5 Hari Saja, Jennifer Gray MBE Bersama Pelatih Renang Akuatik Indonesia

Siang itu, langit sangat cerah; komplek Gelora Bung Karno begitu sibuk mempercantik dirinya. Suara raungan mesin dan dentuman logam terdengar di sana-sini. Begitu saya melewati ruas aspal di seberang Jakarta Convention Center, pihak keamanan proyek menegur saya agar tak berjalan terlalu dekat dengan gedung proyek.
Jennifer Gray MBE berpose bersama ke-21 pelatih Renang Artistik Indonesia

"Khawatir kena runtuhan," katanya. Saya pun berjalan agak ke tengah.

Pedestrian GBK Senayan kini terlihat rapih. Kawasannya terlihat lenggang bersama naungan halte berdesain modern.

Saya sedikit berjalan ke arah timur dan menemukan gedung arena Akuatik yang begitu asri.

Saya memasuki halaman stadion bersama celoteh riang burung Jalak. Beberapa ekor daripadanya menjejak di rerumputan. Meski saya dekati, mereka hanya melompat-lompat menjauh, tanpa terbang ketakutan.

Memasuki lobbi, duduk berhadap-hadapan seorang bule dengan sejumlah orang. Berlogat khas Inggris asli, wanita itu memberikan wejangan. Sekelompok orang yang menjadi lawan bicaranya pun mendengarkan secara seksama.
Prosesi coaching coach

Saya datang ke stadion Akuatik GBK dengan tujuan meliput bersama VIVA.co.id, newstainment nomor satu di Indonesia. Selang beberapa saat kemudian, saya pun mengetahui nama perempuan asing itu adalah Jennifer Gray MBE.

Gelar sebagai Member of the Most Excellent Order of the British Empire didapatkannya dari Ratu Inggris. Dedikasi Jennifer selama lima dekade di bidang olahraga renang artistik dianugerahi pihak kerajaan kala perayaan ulang tahun sang ratu yang ke-90.

Pengalamannya sebagai atlit renang artistik dimulai dari tahun 1973. Kini, Jennifer Gray MBE fokus mengembangkan dan melatih cabang olahraga tersebut ke seluruh dunia.

Begitu juga di Gelora Bung Karno Akuatik Center ini; ia sebagai perwakilan federasi renang dunia, FINA, menjadi bagian utama kegiatan bertajuk "FINA Artistic Swimming for Coaches - Jakarta".

Pelatihan ini diikuti oleh 26 peserta yang terdiri dari pelatih, wasit, dan juri, mantan atlit hingga insan pecinta olahraga renang indah. Kepala Bidang Humas PB PRSI (Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia) percaya bahwa coaching clinic yang berlangsung dari 14-18 Juli ini akan meningkatkan kualitas dan kuantitas pelatih renang artistik di berbagai propinsi.

"Mendatangkan Jeniffer Gray sesuatu yang sulit, karena kesibukan sebagai instruktur dan wasit internasional. Kita ingin kedatangannya memberi ilmu kepada seluruh pelatih agar bisa diterapkan di daerahnya masing-masing," tutur Zoraya Perucha.
Jennifer Gray MBE memperhatikan dari jauh para pelatih memberikan arahan kepada binaan mereka

Mantan atlit renang Indonesia itu membeberkan betapa ketatnya kegiatan coaching clinic ini. Lima hari bersama Jennifer Gray dimanfaatkannya baik-baik demi peserta.

Pagi hari, setiap peserta akan mendapatkan teori mengenai renang indah di kelas yang telah dipersiapkan. Begitu memasuki sore, segala yang telah disampaikannya langsung di praktekkan.

Saya menyaksikan sendiri bagaimana telatennya Jennifer Gray memberikan arahan kepada para pelatih lokal Indonesia. Sesaat ia mengumpulkan mereka; sesaat kemudian ia mengawasi mereka dari kejauhan.

Stadion Akuatik yang berkonsep semi-outdoor itu tak mengurangi niatnya melatih. Gema suaranya dibuat sedemikian bertenaga agar dapat didengar oleh pelatih dan anak binaannya. Terkadang ia menggunakan alat peraga, terkadang juga melentingkan tangannya dengan indah agar dimengerti lawan bicara.

Dasar gerakan dari renang artistik adalah senam dan tarian balet. Namun sangat memungkinkan adanya penambahan unsur-unsur lain yang mengusung local content di dalamnya. Perempuan dari Marlow Bottom, Inggris, itu secara penuh mendukung upaya Indonesia mengembangkan olahraga air ini.
Jennifer Gray berbincang dengan calon atlit renang artistik

"Indonesia punya potensi untuk perkembangan renang artistik, karena olahraga ini tidak membutuhkan postur tubuh yang tinggi. Dengan dukungan program latihan yang konsisten akan memberikan hasil yang maksimal," terangnya.

Menurut Jennifer, Indonesia juga memiliki kekayaan budaya yang beragam, dari segi tarian hingga musiknya. Hal itu dapat menjadi kekuatan bagi tim renang artistik apabila dapat dimanfaatkan dengan sebesar-besarnya. Terutama sekali, demi mendukung bersama raihan medali Asian Games Jakarta-Palembang nanti.

Tanggal 18 Juli kemarin menjadi hari terakhir Jennifer Gray bertatapan langsung dengan ke-21 pelatih renang indah dari berbagai daerah di Indonesia. Keesokannya ia akan menikmati wisata bersama sang suami ke Yogyakarta.

Jennifer antusias akan atlit renang artistik Indonesia yang akan berlaga di Asian Games. Namun pembinaan atlit di masa yang akan datang lebih ia pikirkan. Karena menurutnya, Indonesia punya kans memiliki tim terbaik di cabang olahraga ini bersama Cina dan Jepang.

"Setelah Asian Games 2018 ini akan ada atlit-atlit (renang artistik) baru," ia memprediksi.

Pesan terakhirnya adalah agar para pelatih mulai mempersiapkan program yang terbaik untuk mereka. "And have fun to start (coaching)".

Komentar

nursaidr mengatakan…
Wuih ketemu. Semoga kedatangan beliau jadi penambah energi dan pengalaman baru ya buat para atlet indonesia.. keren!
kornelius ginting mengatakan…
Semoga ke depannya melalui kehadiran beliau selain menambah pengalaman dan wawasan juga semangat untuk terus berprestasi bagi atlit akuatik kita ya

Postingan Populer