanya untuk mempermudah akses penanaman nilai dan transfer ilmu menjadi lebih mudah serta cepat. Tersebar hingga ke pelosok-pelosok pedalaman Indonesia melalui Palapa Ring yang mengangkasa di garis khatulistiwa. 

Memang masih banyak tantangan dari dunia pendidikan di Indonesia. Mulai dari human capital quality, technology readiness, hingga infrastuktur. Atas kegelisahan ini diharapkan pemberitaan mengenai proses pengembangan pendidikan Indonesia terpublikasi demi hadirnya gagasan-gagasan positif, bukan layaknya pemberitaan politik yang memandang berita buruk adalah berita baik. Hal ini diungkapkan langsung Ade Erlangga di Perpustakaan Kemdikbud, Senayan, kemarin. 



Pengalaman Tunaikan Zakat Hingga Kemudahannya Di Era Teknologi Digital

Ilustrasi muslim Indonesia
Pengalaman pertama saya menunaikan zakat adalah sebuah rangkaian pengalaman mengenal lebih dalam terkait agama. Bahwa, agama bukanlah bagian dari masalah sosial. Agama adalah sebuah solusi bagi kemanusiaan.

Islam sebagai agama memiliki lima rukun ibadah yang wajib dilaksanakan penganutnya. Diantaranya, sahadat, salat, zakat, puasa, dan haji (bagi yang mampu).


Keempat rukun di atas berkenaan dengan ibadah personal antara penganutnya dengan Sang Pencipta. Hanya satu yang memiliki kaitan langsung dengan isu sosial-kemasyarakatan, yaitu zakat. 

Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia justru menghadapi ketimpangan ekonomi yang sangat besar. 47 persen kekayaan negara terkonsentrasi di tangan satu persen populasinya saja. Artinya, kekayaan tersebut tidak tersebar rata kepada sekitar 280 juta warganya.

Untuk itu, para pemikir bangsa sempat memikirkan masalah ini dan mengajukan kembali rancangan undang-undang terkait zakat yang sempat digagas 50 tahun lalu. 

Terciptanya keadilan sosial salah satunya dengan menghadirkan pemerataan ekonomi kepada segenap warga, dan wadahnya dalam bentuk pengelolaan zakat.

Dalam sebuah cerita terkait rancangan undang-undang zakat di Indonesia, seorang politisi bertanya kepada Didin Hafiduddin (Ketua Umum Badan Amil Zakat periode 2004 – 2015), “Zakat itu bagian dari ibadah, seperti halnya salat dan puasa. Sesuatu yang personal. Kalau dikerjakan dapat pahala; ditinggalkan dapat dosa. Biar saja hal itu jadi urusan Tuhan. Kenapa zakat harus dibuatkan undang-undangnya?

Kira-kira begini jawaban beliau, “Benar bahwa zakat seperti halnya salat dan puasa di bulan Ramadhan. Ada pahala bagi yang mengerjakan, dan dosa bagi yang meninggalkan. Tapi, jika seorang muslim meninggalkan salat dan puasa, hal itu hanya berdampak bagi dirinya sendiri. Sedangkan zakat, jika ditinggalkan tak hanya berdampak pada pribadi, tapi juga pada lingkungan sekitar, seperti kemiskinan, serta problem kemanusiaan dan lingkungan lainnya.

Belajar dari Pengalaman

Perbedaan visi dan misi antara pemerintah saat itu dengan anggota dewan terkait rancangan undang-undang zakat berakhir dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 38 tahun 1999 tentang pengelolan zakat. Buah karya ini menjadi kenangan manis periode pemerintahan B.J Habibie, pasca-reformasi.

Seiring dengan euforia reformasi, tiap masyarakat merasakan nikmatnya dukungan pemerintah atas kebebasan berpendapat, berekspresi, dan berserikat. Begitu juga saya ketika semangat berorganisasi dalam sebuah wadah kegiatan intra-sekolah bernama Rohani Islam (Rohis) sedang tinggi-tingginya.

Pengalaman berorganisasi saat itu tidak semudah sekarang yang terkoneksi langsung via internet. Dahulu, segala sesuatunya dihubungkan secara manual, di mana setiap kajian rutin Rohis dilakukan penuh komitmen.

Tidak ada alarm digital. Tidak ada aplikasi obrolan daring. Tidak ada live-streaming. Tidak ada. Setiap jadwal yang tertulis di atas dinding hanya diingat lalu dilaksanakan. Seandainya sehari saja absen dari kegiatan, pengasuh kami cukup tersenyum dan berkata, “kemarin kamu ke mana?” Itu sudah cukup membuat kami merasa bersalah.

Pada tahun berikutnya, saya lulus dan mulai mendapatkan pekerjaan layak di sebuah perusahaan otomotif nasional. Komunikasi saya beserta teman-teman alumni dan pengasuh Rohis masih tetap berjalan. Beliau kemudian mengingatkan kami tentang menunaikan zakat pendapatan, agar gaji kami senantiasa bersih, sebagaimana zakat itu mampu mensucikan harta dari berbagai macam kesalahan.

Teknisnya, pengasuh kami menjadi perpanjangan tangan salah satu lembaga penghimpun zakat saat itu. Penyalurannya diberikan untuk program penanganan krisis kemanusiaan di tanah air. 


Ada sebuah kebanggaan ketika zakat penghasilan saya telah terpenuhi, yang mengartikan bahwa sesuatu yang telah saya hasilkan dari tangan ini bisa menjadi bagian dari solusi persoalan komunitas muslim di Indonesia.

Pengalaman tersebut hanya berlangsung beberapa bulan saja hingga pada akhirnya saya pindah kerja, dan mulai terpisah dengan alumni lainnya serta pengasuh Rohis kami. Mulai dari momen itu, saya mulai melupakan kewajiban berzakat.

Tahun terus bergulir hingga masuklah teknologi internet melalui konsep bisnis bernama warung internet (Warnet). Saya sibuk bekerja, dan beberapa tahun kemudian memulai kembali pendidikan lanjut di sebuah universitas yang dibangun oleh salah satu yayasan Islam di Jakarta.

Hal ini tak serta merta mengingatkan saya tentang kewajiban zakat. Monitor komputer yang saya kunjungi tak satupun menampilkan desain digital terkait zakat. Mata kuliah yang tersusun di kampus tak satu pun mengakomodir perihal zakat.

Makinlah saya jauh dari zakat.


Kemunculan Memori Terpendam

Pada tahun 2017 saya bekerja di sebuah perusahaan klub keanggotaan yang memberikan fasilitas atas kebutuhan liburan anggotanya. Perusahaan ini menghimpun dana anggota dalam jumlah yang besar, kemudian mengaturnya sedemikian rupa, sehingga perputaran dana tersebut mampu memenuhi kebutuhan liburan mereka.

Uang, uang, uang. Pola pikir kami diatur untuk mengkoleksi, mengolah, dan mendistribusikannya menjadi kesenangan pribadi klien. Kami pun digaji dari proses itu.

Lingkungan kerja kami kemudian membuka kembali kotak memori saya yang lama terpendam mengenai metode menyucikan harta pendapatan bersama zakat.

Saya buka situs pencarian Google, lalu mengetik kata kunci “bayar zakat”. 



Doc by Liputan6


Terbukalah semua pranala terkait Badan Zakat Nasional (Baznas) dan lembaga-lembaga zakat nasional lainnya, seperti Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, dan lain-lain. Saya buka salah satu yang paling saya ingat dan mencari nomor kontak yang tersedia.


Selama aktif di kegiatan organisasi lingkungan sekitar rumah, saya memang sering mengajukan proposal kegiatan khususnya keagamaan langsung ke kantor Baznas, di bilangan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Jumlah yang diberikan oleh Baznas untuk acara keagamaan cukup besar saat itu. Ingatan ini yang mengarahkan saya untuk membuka situs http://baznas.go.id


Mengingat bahwa badan amil zakat berhubungan langsung dengan uang, yang mana tak jauh berbeda dengan pekerjaan yang saya lakukan saat itu, tentunya mereka mengedepankan pelayanan berstandar. Tak ragu pun saya mengontak nomor layanan Badan Amil Zakat Nasional (021- 21393600)
 

Perihal zakat saya tanyakan mulai dari syarat zakat, nishab (jumlah batasan kepemilikan pendapatan pada periode tertentu), hingga teknis pembayaran zakat melalui transfer ATM, dan mobile banking.


Insyaallah, pekerjaan yang saya jalani masih tergolong profesi yang baik dan halal. Secara syarat, gaji yang saya peroleh dapat dikeluarkan zakatnya.

Secara nishab, gaji yang saya peroleh minimal harus di angka Rp 6.530.000,- agar dapat dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5 persen, atau setara dengan Rp 163.250,-. 

Kalaupun tidak memenuhi syarat nishab, pekerja yang bersangkutan masih bisa membayar sejumlah uang kepada Baznas, atau bersedekah untuk kemajuan program mereka, meski kategori pembayarannya sebagai "infak dan sedekah", bukan "zakat".

Bayar Zakat Makin Mudah 

Sepanjang saya berzakat melalui Baznas, sepanjang itu juga kegiatan ibadah sosial saya dipantau langsung oleh mereka. Seperti halnya, keterlambatan pembayaran zakat, atau program-program pemberdayaan mereka senantiasa diinformasikan langsung melalui telepon seluler saya.


Tidak ada rasa keberatan saya atas inisiatif Baznas ini, karena ini merupakan bagian dari ibadah pribadi saya yang berdampak langsung kepada kehidupan sosial kaum muslimin Indonesia.

Setidaknya di zaman yang telah dikuasai teknologi digital ini, pembayaran zakat, infak, dan shodaqoh menjadi sedemikian efisien. Pelayanan yang diberikan oleh Baznas pun berkategori terbaik, karena menggunakan metode dengan standar operasi internasional (ISO).

Di tahun ketika saya memulai kembali tunaikan zakat, kemudahan transfer antar bank dengan menggunakan mobile banking telah tersedia. Saya juga mendapatkan Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ) dari Baznas sebagai bentuk keikutsertaan saya dalam menunaikan zakat. 




Contoh NPWZ


Kemudahan pembayaran tersebut kini semakin beragam seiring berkembangnya aplikasi uang elektronik. GoPay, OVO, Dana, Link Aja, dan lain sebagainya adalah produk e-Wallet yang mulai digandrungi publik karena kepraktisannya. Pembayaran zakat menjadi salah satu kemudahan tersebut.

Para pemikir dan ahli syariat juga dengan cepat mengeluarkan fatwa untuk mengimbangi perkembangan dunia digital yang sangat cepat. Baznas beserta lembaga amil zakat nasional lainnya juga dengan segera merealisasikan fatwa tersebut dengan membuka kerjasama pembayaran zakat bersama perusahaan penerbit uang elektronik yang ada.

Maka sudah saatnya kaum muslimin meningkatkan kesalehan sosial di samping kesalehan pribadi, dengan gemar menunaikan kewajiban berzakat. Allah SWT telah memberikan kemudahan di balik perkembangan zaman yang terjadi kini. Karena zakat kini sudah makin dekat dengan kehidupan kita.

Kafe Menu Kojer Bernama Chill Bill

Kafe memiliki banyak makna dari berbagai perspektif negara. Di Italia, kafe dikenal dikenal sebagai bar. Di Inggris, bisa disebut sebagai coffeehouse atau tea shop.

Kafe sendiri berasal dari bahasa Perancis, café. Dunia mulai mengenal istilah kafe berawal dari Perancis, meski sejatinya, konsep warung kopi telah ada di London dan Venesia, terutama sekali di wilayah kerajaan Ottoman. Hal ini dikarena gagasan tentang Revolusi Perancis 1789 hadir dari kafe, atau warung-warung kopi yang membuatnya terkenal ke seluruh dunia.
Menu andalan Kafe Chill Bill. Dok Pri


Begitu dunia mengenal Revolusi Industri dan memasuki zaman modern, kafe tidak lagi menjadi tempat pertumbuhan revolusi berdarah. Akan tetapi, menjadi tempat nongkrong untuk beristirahat, berdiskusi, atau sekedar ngobrol.

Ketika penduduk modern berkutat hanya di tempat kerja dan tempat tinggalnya yang jauh dari perkotaan akibat mahalnya harga tanah, manusia mulai kehilangan interaksi dengan manusia lainnya. Maka kehadiran kafe menjadi ruang ketiga bagi manusia modern tuk sejenak berinteraksi dengan manusia lainnya.

Di Indonesia, kafe dibawa dan beradaptasi dengan budaya Nusantara yang majemuk. Ada juga kafe yang tetap membawa menu-menu eropa. Namun, tak jarang juga yang mencampur dua kebudayaan antara eropa dan nusantara sehingga menghasilkan menu-menu yang menarik.

Seperti halnya, Chill Bill Café.

Keberadaan Chill Bill Café layaknya kafe di abad maraknya kopi makin terkenal di seantero eropa: berdiri memojok di antara bangunan Ruko Emerald Boulevard, Bintaro, Tangerang, Banten.
Penampakan luar kafe Chill Bill. Dok Pri


Menu yang disajikan juga sebisa mungkin yang pas di lidah orang Indonesia secara umum. Maka tak heran jika di antara menu brenges asal Surabaya terdapat juga menu pasta agar pelanggan tak bosan menikmati sajian Chill Bill.

Selain Brenges dan menu pasta, Chill Bill juga menyajikan menu Chicken Platters, dan Mix Beef Platters.

Diakui Putu, pemilik Chill Bill, kafe yang dibangun bersama rekan bisnisnya tersebut sedang fokus dalam upayanya branding ke arah kopi dan masakan nusantara. Adanya pasta di dalam menu sebagai sampingan bagi mereka yang suka ngemil masakan asing. Ke depannya, kafe Chill Bill akan fokus ke masakan nusantara, seperti Brengkes Kepiting dan semacamnya, serta Nasi Goreng Jawa.

Untuk menu racikan kopi, Chill Bill lebih banyak menggunakan bebijian kopi Arabica dengan taste frutty yang khas. Hasilnya, hadir menu Chill-Bro yang kental akan rasa kopi; kuat terasa di lidah. Selain itu ada juga Chill-Sis dengan taste manis-bebuahan.

Namun bagi saya, Kopi Guillermo adalah yang saya suka dari seluruh menu yang ada. Kopi Guillermo ini ibarat pusat universe kafe Chill Bill. Segala rasa kopi, rasa manis, dan rasa asam, berpadu seimbang di sebidang teko gelas berisikan batu-batu es. 
Kopi Guillermo a.k.a Kopi Jeruk Chill Bill. Dok Pri


Kopi Guillermo memiliki sebutan lain sebagai Ko-Jer (Kopi Jeruk). Bahan-bahannya terdiri dari kopi Arabica yang memiliki taste frutty, dengan bitter lime, juga asam dari jeruk nipis.

Angga selaku barista kafe Chill Bill memberikan pengakuan bahwa Kopi Guillermo mengangkat taste frutty Jeruk Bali yang terkenal citrus (asam-asam manis). Sehingga secara keseluruhannya rasa dari Kopi Jeruk ini perpaduan antara manis-asam-bebuahan yang memberikan kesegaran bagi penikmatnya.

Kafe Chill Bill yang mulai beroperasi di September tahun 2018 ini memiliki 3 lantai, di mana lantai teratas tersedia Smooking Room dan musholla demi memenuhi kebutuhan para pelanggan.

Bulan Ramadhan kemarin menjadi bulan paling sibuk bagi kafe Chill Bill karena full-booked. Chill Bill juga menyediakan Café Event semacam Bridal Shower, Baby Shower. Kadang juga perusahaan-perusahaan sekitar menyewa Chill Bill untuk membuat mini-class seminar. Kadang juga kafe tersebut disewa emak-emak untuk bikin arisan. 
Berpose bersama owner dan barista Chill Bill beserta para blogger. Dok Pri


Jika sudah memasuki ruang dalam kafe Chill Bill seakan terasa memasuki universe lain. Dekorasi bernuasa industri bersentuh dengan beberapa tanaman hijau dan beberapa perangkat permainan. Begitu juga lantai dua-nya yang mengusung tema cozy. 

Rencananya, di September tahun ini akan ada menu-menu baru keluaran Chill Bill Café yang makin memanjakan para pelanggan. So, jangan sampai ketinggalan ya!




Konsumsi Cerdas Berdayaguna Bersama BPOM RI : Jadilah Konsumen Pintar!

Setiap manusia sudah diberikan kemampuan dalam memilah mana yang baik, dan mana yang buruk untuk mereka konsumsi. Hal tersebut karena manusia sudah dibekali cipta, rasa, dan karsa pada dirinya, sehingga kemampuan menilai itu hadir.

Namun ada kalanya manusia khilaf menilai sesuatu. Apa yang terlihat baik di luar ternyata buruk di dalam.

Pada dasarnya, manusia hanya mampu menilai apa yang sejatinya tersirat oleh inderanya saja. Sedangkan yang hal-hal diluar kemampuan inderanya merupakan sesuatu yang tak mampu dijangkau seseorang. Sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan bantuan manusia lainnya. Tentu saja.

Seperti halnya membeli makanan, obatan-obatan dan kosmetik. Jika dahulu kita selalu melakukan cek dan ricek kepada orang-orang terdekat sebelum membeli, kini hal itu kurang mendapat perhatian.

Berkat kehadiran kampanye periklanan yang masif, seringkali kemampuan menilai manusia menjadi tumpul terhadap produk yang dibelinya.

Iklan memang sangat informatif atas produk yang dipublikasikannya. Sebagaimana tujuannya, iklan memang difungsikan membujuk calon pelanggan untuk mengkonsumsi barang di dalamnya.

Kadangkala barang itu sesuatu yang tidak dibutuhkan pelanggan. Kadang juga malah berbahaya bagi kesehatan, karena bungkus informasi yang diciptakan.

Artinya, di zaman yang serba informatif ini, manusia perlu lebih jeli lagi dalam mengembangkan cipta, rasa, dan karsanya terhadap produk yang dibeli, agar menjadi konsumen yang cerdas dan berdaya.

Cerdas dan Berdaya Bersama Teknologi

Pesatnya arus informasi memang sejalan dengan hadirnya kemajuan teknologi digital.

Konsumen sudah pasti akan terkepung oleh jutaan informasi dalam berbagai level. Ada yang jelas, kabur, hingga hoax. Namun konsumen tidak akan pernah sendiri, karena ada juga yang peduli terhadap kepentingan mereka. Salah satunya kehadiran Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) RI.
Acara Ayo CEK KLIK di bilangan Kemang, Jakarta Pusat. Dok. Pri

Sebagaimana hadirnya Peraturan Presiden No.80 tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan, Badan POM ini memiliki peran penting terkait penyusunan, pelaksanaan, dan koordinasi pengawasan obat dan makanan dengan instansi pemerintah pusat dan daerah.

Mereka menjadi rekan bagi konsumen dalam membeli dan mengkonsumsi produk sesuai kualitas yang dibutuhkan.

Badan POM telah menciptakan aplikasi praktis bagi konsumen yang dinamakan BPOM Mobile (2D Barcode).

Aplikasi yang dapat diunduh ke dalam ponsel milik konsumen tersebut dapat digunakan secara real dan live untuk mencari info terkait kualitas produk kosmetik, makanan, atau obat-obatan yang beredar di pasaran tradisional maupun modern.

Cukup dengan pindai barcode yang tersedia di kemasan produk melalui mata kamera, segala informasi produk akan langsung teridentifikasi kualitas, legalitas, bahan pembuatan,  kode produksi, kedaluarsa, dan lain sebagainya, di aplikasi BPOM Mobile.

Atau, jika tidak tersedia barcode pada kemasan, bisa juga dengan mengetik nomor label produk, lalu menunggu informasi yang dibutuhkan muncul pada layar.

Kehadiran aplikasi BPOM Mobile ini sangat penting untuk mengimbangi pesatnya teknologi digital dalam pemasaran produk. Karena bagaimana pun, Badan POM memiliki wewenang menetapkan norma, standar, dan prosedur di bidang pengawasan sebelum beredar serta selama beredar.

BPOM RI juga memiliki kewajiban mensosialisasikan, mengedukasi, serta memfasilitasi konsumen agar makin cerdas berdayaguna mengkonsumsi produk yang beredar, khusunya kosmetik, obatan-obatan, dan makanan.

Ayo CEK KLIK

Setidaknya terdapat 4 (empat) langkah bagi para calon konsumen saat hendak membeli produk. Badan POM R.I menyebut proses tersebut sebagai sebuah gerakan Ayo CEK KLIK, yang terdiri :

Ayo Cek Kemasan, di mana seluruh informasi tertulis pada kemasan suatu produk. Pelanggan dapat mengakses informasi pertama kali dari kemasan barang. Bentuk kemasan juga penting. Maka dari itu pelanggan perlu memperhatikan apakah kemasan dalam kondisi baik atau tidak, agar terjaga dari kemungkinan produk terkontaminasi zat dari luar.

Ayo Cek Label, agar pelanggan dapat memastikan bahwa label yang tertera pada kemasan sesuai kebutuhan. Sepertinya halnya label "halal", BPOM, atau SNI, dan sebagainya.

Ayo Cek Izin Edar, yang menunjukkan bahwa kualitas produk di dalam kemasan terjamin legalitasnya karena telah melalui pengawasan Badan POM R.I bahwa barang yang dijual secara sah dapat diedarkan di wilayah Indonesia.

Ayo Cek Kedaluarsa, penting dilakukan karena kosmetik, obat, dan makanan di dalam kemasan memiliki kadar waktu pemakaian. Bisa jadi barang di dalamnya telah basi. Atau, bagi obat-obatan telah kehilangan khasiat hingga waktu tertentu. Maka, pelanggan senantiasa menjaga kemungkinan tersebut melalui cek tanggal kedaluarsa.

Namun, seiring berkembangnya teknologi cetak digital, penjual dengan mudah memanipulasi isi informasi di dalam kemasan. BPOM Mobile menjadi jawaban bagi para konsumen sebagai suatu nilai tambah teknologi sehingga pelanggan terhindar dari penipuan yang begitu marak.

VIVA Talklife Bersama Toyota Yaris : Hangatkan Suasana, Panaskan Wawasan

Membahas perkembangan hidup seperti berjalan di bawah teriknya matahari. Panas. Seperti halnya hawa panas yang mengiringi perjalanan saya menuju restoran Ceritarasa di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.

Sesampai di lokasi, saya menyegerakan diri berlindung di bawah atap lorong restoran. Beberapa menit nongkrong sambil menunggu salah satu kawan narablog, saya malah bertemu beberapa kenalan blogger lainnya.
Bertemu dengan rekan-rekan narablog. Dok by Syahdan Nurdin

Ada yang saya kenal betul karena tempat tinggalnya berada di kelurahan yang sama dengan saya. Ada juga yang memang kenal di beberapa event serupa; mulai dari yang berkategori kenal baik, sekedar kenal, hingga baru kenal. Rasanya canggung menghampiri pikiran saya karena telah lama baru bertemu. Wajar lah, aktivitas sebagai narablog tidak terlalu intens saya lakukan, sehingga terkadang saya agak canggung jika bertemu dengan mereka.

Datangnya undangan dari VIVA Talklife khusus para narablog ini menjadi kesempatan saya untuk kembali merekatkan tali silahturahim dengan para pekerja content-creator terbaik se-Jabodetabek ini, pada tanggal 25 Agustus 2019 kemarin.

Judulnya “Unleash Your Fun”. Portal situs berita VIVA berkolaborasi dengan Toyota Astra Motor menyajikan perkembangan salah satu produknya Toyota All New Yaris, di mana akan ada pembalap Tim Toyota Indonesia yang akan memberikan kisah suksesnya bersama produk yang dimaksud.

Masuk lebih ke dalam lorong saya menemukan mobil Yaris terpajang di area terbuka. Level-nya terpasang backdrop ramah selfie. Jadilah para narablog menyempatkan diri berpose ria di sekitar mobil tersebut tanpa rasa khawatir. Padahal, sinar matahari siang saat itu begitu terik.

Yaris memang menjadi andalan Toyota di segmen Hatchback. Konsumen Yaris adalah anak muda dengan mobilitas tinggi. Maka dari itu, perkembangan inovasi Toyota Yaris tergolong cepat.

Versi terakhir yang dipajang pada acara VIVA Talklife kemarin dikenal sebagai Yaris Joker, sebuah tipe TRD (Toyota Racing Development) Sport dengan penampilannya yang gahar. Aura sporty menjadikan desainnya seakan kuat diajak ngebut
Dok. Pri

Tapi jangan salah, yang dijadikan bahan selfie ini merupakan modifikasi khusus untuk Demas Agil turun di balap touring bersama Toyota Team Indonesia (TTI).

Sepanjang berkendara Yaris untuk balapan, Demas mengakui bahwa salah satu faktor keberhasilan memenangi berbagai racing karena soal kenyamanan yang ia rasa. Yang dimaksud rasa nyaman di sini tentu proses menciptakan chemistry antara pembalap dengan kendaraannya.

“Nyaman dulu, baru enak digunakan saat balapan,” demikian ia menjelaskan step-nya.

Sebagai tunggangan balap Demas, Yaris TRD Sport miliknya menggunakan mesin berkekuatan 2500 cc, dengan beberapa perubahan besar di bagian interior, dan pengkondisian di bagian massa serta body mobil agar makin lincah;, stabil berliak-liuk di sirkuit balap.

Sedangkan sebagai kendaraan keseharian, pembalap yang resmi memperpanjang kontraknya bersama Toyota Team Indonesia di tahun ini mengaku juga menggunakan Yaris. Sebagai kendaraan sehari-hari, Demas menganggap Yaris ini mampu mengusung kepribadiannya yang “sangat anak muda” dan “fun to drive” di tengah jalanan kota.

Sejatinya, DNA Toyota All New Yaris adalah sebagai mobil balap. Dibekali mesin berkekuatan 1500 cc, Yaris sudah cukup memenuhi kebutuhan berkendara di jalanan umum. Tentunya, Yaris juga dibekali perangkat keamanaan setaraf mobil luxury terkini lainnya agar pengendara umum dapat melintasi jalan dengan aman dan nyaman..

Dimas Aska selaku Head of Media Relation Toyota menjabarkan beberapa perangkat tersebut di VIVA Talklife X Toyota “Unleash Your Fun”. Diantaranya, airbag di 5 titik. Ada pula Vehicle Stability Control, Hill-Start Assist, Sistem Pelindung Pejalan Kaki, sistem pengereman berteknologi ABS, EBD, dan BA, serta lain sebagainya. 
Pembagian hadiah game. Dok. Syahdan Nurdin

Hawa panas kota Jakarta siang itu menjadi sedemikian hangat dengan keseruan lainnya. Panitia telah mempersiapkan beberapa permainan agar narablog yang datang makin dekat satu sama lain.

Awalnya panitia menggunakan Kahoot.it sebagai alat meningkatkan adrenalin di dalam otak. Setelah isi di dalam kepala terstimulus dengan kehadiran game online, saatnya para peserta diuji kekompakan bersama permainan offline.

Para peserta yang naik di atas panggung dibuat kelompok-kelompok beranggotakan dua orang. Mereka diarahkan untuk menebak kata-kata dalam kategori yang telah ditentukan. Mulai dari sanalah saya melihat kecanggungan melebur dalam aksi-aksi lucu, sehingga acara VIVA Talklife berhasil mempererat tali silaturahim para pekerja konten.

Tipologi Pria Merawat Kulit Wajah dan Solusi Praktis NIVEA MEN Creme

Sifat laki-laki itu pada dasarnya ingin terlihat berguna di hadapan orang lain. Itu makanya mereka sangat fokus dengan hobi dan pekerjaannya. Jadi, jangan bingung kalau mereka bisa membuang-buang uang untuk perihal yang bagi orang secara umum “gak penting”. Mereka, kaum Adam, punya insting di sana : di bidang yang mereka geluti itu.

Kaum pria memang kenakan-kanakan. Mereka justru membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Seperti contohnya persoalan merawat kulit dan wajah, di mana mereka sangat abai. But deep inside their head, they care

Di dalam otak mereka sebenarnya terdapat bisikan untuk melakukan perawatan kulit. Hanya saja gaungnya gak sebesar egonya. Padahal, umum diketahui bahwa kulit pria lebih tebal 15 hingga 20 persen dibandingkan perempuan. 
Ilustrasi : Laki-Laki adalah mahluk kekanak-kanakan. Dok.Pri 

Dalam pergaulan sesama pria saya menemui banyak kisah mengenai kebutuhan pria mengenai perawatan kulit dan wajah. Kalau dibilang abai, benar. Tapi kalau dikatakan gak butuh: itu bohong. Ingat, kaum pria adalah sekelompok orang paling egois. Haha.

Tipologi Pria Tentang Perawatan Tubuh

Terkait ego ini, saya membagi pria dalam beberapa kategori terkait perawatan kulit dan wajah. Setidaknya ada tiga yang saya ketahui, diantaranya :

1)  Urakan

Tipe pria macam ini sebenarnya memiliki berbagai level mulai dari “urakan maksimal” hingga “urakan aja”. Yang menjadikan tipe ini masuk dalam kategori Urakan karena mereka abai memikirkan perawatan tubuh. Kasus yang paling parah adalah mereka menggunakan sabun cuci batangan untuk membersihkan diri, mulai dari rambut, wajah, hingga ke ujung kaki.

Praktis lah, caranya.
Ilustrasi : Tipe Pria Urakan. Dok by Unsplash

Tetapi, melalui kasus yang saya temui ini justru menunjukkan : mereka sadar atas kebutuhannya merawat kulit tubuh dan wajah. Caranya saja yang terlalu ekstrim-unfaedah. Gak manjur.

Kasus lain yang saya temukan dari tipe Urakan ini, jikalau ada kemasan perawatan tubuh orang lain berada di dekatnya, mereka pasti gak sungkan mencoba. Begitu selesai dari hajatnya dan keluar dari kamar mandi, itu pria Urakan langsung terlihat perbedaannya dibandingkan menggunakan sabun cuci batangan.

Intinya sih, mereka tersesat dari tata cara perawatan yang benar.

2)  Toleran

Tipe yang satu ini sebenarnya berwawasan. Mereka tidak menutup diri dari melakukan perawatan tubuh dan wajah. Tipe pria Toleran tahu jenis kebutuhan perawatan kulitnya, mulai dari bahan-bahan pembuatan, hingga merk perawatan kulit pria yang cocok bagi dirinya.
Ilustrasi : Tipe Pria Toleran. Dok by Unsplash
Persoalannya, mereka butuh kepraktisan. Praktis yang dimaksud adalah cukup merawat di bagian-bagian tertentu saja. Istilahnya : Gak mau berlebihan, lah. Tapi untuk ukuran segitu, pria Toleran merasa sudah beramal bakti bagi diri mereka sendiri.

3)  Metroseksual

Kaum Metroseksual adalah orang yang paling sadar penampilan. Mereka sangat peduli terhadap respon publik atas tampilan dan citra dirinya. Orang-orang secara umum lebih mengenalnya dengan perilaku narsis.

Para Metroseksualis lebih banyak berada di perkotaan. Mulai dari yang berpenghasilan rendah hingga berpenghasilan tinggi; mereka butuh pengakuan dari lingkungan sosial dan pekerjaan. Kebanyakan memang terkait mengejar karier mereka.

Maka dari itu, jangan heran kalau di kamar mandi laki-laki Metroseksual terdapat berbagai macam jenis perawatan tubuh dan wajah.  Mulai dari gel rambut, facial washlotion pelembab, mouthwashlipbalm, bedak, parfum, dan lain sebagainya, tersusun rapi di lemari toilet. Komplit lah, pokoknya.

Kepraktisannya terlihat ketika akan berangkat bekerja, atau bepergian wisata. Pria Metroseksual minimal membawa satu atau dua produk perawatan di dalam tas mereka untuk jaga-jaga.
Ilustrasi : Pria Metroseksualis. Dok by Unsplash


Produk Praktis NIVEA MEN

Tomasz Schwarz, Marketing Director, Beiesdorf Indonesia mengatakan bahwa, “saat ini, penampilan bersih dan terawat akan lebih menambah kepercayaan diri para pria Indonesia”.

Melalui pembahasan tipe-tipe pria di atas, saya melihat pernyataan Thomas ada betulnya juga. Perawatan tubuh dan kulit adalah bagian penunjang dari kehidupan pria, tak terkecuali yang ada di Indonesia. Oleh karenanya, perusahaan tempat Tomasz bekerja mengeluarkan produk baru yang mengusung kepraktisan dalam merawat kulit dan wajah berupa krim.
Dok. Pri
Nama produknya : NIVEA MEN Creme. Sebuah krim multifungsi dan satu-satunya di Indonesia untuk pria.

Saya mengetahui produk ini saat mengikuti salah satu kegiatan bersama NIVEA MEN di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Begitu pulang membawa NIVEA MEN Creme saya gak terlalu ambil peduli padanya. Jadilah itu produk hanya menjadi pajangan di kamar saya.

Hingga pada suatu hari saya kehabisan facial foam untuk ritual pembersihan wajah. Kebiasaan saya sebelum bekerja memang bersih-bersih wajah dulu. Tapi ini habis..lalu bagaimana? Suatu kebiasaan kalau tidak dikerjakan rasanya memang ada yang kurang, begitu ceritanya.

Begitu saya menemukan NIVEA MEN Creme saya baca terlebih dahulu fungsi dari produk. Di sana tertulis, “Dibuat khusus untuk pria, cocok untuk penggunaan di wajah, bibir, badan, dan tangan”.

Awalnya saya cium-cium terlebih dahulu produknya. Dari balik krim tersebut tercium aroma maskulin yang khas. Saya kira tadinya ini bedak cair; ya, kalau pun bedak cair setidaknya ada aroma maskulin di dalamnya. Makanya saya “tancap gas” saja dengan memakai itu krim.
Sisa Pemakaian NIVEA MEN Creme. Dok.Pri
Namun begitu saya pakai NIVEA MEN Creme, wajah saya langsung terasa lembab. Ada sensasi berbeda kala memakai NIVEA MEN Creme dibandingkan pembersih wajah biasa. Produk ini diformulasikan khusus untuk menutrisi dan melembabkan kulit lewat kandungan Vitamin E maupun perlindungan dari sinar matahari dengan fitur filter UV.

Selesai mengaplikasikannya, wajah saya tampak cerah tapi TIDAK kinclong berlebihan, atau berminyak seperti menggunakan bedak cair. Kulit juga tidak terasa kering dan berat. Maka saya berjalan keluar menuju kantor dengan ringan, karena kebutuhan perawatan kulit wajah saya sudah teratasi.
Me and NIVEA MEN Creme. Dok.Pri

Kandungan Vitamin E pada NIVEA MEN Creme memang berfungsi sebagai anti-oksidan yang dipercaya mampu mencegah kerusakan kulit, mengurangi inflamasi, membantu produksi kolagen, melembabkan dan meningkatkan elastisitas kulit. Fitur filter UV-nya mengurangi resiko terbakar sinar matahari dan menjaga kulit terlihat lebih cerah.

Di hari berikutnya, penggunaan NIVEA MEN Creme saya menjalar hingga ke leher, tangan, dan kaki. Menggunakan NIVEA MEN Creme ke bagian-bagian tersebut memang efektif membersihkan kulit tubuh saya.

Rasanya berbeda dengan menggunakan body lotion yang masih menyisakan lengket di badan. Kalau produk ini justru tidak meninggalkan lengket. Alhasil, penggunaan NIVEA MEN Creme tidak meninggalkan masalah meski dalam kondisi berkeringat.

NIVEA MEN Creme dan Air Wudhu

NIVEA MEN Creme selalu ada di tas kerja saya. Di kantor memang memiliki pendingin ruangan yang tidak menyebar secara menyeluruh, sehingga mesin kipas angin digunakan sebagai tambahan penurun suhu ruangan. Dinginnya kebangetan lah.
Dok.Pri


Lalu saya mulai memperhatikan salah satu teman kerja saya. Ini orang terlihat tua karena lebatnya bulu-bulu di wajah. Selain itu, di beberapa bagian wajahnya terdapat busik, atau sisa-sisa kulit kering yang mengelupas. Kalau ditanya, “lu suka bebersih muka, kagak?” Jawabannya selalu, “Air Wudhu udah cukup buat membersihkan wajah ini.”

Pada akhirya dia mengaku menggunakan pembersih wajah. Saya pun menjelaskan kalau salah satu bahan pembersih wajah itu ada detergen-nya meski sedikit. Makanya ada busa-busa saat diusap, dan terasa kering sehabis digunakan.

Saya pun menyarankan agar ini orang pakai NIVEA MEN Creme. Saya kasih satu kepada dia sebelum pulang kerja agar saya bisa melihat hasilnya di hari kerja setelahnya.

Benar saja! Busik-busik pada wajahnya langsung hilang, dan ia merasa kulit wajahnya terasa lembab dan ringan.

Sisa-sisa kulit kering yang mengelupas di wajahnya lebih banyak berada di area jenggot dan jambangnya. Bagian tersebut sangat anti buat dia cukur. Maka dari itu, NIVEA MEN Creme dia gunakan juga pada bulu-bulu di bagian jambang dan jenggot. Kalau saya perhatikan dalam seminggu ini, rambut-rambut yang terdapat di bagian tersebut tidak mengalami kerontokan atau apapun. Aman lah, istilahnya.

“Jadi gimana bro, setelah lu pakai?” tanya saya kepadanya.

“Bagus bro! Malahan, saudara sepupu gua yang datang ikutan pakai ini krim,” jawabnya penuh percaya diri.


Popular Posts