Navigation Menu

featured Slider

Featured Post

Random Post

Jangan Resign Kerja Saat Memulai Usaha Mikro-Kecil. Ini Alasannya!

Usaha mikro-kecil penting dibangun ketika kita masih berstatus pegawai di lembaga, instansi, atau perusahaan lain. Dagangan kita tersebut dapat membantu keuangan keluarga berputar sehingga mengkapitalisasi pendapatan.

Pernah suatu saat saya hendak fokus berwirausaha dengan meninggalkan pekerjaan. Hal ini menjadi perhatian teman-teman kerja saat itu. Mereka pun memberikan saran yang sangat penting, bahwa meninggalkan sumber nafkah utama dengan menjadi wirausaha justru merupakan tindakan blunder yang justru dapat mematikan usaha itu sendiri.

(Ilustrasi) Kondisi resign saat baru memulai usaha.

Hal itu saya sadari justru ketika masa pandemi datang. Saya menjadi bagian dari program pengurangan karyawan. Mau tidak mau, usaha yang baru sebulan saya bangun itu menjadi tumpuan hidup.

Ketika saya masih mendapat gaji bulanan, saya dapat mengatur keuangan antara kebutuhan keluarga dengan kebutuhan usaha. Tapi semenjak kehilangan pekerjaan, kondisi keuangan saya pincang.

Maka benarlah saran teman kerja saya itu. Sekiranya saya terburu-buru keluar kerjaan, hasil mengenaskan akan saya telan. Saya kemudian mendapat kompensasi dari pihak lembaga tempat saya bekerja. Saya mendapatkan dua bulan gaji plus bonus tahunan. Dengan modal tersebut, saya masih bisa bertahan menjalani usaha retail produk herbal.

Herbal Gayo, nama usaha mikro-kecil saya itu belum memiliki pelanggan tetap saat itu. Usahanya dibidang kesehatan berbahan herbal dan alami. Saat pandemi, banyak orang mencari produk tersebut untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Di lain pihak, toko saya itu dapat beroperasi justru di kala banyak usaha dipaksa tutup untuk menekan terjadinya penularan secara masif Covid-19. Hal ini dikarenakan Herbal Gayo adalah usaha yang diperbolehkan berjalan untuk memudahkan masyarakat mengakses obat-obatan.

Herbal Gayo adalah toko herbal yang berjalan semenjak 4 (empat) tahun lalu. Teman saya yang menjalaninya. Di tahun 2020 ia hendak kembali ke kampung halaman. Maka saya mengambil alih bisnisannya tersebut.

Toko Herbal Gayo (Dokpri)

Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pendapatan Herbal Gayo mengalami penurunan di masa pandemi. Namun kondisi keuangannya stabil karena kebutuhan masyarakat atas kesehatan mereka.

Menjaga kondisi keuangan toko sangat penting karena berdampak langsung kepada keuangan keluarga. Saya butuh sebuah pencerahan terkait mengelola keuangan secara bijak. Maka saya mengikuti kegiatan acara webinar ‘Ngopi Bareng Bang Amar’ yang diselenggarakan oleh Tunaiku-Amar Bank (20/3) lalu.

Program edukasi yang juga bagian dari Tanggung Jawab Sosial atau CSR perusahaan ini merupakan forum untuk berbagi pengetahuan dan wawasan tentang berbagai topik yang relevan dengan literasi keuangan kepada komunitas ataupun para pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Adalah Aidil Akbar Madjid yang menjadi narasumber. Beliau merupakan perencana keuangan senior yang memperkuat saran dari teman-teman saya. Salah satunya adalah memisahkan antara keuangan keluarga dengan keuangan usaha.

Di dalam keuangan keluarga terdapat aspek-aspek seperti pemenuhan keinginan, kebutuhan hidup, menabung, dan berinvenstasi. Oleh karenanya, keuangan keluarga berorientasi kepada pengeluaran.

Sedangkan keuangan usaha memiliki aspek penentuan harga jual barang, pembayaran cicilan, menentukan biaya, dan pengaturan cash flow. Oleh karenanya, bisnis kita berorientasi kepada kapitalisasi pendapatan.

Rumus Mengatut Keuangan Bulanan by Aidil Akbar Madjid

Meski usaha saya masih dalam level mikro-kecil, menciptakan kepercayaan konsumen, pembelian berkelanjutan, hingga mendapatkan pelanggan tetap adalah keharusan. Namun lagi-lagi, bahwa rencana itu perlu realisasi. Dan, semua itu butuh modal uang yang dikelola secara hati-hati.

Secara umum, Aidil Akbar Madjid berpendapat bahwa literasi keuangan di masyarakat Indonesia secara keseluruhan masih harus terus ditingkatkan. “Masyarakat Indonesia membutuhkan literasi keuangan agar mereka bisa merencanakan keuangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Untuk itu, masyarakat perlu terus diberikan pengetahuan yang mencukupi mengenai berbagai hal yang terkait dengan masalah keuangan, termasuk pengenalan mengenai lembaga jasa keuangan, apa saja produk dan jasa keuangan, fitur-fitur yang melekat pada produk dan jasa keuangan, manfaat dan risiko dari produk dan jasa keuangan,” kata Perencana Keuangan Senior itu.

Bersumber dari sana kemudian saya berpikir bahwa modal tambahan adalah sesuatu yang pasti saya temui. Hal yang tidak dapat terhindarkan oleh pelaku usaha mikro seperti saya.

Mulai dari sekarang saya putuskan wajib memiliki referensi lembaga keuangan atau sumber modal lainnya yang dapat dipercaya. Ini keharusan. Penting kiranya mengantisipasi usaha saya berada di ambang krisis dengan memiliki informasi dan relasi yang kuat dengan lembaga-lembaga tersebut.

Pada sesi webinar berikutnya presentasi dibacakan oleh Coordinator Referral  Program Tunaiku - Amar Bank, Ghaida Nuris Tsara. Menariknya adalah di saat lembaga-lembaga keuangan mencari peminjam dalam jumlah besar, Amar Bank memberikan kesempatan bagi pelaku usaha mikro-kecil mengakses bantuan modal.

“Amar Bank hadir untuk memberikan berbagai solusi layanan keuangan yang dibutuhkan masyarakat dalam mengatasi permasalahan keuangan. Untuk itu, selain terus berinovasi dalam meningkatkan layanan perbankan digital yang cerdas (intelligent) serta memperkenalkan produk dan layanan baru yang menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia sehingga dapat membantu mengubah hidup mereka menjadi lebih baik, Amar Bank juga terus mendorong agar masyarakat agar melek keuangan melalui berbagai kegiatan edukatif tentang literasi keuangan sehingga komitmen kami tersebut dapat terwujud,” jelasnya 

Melalui platform pinjaman online “Tunaiku”, PT. Bank Amar Indonesia Tbk, memberikan solusi finansial bagi masyarakat yang kurang mendapatkan layanan atau belum mendapatkan layanan sama sekali dari lembaga keuangan formal.

Prasyarat Peminjaman "Tunaiku" by Amar Bank

Jumlah pinjaman yang ditawarkan mereka mulai dari 2 juta hingga 20 juta rupiah dengan jangka waktu hingga 20 bulan masa pengembalian. Pinjaman ini pun dijamin tanpa agunan atau jaminan. Cukup menggunakan KTP atau identitas lainnya, pengajuan akan diproses.

Sebagai bentuk legalitas, “Tunaiku” terdaftar di lembaga penjamin OJK. Mereka juga mengklaim telah membantu hingga lebih dari 150 ribu customer. Total pinjaman produktif yang telah digelontorkan Amar Bank mencapai hingga 4,7 trilyun rupiah.

Sejauh ini, layanan keuangan digital "Tunaiku" telah diunduh oleh hampir 5 juta pengguna sejak pertama kali diluncurkan tahun 2014 dan telah memberikan manfaat kepada lebih dari 400 ribu masyarakat di Indonesia,

Dengan demikian, Amar Bank melalui “Tunaiku” berupaya menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan keuangan nasabah, terutama di tengah masa pandemi.

Nonton “Tenet” Tanpa Overthinking, Ini Caranya!

 Nonton film “Tenet” sambil bawa makanan banyak-banyak ke dalam studio biar asyik? Percayalah kawan, itu tidak akan berhasil.

 “Tenet” adalah film ber-genre science-fiction tingkat tinggi. Penonton yang dua bangku jaraknya dari saya aja gak bisa habiskan makanannya karena (mungkin) bingung dengan alur ceritanya.

Poster "Tenet" Sumber: Dove.org

Saya sendiri awalnya tidak punya ekspektasi apa-apa saat hendak memilih nonton “Tenet”. Para pengulas sebelumnya menilai film ini sedemikian canggih, sains teknologi tingkat tinggi. Sedangkan saya tipe penonton, yah meski dibilang tidak bodoh-bodoh amat, jujur tidak suka dengan matematika dan fisika. Ini tidak perlu validasi. Tapi saya bangga, karena berani menonton karya yang dibintangi John David Washington dan Robert Pattinson ini.

Oleh karenanya, saya memesan kursi di barisan “C” agak ke tengah di dalam studio 4 sebuah bioskop. Sembari menenangkan diri akan kemungkinan munculnya aksi tak terduga – karena film ini terulas dengan canggih – saya mulai menyiapkan catatan kecil agar tidak kehilangan adegan yang menjadi benang merah cerita.

Sinopsis : Tempo Cepat

Adegan dimulai dengan suasana di sebuah bangunan Opera Nasional Ukraina. Tidak ada dialog, tidak ada basa-basi. Semua orang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Ada yang sibuk mencari kursi, ada sekelompok pemain orkestra yang melakukan pemanasan, ada beberapa penonton VVIP yang bersiap menyaksikan di balik ruangan berkaca. Dengungan alat musik menjadi pengantar singkat film.

Seiring terangkatnya tongkat dirigen orkestra, sekelompok teroris menyergap dari balik panggung. Sekejap, suasana histeris. Detik berikutnya, kepolisian setempat yang entah darimana datangnya telah siap dengan penyergapan tersebut, dan memanggil orang yang disebutnya “Sang Amerika” untuk memimpin aksi kontra-teroris.

Detik selanjutnya, gas penenang keluar dari sudut-sudut ventilasi gedung.  Para penonton dan pemain orkestra tertidur dan perseteruan tak terelakkan terjadi antara polisi dan kelompok teroris. Baku tembak terjadi untuk menguasai salah seorang VVIP di dalam ruangan berkaca. Selain itu, menyelamatkan penonton yang tertidur dari bom waktu menjadi misi tambahan.

Sang Amerika yang memimpin operasi kontra-teroris sempat mengalami kejadian ganjil. Saat hampir terbunuh akibat fokus membuang bom-bom yang terpasang di kaki kursi penonton, seseorang melindunginya dengan cara yang aneh.

Sebuah peluru ditarik dari tubuh teroris masuk kembali ke selongsong pistol. Seperti proses rewind. Kejadian itu menyelamatkan dirinya di dalam gedung opera, selanjutnya menjadi pengembangan cerita -- yang dikatakan para pengulas film sebagai sains tingkat tinggi.

Resume Nonton “Tenet”

Saya jarang memiliki semangat menonton sebuah film dari detik pertama hingga akhir. Tiap adegan Tenet memilliki tempo yang cepat. Seluruh detik adegannya adalah “daging”. Tidak ada celah untuk mengalihkan perhatian dari layar bioskop, atau penonton akan tersesat dengan jalan ceritanya.

Christopher Nolan memang sutradara cerdas. Mungkin karena itu banyak karyanya mengangkat sains, seperti yang satu ini. Filmnya fiksi namun memperkenalkan teknologi inversi dengan baik. Setidaknya, penonton seperti saya tahu secara definisi bahwa teknologi inversi adalah teknologi yang dapat membalikkan objek entropi.

Cerdas banget, bukan?

Saya cari kata kunci “teknologi inversi” di mesin pencaharian berbahasa Indonesia, tapi tidak menemukan jawaban yang memuaskan. Saya ketik “objek entropi”, ya Tuhan definisinya bikin pusing kepala.

Dipikir secara sekilas, benang merah film ini terletak pada mengubah hasil masa depan dengan masuk ke masa lalu dan mengintervesi kejadiannya. Di film ini, seakan-akan hal itu bisa terjadi.

Menonton Tenet dengan tenang dan tidak terlalu serius menjauhkan saya dari overthinking. Definisi teknologi inversi dan adegan peraganya yang begitu rumit malah membuat saya terhibur. Apalagi akting para pemerannya. To be honest, akting John David Washington, Robert Pattinson, dan Elizabeth Debicki adalah yang terbaik. Begitu juga Kenneth Branaugh sebagai antagonis, the best.

Sepertinya gak perlu IQ tinggi nonton “Tenet”. Saya yakin Christopher Nolan hanya berniat menghibur penonton dengan caranya yang khas. Dan, ia berhasil. Sedangkan saya berhasil menonton karyanya dengan tidak terlalu serius mencernanya.

Tulisan ini pengembangan dari artikel yang terpublikasi di Kompasiana sebelumnya.


Trailer





Paket Lengkap Anime Demon Slayer the Movie Bikin Puas Jalani Hidup

Paket lengkap sebuah film setidaknya memiliki 9 (sembilan) unsur. Naskah yang menarik, orisinalitas, masuk akal, koheren, karakter yang kuat diimbangi dengan akting memadai, alur kisah, keindahan visual, hingga sound yang apik, adalah diantaranya. Dan, semua itu saya dapatkan di sebuah film anime yang baru-baru ini saya tonton.

Anime atau disebut juga animasi versi Jepang tidak akan bisa menggantikan film yang diperankan oleh manusia asli. Namanya imanjinasi tidak pernah masuk akal. Namun karena bentuknya imajinasi, film-film kartun mampu mengembangkan cerita yang dibawanya hingga ke level yang tidak pernah dibayangkan oleh orang sebelumnya.

Para penulis dan sutradara mengisi kekurangan yang dimiliki film imanjinasi dengan tema cerita yang kuat, dan naskah yang berkorelasi dengan seputar kejadian di dunia nyata. Menggambarkan realita dengan karakter imajinasi membuat penonton mempelajari sesuatu hal tanpa perlu digurui.

" Paket Lengkap Anime Demon Slayer the Movie Bikin Puas Jalani Hidup". Sumber : Kompas.com

Seperti halnya karakter Tanjiro Kamado di dalam film anime berjudul Demon Slayer : Kimetsu no Yaiba the Movie yang hidup demi kebahagiaan keluarga. Ia memerangi pasukan iblis yang telah menghancurkan seluruh keluarganya.

Karakter Tanjiro merupakan pemuda yang memiliki hati seluas langit dan dipenuhi kehangatan. Jiwa itu bahkan mampu menuntun pembencinya untuk semangat menjalani sulitnya hidup.

Di dalam kisah layar lebar terbaru, Tanjiro mendapatkan misi bersama kedua temannya Inosuke Hashibira dan Zenitsu Agatsuma di sebuah kereta lokomotif bertenaga uap. Di dalam sana, Kyojuro Rengoku telah menunggu mereka.

Rengoku adalah salah satu Hashira (sembilan pengguna pedang terkuat Demon Slayer Corps) bertipe api. Tanjiro Kamado dan kedua temannya meminta secara sopan kepadanya untuk melatih mereka cakap menggunakan pedang beserta teknik pernapasannya.

Pada waktu bersamaan, seorang kondektur memasuki gerbong yang ditempati keempat anggota Demon Slayer Corps tersebut. Dengan pucat dan lesu, sang kondektur meminta karcis mereka dan melubanginya. Beruntun kemudian dua ekor monster menyerang penumpang kereta.

Tanpa disadari, penyerangan itu hanyalah sebuah pengalih perhatian. Kehadiran kondektur sebelumnya menjadi kunci bagi demon berkekuatan khusus yang berencana membunuh para Demon Slayer Corps melalui mimpi-mimpi indah buatan.

Resume : Paket Lengkap

Seperti yang telah saya bahas sebelumnya bahwa sutradara film anime akan membuat relasi dari kisah imajinasi yang diangkatnya dengan kejadian-kejadian nyata. Haruo Sotozaki, sutradara Demon Slayer : Kimetsu no Yaiba the Movie : Mugen Train merelasikan filmya dengan kasus bunuh diri dan perundungan.

Melalui aksi Tanjiro Kamado dan Kyojuro Rengoku melawan rencana busuk para demon, penonton seperti saya melihat wujud kasus bunuh diri dan perundungan tersebut seakan-akan hidup melalui serangan para monster.

Yang menarik perhatian saya adalah karakter Kyojuro Rengoku yang mirip dengan Minato Kamikaze dalam serial Naruto. Sensasi kontemporer di dalam anime Demon Slayer diakui menciptakan keterbaruan cerita dengan menggabungkan beberapa unsur anime lain seperti Attack on Titan, Naruto, dan My Hero Academia (tix_id).

Kyojuro Rengoku dan Tanjiro Kamado. Sumber : Pikiran Rakyat

Saya merasa yakin kekuatan anime ini menjadi film terlaris sepanjang masa di Jepang karena naskahnya yang apik. Kisah yang sederhana menjadikan saya - yang tidak pernah mengikuti serial ini sebelumnya - tak kehilangan minat. Kisah film ini mudah dimengerti dan membuat saya semakin penasaran.

Film anime ini juga memiliki adegan twist yang begitu dramatis. Bahkan, anime ini memiliki adegan campur aduk, dari yang membuat sedih, gembira, terharu, menegangkan, dan membangkitkan semangat sekaligus gregetan.

Hampir dua jam menonton film ini kesan yang diberikan begitu mendalam. Nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya seakan relevan dengan kondisi sosial-politik yang tengah dihadapi negeri ini (padahal anime dari Jepang, ya). Seakan, kisahnya mengandung pesan universal.

Seperti halnya tanggung jawab besar sebagai orang tua untuk menyiapkan keturunan kuat yang mampu melindungi kaum lemah. Bahwa kejahatan akan selalu mencari kesempatan di dalam kegelapan demi membunuh dan memanipulasi kebenaran.

Bahwa kejahatan akan memanfaatkan mimpi-mimpi indah untuk mencelakai antar manusia. Bahwa kebenaran akan meladeni intrik kejahatan kapanpun dan dimanapun mereka menampakkan diri. Struktur ini yang dibangun sang sutradara film anime Demon Slayer sehingga tercipta adegan-adegan yang koheren.

Bagi saya, Demon Slayer : Kimetsu no Yaiba the Movie : Mugen Train adalah film whole package (paket lengkap). Keindahan visual dan audionya terjaga, alur kisahnya terbangun secara orisinal, dan meski aktingnya diwakilkan oleh karakter kartun, nilai-nilai moral film ini berkorelasi dengan kondisi kekinian.

Terakhir, saya akan memulai lanjutan kisah film ini dari awal serialnya, yang kata teman saya sangat mengharu-biru.




Kegelisahan Generasi 90an, Sebuah Resensi Film

Kegelisahan adalah makanan bagi rasa sepi. Keadaan di mana tidak ada lagi yang dapat dijadikan tempat untuk berbagi dan terisolasi akibat ketidakhadiran seseorang untuk saling memahami. 
Kegelisahan adalah makanan sehari-hari rasa sepi yang dipertontonkan oleh karakter di dalam film "Generasi 90an: Melankolia. Sumber : Facebook

Secara harfiah, kesepian adalah suatu reaksi emosional dan kognitif berbentuk kegelisahan subjektif, yang dirasakan pada saat suatu hubungan sosial kehilangan ciri-ciri pentingnya baik secara kualitatif maupun kuantitatif (Rahman : 2013).

Ciri-ciri kegelisahan akibat rasa sepi ditunjukkan dengan keinginan melakukan hal-hal nekat, cepat merasa jenuh, menjauh dari lingkungan sosial sehingga tampak tak bersahabat, mudah dilukai secara emosional, hingga ke tingkat mengutuk diri sendiri.

Berbagai indikator rasa sepi itu kemudian disajikan dalam  sebuah karya sinema layar lebar berjudul Generasi 90an : Melankolia. Film yang disutradarai dan ditulis langsung oleh M. Irfan Ramli itu mengilustrasikan karyanya dalam tone gelap penuh kehampaan.

Sinopsis: Awal Kegelisahan

Indah (Aghniny Haque) yang lahir sebagai gadis over-active menjadi penyatu keluarga. Ia menjadi kebanggaan ayah dan ibu. Ia juga role-model bagi adiknya, serta menjadi sahabat terpercaya bagi Sephia, temannya. Indah bahkan rela mengatur kembali jadwal wawancara kerjanya demi menghadiri kelulusan sang adik, Abby, yang diperankan oleh Ari Irham.

Singkat cerita, Indah diterima bekerja di lembaga kemanusiaan. Ia berangkat menggunakan pesawat yang beberapa jam setelahnya hilang dari pantauan radar. 

Kecelakaan pesawat itu berdampak kepada kondisi mental orang-orang terkasih. Bangunan kekerabatan yang dibangun Indah mengalami goncangan hebat, terutama bagi Abby yang selama ini dekat dengan kakaknya tersebut.

Masing-masing orang yang menjadi bagian dalam kehidupan Indah hidup dalam dunianya sendiri. Berupaya menghapus kesedihan dan menutupi kegelisahan dengan pura-pura bersikap tegar. Dipengaruhi depresi, tindakan tiap karakter berdampak pada tindakan karakter lainnya. Maka, kekusutan cerita pun dimulai. 

Tembang Memori Jelang Milenium

Sebagaimana judulnya, “Generasi 90an: Melankolia” menyajikan segala hal yang populer di era menjelang tahun milenium. Mulai dari perkakas, perangkat elektronik, hingga dunia hiburan, dan karya lagu anak bangsa hadir di sini. 

Tembang “Begitu Indah” yang dipopulerkan oleh Band Padi, “Sephia” dari Sheila on 7, dan “Cinta Kan Membawamu Kembali” dari Dewa 19, mampu menggerakkan mood penonton. 

Ketiga lagu kenangan zaman 90-an itu menjadi tema dari masing-masing plot, dan mewakili tiap kejadian di dalamnya. Terutama lagu "Sephia" hasil aransemen ulang yang tampak klop dengan adegan yang diiringinya.

Film lokal pertama yang ditayangkan semenjak tutupnya bioskop akibat pandemi itu minim air mata. Kesedihan diekspresikan melalui gerak tubuh dan mimik wajah. Sang sutradara mengekspos habis-habisan tiap karakternya dengan extreme close-up seakan kesedihan itu terjadi dekat di depan mata penonton.

Resume

Lagu kenangan 90-an dan ekspresi kegelisahan dari para aktornya memberi bekas tersendiri di sepanjang satu jam tiga puluh satu menit pemutaran. 

Tapi setidaknya saya dapat menilai bahwa film adaptasi buku karangan Marchella FP ini bukanlah film keluarga. Karena film ini tidak mengeksplorasi mental sang ayah yang kehilangan pengaruh sebagai kepala keluarga, atau sang ibu yang larut dalam kegelisahan. 

Tayang bertepatan pada Hari Ibu, film ini justru mempertontonkan Abby yang tengah mengalami pubertas di tengah upayanya memenuhi kekosongan jiwa akibat kematian sang kakak. 

Penonton seperti saya selalu menanti-nanti alasan kenapa sesuatu terjadi di dalam setiap adegan film drama. Dan masalah pubertas di dalam film ini cukup saya mengerti untuk menerka-nerka kemungkinan yang terjadi di adegan berikutnya. 

Semoga industri film Indonesia makin kuat meski masa pandemi tampaknya belum terlihat akan berakhir. 

Trailer



Membuat Desain Baju Kaos Berlogo Perusahaan, Simak Tipsnya

desain baju kaos

Saat ini banyak startup atau bisnis rintisan yang menerapkan dress code casual bagi karyawan. Salah satu bentuk seragam yang umum adalah baju kaos dengan logo perusahaan.
Penggunaan baju kaos bagi seseorang akan menunjukkan nuansa yang sedikit non-formal, namun dalam hal bekerja terbukti bahwa karyawan mampu lebih produktif.
Selain itu, kaos bagi perusahaan berguna juga untuk alat promosi yang diberikan kepada konsumennya. Dengan tujuan agar konsumen tersebut tetap loyal terhadap brand perusahaan.
Namun dalam membuat desain baju kaos tidak boleh sembarangan. Karena baju kaos tidak hanya sekedar untuk penampilan, tetapi bisa menjadi sarana promosi yang efektif.
Maka dari itu, desain baju kaos harus dibuat dengan memadukan seluruh unsur-unsur dalam pembuatannya. Mari kita simak tips membuat desain baju kaos berlogo perusahaan berikut ini.

Desain Baju Kaos Harus Memiliki Keunikan

Desain baju kaos yang unik berarti berbeda dengan desain yang telah digunakan oleh perusahaan kompetitor. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi keunikan desain baju kaos tersebut, antara lain:
  • Kesinambungan atau cocok digunakan dalam waktu yang cukup lama.
  • Fleksibilitas atau bisa digunakan pada segala momen di perusahaan.
  • berkarakter khusus atau tidak ada unsur meniru/menjiplak (plagiat) dari perusahaan kompetitor sejenis.
  • Modifikasi atau mudah diperbarui sesuai perkembangan zaman dan tren terkini.

Desain Baju Kaos Harus Sejalan dengan Visi/Misi Perusahaan

Untuk membuat desain baju kaos yang sangat bermakna, perusahaan harus memasukkan visi dan misinya dalam desain baju kaos tersebut. Adanya visi dan misi yang sejalan akan membuat karyawan merasa bangga memakai kaos tersebut dan mau melakukan yang terbaik untuk perusahaannya.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menyisipkan logo perusahaan atau slogan perusahaan pada desain baju kaos yang dibuat. Biasanya, logo perusahaan diletakkan di dada dan slogan perusahaan berada di bagian punggung baju kaos. Bagi baju kaos yang dengan desain kantong (saku) logo dapat disematkan pada kantong tersebut. 
Ukuran logo perusahaan sangat penting agar terjadi keselarasan desain baju kaos yang akan dibuat nantinya. Desain yang dibuat sebaiknya tidak terlalu menonjol dan tidak terlalu tersembunyi.
Sedangkan slogan perusahaan harus memperhatikan pilihan font baik jenis font, ukuran, dan warna. Pemilihan warna harus sejalan dengan warna desain grafis perusahaan pada umumnya.
Dengan pemilihan warna yang tepat, maka logo perusahaan dan slogan perusahaan tersebut dapat membuat desain baju kaos sejalan dengan visi dan misi perusahaan.

Desain Baju Kaos Harus Kreatif

desain baju kaos
Faktor kreativitas berperan sangat penting dalam meningkatkan kualitas desain baju kaos perusahaan. Modifikasi desain baju kaos harus dilakukan dengan bijak sehingga desain yang dihasilkan unik dan kreatif.
Kreativitas sangat erat hubungannya dengan teknik untuk mewujudkan ide-ide sehingga mendapatkan hasil maksimal atau sesuai dengan yang diharapkan. 

Desain Baju Kaos Harus Up to Date

Desain baju kaos yang up to date berarti mengikuti dan beriringan dengan perkembangan tren desain terbaru.
Perusahaan dituntut untuk bisa terus mengikuti tren serta mencoba menerapkan gaya baru. Desain baju kaos yang up to date akan membuat suasana keseragaman menjadi lebih fresh dan menarik.
***
Untuk membuat sebuah desain baju kaos sendiri, Anda dapat melakukannya dengan memperhatikan syarat-syarat tersebut di atas. Anda dapat menggunakan alat bantu desainer baik secara sederhana maupun dengan cara yang lebih canggih seperti penggunaan software dan teknologi digital.
Namun, membuat desain baju kaos bukanlah pekerjaan yang mudah, karena harus dilakukan oleh orang-orang yang kompeten dalam bidang desain grafis. 
Pekerjaan desain baju kaos selayaknya dilakukan oleh orang-orang yang terbiasa dan profesional dengan pekerjaan desain grafis. Maka dari itu, percayakan kebutuhan desain baju kaos berlogo perusahaan Anda hanya pada Sribu.
Sribu, sebagai startup yang bergerak di bidang desain grafis profesional merekomendasikan kepada Anda untuk membuat desain baju kaos perusahaan secara online dengan menggunakan jasa desain baju online yang tersedia pada platform Sribu. 
Platform Sribu menyediakan banyak pilihan jasa desain grafis segala kebutuhan desain grafis perusahaan Anda. Dapatkan segera informasi, promo, dan penawarannya hari ini.

Pendidikan Indonesia Antara Adab, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Digital

Adab mendahului ilmu. Ini merupakan sebuah ungkapan bahwa sebelum mempelajari ilmu pengetahuan, seorang pelajar semestinya mengedepankan akhlak yang baik. Dan, itu yang dilihat Ade Erlangga, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, yang mulai memudar pada saat ini. 
Ade Erlangga,Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (tengah) sedang memberikan materi terkait strategi pendidikan Indonesia bersama para blogger di perpustakaan Kemdikbud (3/12). Dok Pri.

Di dalam pemberitaan media massa banyak kita saksikan seorang murid yang menganiaya gurunya, bahkan pernah terjadi pembunuhan kepada seorang guru oleh oknum murid hanya karena tersinggung atas teguran merokok di kawasan sekolah. 

Di saat bersamaan, ada pula kasus orang tua murid menganiaya seorang guru dikarenakan tidak terima perlakuan guru tersebut kepada anaknya. Kasus ini menunjukkan banyak hal, salah satunya adalah kesalahan yang secara umum terjadi bahwa pendidikan dinilai sebagai aktivitas transfer ilmu belaka, sebuah aktivitas yang dilihat dari sudut pandang materialistik. 
Suasana kegiatan literasi Pekan Perpustakaan Kemdikbud 2019 bersama narablog (3/12). Dok Pri.


Pada kegiatan literasi Pekan Perpustakaan Kemdikbud 2019 kemarin (3/12), Ade Erlangga menjelaskan bahwa pembentukan karakter murid menjadi fokus utama di dalam pendidikan. Murid sejatinya menjadi aset yang seharusnya dapat mengukir sejarah dan lingkungannya. 

Maka dari itu, pendidikan selayaknya dilihat dalam perspektif pembentukan karakter para pencari ilmu, dan bukan sekedar mengejar pengetahuan, atau status semata. 

Sebagai perbandingan, Ade Erlangga memberikan contoh negara Jerman yang memberikan gaji terbesar kepada profesi guru. Karena bagi mereka, guru merupakan garda terdepan yang siap mentransformasi nilai-nilai karakter bangsa. 

Tidak ada yang meragukan Jerman sebagai negara penghasil teknologi terbesar di dunia. Namun, sekelas negara eropa tersebut, mereka justru sangat peduli dengan pendidikan karakter generasi bangsanya. 

Peran guru menurut Ade Erlangga tidak dapat digantikan oleh teknologi digital manapun. Hal ini dikarenakan proses penanaman nilai-nilai karakter bangsa membutuhkan interaksi tatap muka langsung antara guru dan murid, juga dibutuhkan apresiasi, serta konsultasi. 

Pendapat Ade Erlangga ini diamini M. Hasan Chabibie, Kepala Bidang Pengembangan Jejering, Pustekkom, Kemdikbud, yang menyatakan teknologi hanya sebagai alat bagi dunia pendidikan. Peran guru tetap penting dalam mendidik karakter bangsa. 

Manusia menjadikan manusia lainnya sebagai contoh berprilaku. Manusia tidak akan mampu mencontoh mesin robot. Oleh karenanya, ada lima nilai karakter utama yang hendak dibangun oleh Kemdikbud, di antaranya : gotong royong, religius, integritas, mandiri, dan nasionalis. 

Fungsi dari teknologi digital hanya untuk mempermudah akses penanaman nilai dan transfer ilmu menjadi lebih mudah serta cepat. Tersebar hingga ke pelosok-pelosok pedalaman Indonesia melalui Palapa Ring yang mengangkasa di garis khatulistiwa. 

Memang masih banyak tantangan dari dunia pendidikan di Indonesia. Mulai dari human capital quality, technology readiness, hingga infrastuktur. Atas kegelisahan ini diharapkan pemberitaan mengenai proses pengembangan pendidikan Indonesia terpublikasi demi hadirnya gagasan-gagasan positif, bukan layaknya pemberitaan politik yang memandang berita buruk adalah berita baik. Hal ini diungkapkan langsung Ade Erlangga di Perpustakaan Kemdikbud, Senayan, kemarin. 



Pengalaman Tunaikan Zakat Hingga Kemudahannya Di Era Teknologi Digital

Ilustrasi muslim Indonesia
Pengalaman pertama saya menunaikan zakat adalah sebuah rangkaian pengalaman mengenal lebih dalam terkait agama. Bahwa, agama bukanlah bagian dari masalah sosial. Agama adalah sebuah solusi bagi kemanusiaan.

Islam sebagai agama memiliki lima rukun ibadah yang wajib dilaksanakan penganutnya. Diantaranya, sahadat, salat, zakat, puasa, dan haji (bagi yang mampu).


Keempat rukun di atas berkenaan dengan ibadah personal antara penganutnya dengan Sang Pencipta. Hanya satu yang memiliki kaitan langsung dengan isu sosial-kemasyarakatan, yaitu zakat. 

Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia justru menghadapi ketimpangan ekonomi yang sangat besar. 47 persen kekayaan negara terkonsentrasi di tangan satu persen populasinya saja. Artinya, kekayaan tersebut tidak tersebar rata kepada sekitar 280 juta warganya.

Untuk itu, para pemikir bangsa sempat memikirkan masalah ini dan mengajukan kembali rancangan undang-undang terkait zakat yang sempat digagas 50 tahun lalu. 

Terciptanya keadilan sosial salah satunya dengan menghadirkan pemerataan ekonomi kepada segenap warga, dan wadahnya dalam bentuk pengelolaan zakat.

Dalam sebuah cerita terkait rancangan undang-undang zakat di Indonesia, seorang politisi bertanya kepada Didin Hafiduddin (Ketua Umum Badan Amil Zakat periode 2004 – 2015), “Zakat itu bagian dari ibadah, seperti halnya salat dan puasa. Sesuatu yang personal. Kalau dikerjakan dapat pahala; ditinggalkan dapat dosa. Biar saja hal itu jadi urusan Tuhan. Kenapa zakat harus dibuatkan undang-undangnya?

Kira-kira begini jawaban beliau, “Benar bahwa zakat seperti halnya salat dan puasa di bulan Ramadhan. Ada pahala bagi yang mengerjakan, dan dosa bagi yang meninggalkan. Tapi, jika seorang muslim meninggalkan salat dan puasa, hal itu hanya berdampak bagi dirinya sendiri. Sedangkan zakat, jika ditinggalkan tak hanya berdampak pada pribadi, tapi juga pada lingkungan sekitar, seperti kemiskinan, serta problem kemanusiaan dan lingkungan lainnya.

Belajar dari Pengalaman

Perbedaan visi dan misi antara pemerintah saat itu dengan anggota dewan terkait rancangan undang-undang zakat berakhir dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 38 tahun 1999 tentang pengelolan zakat. Buah karya ini menjadi kenangan manis periode pemerintahan B.J Habibie, pasca-reformasi.

Seiring dengan euforia reformasi, tiap masyarakat merasakan nikmatnya dukungan pemerintah atas kebebasan berpendapat, berekspresi, dan berserikat. Begitu juga saya ketika semangat berorganisasi dalam sebuah wadah kegiatan intra-sekolah bernama Rohani Islam (Rohis) sedang tinggi-tingginya.

Pengalaman berorganisasi saat itu tidak semudah sekarang yang terkoneksi langsung via internet. Dahulu, segala sesuatunya dihubungkan secara manual, di mana setiap kajian rutin Rohis dilakukan penuh komitmen.

Tidak ada alarm digital. Tidak ada aplikasi obrolan daring. Tidak ada live-streaming. Tidak ada. Setiap jadwal yang tertulis di atas dinding hanya diingat lalu dilaksanakan. Seandainya sehari saja absen dari kegiatan, pengasuh kami cukup tersenyum dan berkata, “kemarin kamu ke mana?” Itu sudah cukup membuat kami merasa bersalah.

Pada tahun berikutnya, saya lulus dan mulai mendapatkan pekerjaan layak di sebuah perusahaan otomotif nasional. Komunikasi saya beserta teman-teman alumni dan pengasuh Rohis masih tetap berjalan. Beliau kemudian mengingatkan kami tentang menunaikan zakat pendapatan, agar gaji kami senantiasa bersih, sebagaimana zakat itu mampu mensucikan harta dari berbagai macam kesalahan.

Teknisnya, pengasuh kami menjadi perpanjangan tangan salah satu lembaga penghimpun zakat saat itu. Penyalurannya diberikan untuk program penanganan krisis kemanusiaan di tanah air. 


Ada sebuah kebanggaan ketika zakat penghasilan saya telah terpenuhi, yang mengartikan bahwa sesuatu yang telah saya hasilkan dari tangan ini bisa menjadi bagian dari solusi persoalan komunitas muslim di Indonesia.

Pengalaman tersebut hanya berlangsung beberapa bulan saja hingga pada akhirnya saya pindah kerja, dan mulai terpisah dengan alumni lainnya serta pengasuh Rohis kami. Mulai dari momen itu, saya mulai melupakan kewajiban berzakat.

Tahun terus bergulir hingga masuklah teknologi internet melalui konsep bisnis bernama warung internet (Warnet). Saya sibuk bekerja, dan beberapa tahun kemudian memulai kembali pendidikan lanjut di sebuah universitas yang dibangun oleh salah satu yayasan Islam di Jakarta.

Hal ini tak serta merta mengingatkan saya tentang kewajiban zakat. Monitor komputer yang saya kunjungi tak satupun menampilkan desain digital terkait zakat. Mata kuliah yang tersusun di kampus tak satu pun mengakomodir perihal zakat.

Makinlah saya jauh dari zakat.


Kemunculan Memori Terpendam

Pada tahun 2017 saya bekerja di sebuah perusahaan klub keanggotaan yang memberikan fasilitas atas kebutuhan liburan anggotanya. Perusahaan ini menghimpun dana anggota dalam jumlah yang besar, kemudian mengaturnya sedemikian rupa, sehingga perputaran dana tersebut mampu memenuhi kebutuhan liburan mereka.

Uang, uang, uang. Pola pikir kami diatur untuk mengkoleksi, mengolah, dan mendistribusikannya menjadi kesenangan pribadi klien. Kami pun digaji dari proses itu.

Lingkungan kerja kami kemudian membuka kembali kotak memori saya yang lama terpendam mengenai metode menyucikan harta pendapatan bersama zakat.

Saya buka situs pencarian Google, lalu mengetik kata kunci “bayar zakat”. 



Doc by Liputan6


Terbukalah semua pranala terkait Badan Zakat Nasional (Baznas) dan lembaga-lembaga zakat nasional lainnya, seperti Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, dan lain-lain. Saya buka salah satu yang paling saya ingat dan mencari nomor kontak yang tersedia.


Selama aktif di kegiatan organisasi lingkungan sekitar rumah, saya memang sering mengajukan proposal kegiatan khususnya keagamaan langsung ke kantor Baznas, di bilangan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Jumlah yang diberikan oleh Baznas untuk acara keagamaan cukup besar saat itu. Ingatan ini yang mengarahkan saya untuk membuka situs http://baznas.go.id


Mengingat bahwa badan amil zakat berhubungan langsung dengan uang, yang mana tak jauh berbeda dengan pekerjaan yang saya lakukan saat itu, tentunya mereka mengedepankan pelayanan berstandar. Tak ragu pun saya mengontak nomor layanan Badan Amil Zakat Nasional (021- 21393600)
 

Perihal zakat saya tanyakan mulai dari syarat zakat, nishab (jumlah batasan kepemilikan pendapatan pada periode tertentu), hingga teknis pembayaran zakat melalui transfer ATM, dan mobile banking.


Insyaallah, pekerjaan yang saya jalani masih tergolong profesi yang baik dan halal. Secara syarat, gaji yang saya peroleh dapat dikeluarkan zakatnya.

Secara nishab, gaji yang saya peroleh minimal harus di angka Rp 6.530.000,- agar dapat dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5 persen, atau setara dengan Rp 163.250,-. 

Kalaupun tidak memenuhi syarat nishab, pekerja yang bersangkutan masih bisa membayar sejumlah uang kepada Baznas, atau bersedekah untuk kemajuan program mereka, meski kategori pembayarannya sebagai "infak dan sedekah", bukan "zakat".

Bayar Zakat Makin Mudah 

Sepanjang saya berzakat melalui Baznas, sepanjang itu juga kegiatan ibadah sosial saya dipantau langsung oleh mereka. Seperti halnya, keterlambatan pembayaran zakat, atau program-program pemberdayaan mereka senantiasa diinformasikan langsung melalui telepon seluler saya.


Tidak ada rasa keberatan saya atas inisiatif Baznas ini, karena ini merupakan bagian dari ibadah pribadi saya yang berdampak langsung kepada kehidupan sosial kaum muslimin Indonesia.

Setidaknya di zaman yang telah dikuasai teknologi digital ini, pembayaran zakat, infak, dan shodaqoh menjadi sedemikian efisien. Pelayanan yang diberikan oleh Baznas pun berkategori terbaik, karena menggunakan metode dengan standar operasi internasional (ISO).

Di tahun ketika saya memulai kembali tunaikan zakat, kemudahan transfer antar bank dengan menggunakan mobile banking telah tersedia. Saya juga mendapatkan Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ) dari Baznas sebagai bentuk keikutsertaan saya dalam menunaikan zakat. 




Contoh NPWZ


Kemudahan pembayaran tersebut kini semakin beragam seiring berkembangnya aplikasi uang elektronik. GoPay, OVO, Dana, Link Aja, dan lain sebagainya adalah produk e-Wallet yang mulai digandrungi publik karena kepraktisannya. Pembayaran zakat menjadi salah satu kemudahan tersebut.

Para pemikir dan ahli syariat juga dengan cepat mengeluarkan fatwa untuk mengimbangi perkembangan dunia digital yang sangat cepat. Baznas beserta lembaga amil zakat nasional lainnya juga dengan segera merealisasikan fatwa tersebut dengan membuka kerjasama pembayaran zakat bersama perusahaan penerbit uang elektronik yang ada.

Maka sudah saatnya kaum muslimin meningkatkan kesalehan sosial di samping kesalehan pribadi, dengan gemar menunaikan kewajiban berzakat. Allah SWT telah memberikan kemudahan di balik perkembangan zaman yang terjadi kini. Karena zakat kini sudah makin dekat dengan kehidupan kita.

Popular Posts