Navigation Menu

PERPADUAN ASUS ZENBOOK UX410 & INTEL CORE i7 MENJADIKAN NOTEBOOK SETARA DESKTOP










Salah satu merek teknologi dengan penjualan terbesar di Indonesia, Asus, menjalin kerjasama dengan Microsoft itu berita yang besar bagi saya. Bagaimana tidak, Microsoft adalah perusahaan yang begitu memuja teknologi dan mendoktrin para pegawainya akan hal tersebut. Kalau tidak percaya datang saja berkunjung ke kantor Microsoft Indonesia, di lantai 18 dan 19 gedung BEJ, Jakarta.
Inti falsafah Microsoft memang tentang teknologi. Mereka percaya bahwa teknologi adalah jawaban dunia ini untuk memecahkan persoalan yang di hadapi manusia zaman now. Karenanya, perusahaan yang didirikan Bill Gates ini mampu menciptakan inovasi terbaru dalam perangkat kerasnya yang diberi nama Processor #Intel Core i7.
Perlu diketahui, Intel Core i7 didukung dengan teknologi Nahalem Mikroarsitektur 45 nanometer yang mampu meningkatkan efisiensi energi dan menghasilkan kinerja yang lebih besar dan daya pada komputer/notebook. Setiap inti core yang terdapat di dalam prosesor-nya terintegrasi serta memungkinkan sirkuit berakselerasi sangat cepat sehingga menghasilkan kualitas sinyal yang lebih baik dan memproses segudang data untuk pekerjaan multi-tasking.
Coba bayangkan, anda punya pasangan hidup di rumah yang memiliki delapan tangan yang mampu mengerjakan banyak hal, seperti memasak, mengangkat telepon, mengurus anak, menyetrika, membersihkan rumah, dan lain sebagainya dalam kecepatan tinggi dalam satu waktu. Seperti itulah analogi Processor Intel i7 jika disematkan ke dalam diri manusia. Karena prosesor generasi ke-7 ini mampu memaksimalkan kinerja diri dengan memanfaatkan bagian-bagian yang tersedia yang dikenal sebagai Hyper-Threading (HT).
Bagaimana jika Processor Intel i7 itu disematkan ke dalam sebuah notebook? Jangan tanya lagi, sudah dapat dipastikan performanya akan setara dengan desktop.
Biasanya, di dalam notebook yang tersemat Core i7 memiliki VGA khusus. Hal ini akan memanjakan para gamer dan pengguna aplikasi grafis seperti desiner, ilustrator, videografer, serta pecinta performa tinggi lainnya dalam beraktivitas di depan monitor gawai.
Untuk itulah, Asus bekerjasama dengan Microsoft mengeluarkan seri notebook ZenBook UX410. Performa notebook ini memiliki ciri khas tersendiri. Disematkan bersama processor Intel i7, menjadikan Asus ZenBook UX410 memiiki mobilitas yang tinggi.



Gadget ini bertipe ZenBook karena masuk dalam kategori notebook berpenampilan premium. Layar 14 inchi-nya memiliki tampilan Full High-Definition. Rahasia sebenarnya adalah pada bezel ultra tipis 6mm, yang tidak hanya membuatnya mampu memasangkan layar yang lebih besar, tetapi juga tampilan tanpa gangguan saat sedang membaca, melihat foto, maupun menonton video. Kerapatan layar Asus ZenBook UX410 adalah 276 pixels per inchi membuatnya mampu merefleksikan detail gambar terkecil setajam jarum dan sebening kristal.
Demi mendukung kinerja prosessor, Asus pun memperkuatnya dengan RAM sebesar 16 Gigabyte DDR4 213 Mhz dan NVIDIA ® GeForce® 940MX hingga mampu memainkan video dan game tanpa hambatan berarti. Hal ini sudah sangat tepat, karena kehebatan processor Intel i7 memang harus didukung dengan perangkat tambahan dengan spek yang tinggi. Gadget yang dirilis Asus ini tidak diragukan lagi mampu bekerja secara maksimal.
Kreasi itu tanpa batas. Sebagai konsekuensinya, para generasi muda kreatif memerlukan notebook yang mampu menyimpan hasil-hasil karya mereka secara gila-gilaan. Tetapi jangan khawatir, Asus ZenBook UX410 didukung dengan 1Terabyte harddisk (HDD) dikombinasikan dengan 128 GB solid-state disc (SSD) yang mampu menyimpan sekaligus memuat file-file dan dokumen yang sangat besar. Pastinya, bukan hardisk biasa. #ASUSxIntel
Konektivitas ke perangkat lain pun bukan masalah bagi Asus ZenBook UX410. Dilengkapi reversible port USB tipe C revolusioner memberikan akses kecepatan tinggi terhadap perlengkapan lain bekinerja sama. Port HDMI-nya menghubungkan notebook ke monitor TC atau proyektor tanpa kendala berarti. Dengan demikian, kegiatan multi-tasking dapat dilakukan semaksimal dan seefisien mungkin. Perlu diingatkan kembali, processor yang terdapat di dalam ZenBook UX410 yang menjadikannya mampu bekerja tanpa membuang energi berlebihan.
Selain kehebatan perangkat kerasnya, notebook keluaran Asus ini juga ramah terhadap mata si pemakainya. Asus ZenBook UX410 memiliki mode Eye Care yang mampu mengurangi emisi lampu biru hingga 30 persen sehingga mata kita akan selalu terlindungi dari paparan sinar yang dipancarkan display LCD.

Komplit, dah ya, apalagi dengan adanya garansi selama 2 tahun jika terjadi kerusakan. Asus ZenBook UX410 dengan Intel Processor Core i7 memang cocok untuk para Creative Millennial sekaligus nyaman di mata.

Sebagai seorang freelancer saya malah tertarik dengan gawai keluaran premium Asus ini, karena seringkali pekerjaan saya berhubungan dengan dunia kreatif, seperti melakukan liputan, mengkreasikan gambar dan editing video. Akan lebih mantap jika sekiranya saya memiliki perangkat yang secara penuh mendukung pekerjaan saya tersebut.

Pernah suatu kali saya melakukan liputan hingga sore hari, dan keesokannya mendapatkan tenggat waktu yang singkat agar artikelnya naik cetak secara online. Seorang jurnalis tentu tau kalau artikel tidak akan maksimal berbicara tanpa adanya bukti gambar. Maka dari itu, peran disain grafis dibutuhkan untuk men-support kerja seorang jurnalis. 

Tapi untuk kondisi saya saat itu berbeda. Saya bertanggung jawab penuh atas media online yang saya tangani, mulai dari mencari bahan berita, mengolahnya menjadi artikel, mengambil gambar, meng-input-nya, sekaligus editing. Dewa banget lah, rasanya. Jadi jurnalis sekaligus disain grafis benar-benar menguras energi.

Saya bekerja dari pagi hingga ketemu maghrib hanya berbekal notebook Asus X401U. Gawai tersebut merupakan teman akrab saya saat menulis skripsi di tahun 2013. Perangkat ini juga seringkali berbagi tugas antara saya dengan saudara-saudara saya di rumah sepanjang hari. Dan kini, notebook tersebut musti diporsir kembali untuk kerjaan peliputan milik saya.

Setelah 4 tahun lebih mengabdikan diri bersama keluarga, Asus X401U ini masih sanggup melayani majikannya meski sudah tidak seoptimal masa-masa melakukan riset akhir kuliah saya kemarin. Dibuat menulis dia sanggup; diajak surfing dia mau; dipaksa edit gambar dan video dia lakukan sebisanya. Hingga seringkali, notebook kesayangan kami ini tiba-tiba melakukan re-boot sendiri. Entah kenapa.

Asus keluaran tahun 2012 ini begitu loyal. Saya mencintainya, dan begitu juga ibunda saya. Kemarin beliau ingin menggunakan notebook ini untuk menonton serial sinetron di YouTube. Alamak!

Maka dari situ saya kepikiran untuk mempersaudarakan Asus X401U dengan notebook lain. Niatan saya tersebut agar gawai berwarna putih polos ini bisa maksimal menjadi asisten di rumah sedangkan saya dapat memaksimalkan peliputan dengan saudaranya. Saat membaca referensi mengenai ZenBook UX410, saya pun langsung kepikiran kalau notebook tersebut dapat menjadi saudara ideal Asus X401U, sang loyal yang tak pernah mengeluh itu. #ASUSLaptopku



Penasaran seperti apa detail spesifikasi Asus ZenBook U410X incaran saya? Cek tabel di bawah ini. #ASUSLaptopku



Prosesor
Intel® Core™ i7 7500U Processor
Sistem Operasi
Windows 10 Home
Chipset
Integrated Intel® CPU
Dimensi
323 x 223 x 18.95 cm (WxDxH)
Berat
1.4 kg with Battery
Memori
8 GB DDR4 2133MHz SDRAM Onboard Memory, 1 x SO-DIMM socket for expansion
Display
14.0" (16:9) LED backlit FHD (1920x1080) Anti-Glare 60Hz Panel with 72% NTSC with 178˚ wide-viewing angle display
Grafis NVIDIA GeForce 940MX , with 2GB GDDR3 VRAM
Storage
Hard Drives: 1TB 5400RPM SATA HDD
Solid State Drives: 128GB SATA3 M.2 SSD
Keyboard
Chiclet keyboard
Optional Illuminated Chiclet Keyboard is available
Card Reader
Multi-format card reader (SD/SDHC)
WebCam
HD Web Camera
Jaringan
Wi-Fi  Integrated 802.11 AC
Interface
1 x COMBO audio jack
1 x USB 3.1 Type C port(s)
1 x Type A USB3.0 (USB3.1 GEN1)
2 x USB 2.0 port(s)
1 x HDMI
Audio
Support Windows 10 Cortana
ASUS SonicMaster Technology
Adaptor Daya
Plug Type : ΓΈ4 (mm)
Output : 19 V DC, A, 65 W
Input : 100 -240 V AC, 50/60 Hz universal
Sekuritas
BIOS Booting User Password Protection
Security lock
Garansi
2 tahun garansi hardware global. *berbeda di setiap negara



6 komentar:

AMAN MODIF OTOMOTIF BERSAMA BOSCH, SUKU CADANG BERKUALITAS TEKNOLOGI JERMAN

Seiring gencarnya produksi dalam dunia industri otomotif, lahir pula hobi yang dikenal sebagai modifikasi kendaraan atau yang disingkat “modif”. Dimulai pada tahun 1960-an di belahan bumi Eropa, modifikasi kendaraan menyebar ke seantero kota-kota besar.

Persebaran hobi kekinian di bidang otomotif tersebut tidak terlepas dari peran serta kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Akibat kehadiran televisi hingga teknologi internet, tercipta sebuah imajinasi tanpa batas pada diri tiap individu. Ragam kebutuhan dan imajinasi seseorang mengubah pandangan orang atas objek tertentu berdasarkan fungsi dan estetikanya. Untuk itulah, modifikasi otomotif hadir untuk menjawab ketidakpuasaan publik atas kendaraan yang mereka beli. Padahal pabrikan otomotif senantiasa berinovasi demi menjawab kebutuhan para pelanggannya.


Kata Modifikasi merupakan serapan kata dari bahasa Inggris “Modify” yang berarti mengubah; membatasi; mengurangi (John M. Echols). Namun setelah masuk ke dalam kamus bahasa Indonesia, pengertian modikasi berubah arti menjadi perubahan; pergantian atau penambahan sesuatu (KBBI, hal. 653). Secara umum modifikasi otomotif dikenal sebagai perubahan yang dilakukan pada semua jenis kendaraan yang membuatnya berubah kondisi dari awal sedia.

Di Indonesia sendiri, yang dikuasai oleh mobil-mobil pabrikan Jepang, tidak luput dari demam modifikasi kendaraan ini. Hal ini dapat dilihat dengan maraknya kegiatan-kegiatan event, eksibisi, kegiatan lomba, dan lain sebagainya yang berkenaan dengan modifikasi otomotif di berbagai kota besarnya. Melalui kegiatan modifikasi semacam itu, para pecinta dunia otomotif Indonesia dapat menunjukkan kreativitas, inovasi, dan kebebasan berkarya dalam mengekspresikan imajinasi tanpa batas mereka melalui media kendaraan mereka sendiri.

Salah satu contoh kegiatan yang ada di Indonesia adalah Jakarta Custom Culture (JCC) 2017. Kegiatan yang digelar pada bulan Oktober kemarin itu berhasil menyedot perhatian para pecinta otomotif lokal. Namun yang berbeda dari lainnya adalah kehadiran modifikasi truk pabrikan Jepang Mitsubshi.

Satu unit Mitsubishi Colt Diesel tersebut berhasil direkayasa sedemikian rupa hingga menjadi mushola berjalan. Menurut Yulianto Eko Priyono, kepala cabang wilayah Jakarta Wong Solo Group, modifikasi truk ini sengaja dipamerkan agar sekaligus dapat digunakan pengunjung event untuk kegiatan sholat ketika telah masuk waktunya.
Via JakartaCustomCulture.com

Pengerjaannya dilakukan di bengkel milik Wong Solo Group dan di disain sendiri oleh tim mereka. Kapasitas truk-mushola ini mampu menampung 15 orang untuk sholat berjamaah, serta dilengkapi dengan pengeras suara, tempat wudhu. Ke depannya mereka akan bangun toilet berjalan. Interesting.

Demikianlah salah satu contoh hasil modifikasi otomotif yang berhasil dilakukan. Pada dasarnya, kegiatan ini digandrungi oleh anak-anak muda zaman sekarang. Mereka adalah individu-individu kreatif. Gagasan-gagasan mereka fresh dan berbeda dari biasanya. Idealisme mereka kuat yang menjadikan mereka selalu tertantang menciptakan sesuatu sesuai imajinasi dan kebutuhan mereka. Kreatif itu sendiri memerlukan suatu proses. Melalui proses pengalaman, latihan dan mencoba, kreativitas generasi muda pecinta modif terasah dan menghasilkan karya-karya yang dapat dipamerkan di berbagai kegiatan pameran seperti di Jakarta Custom Culture (JCC) 2017 kemarin.

Hal ini bagus karena dapat mempengaruhi para pemuda lain untuk memiliki semangat yang sama. Namun terkadang, mereka lupa menyisipkan faktor keselamatan dalam kreativitas tanpa batas mereka. Sesuatu yang kreatif tetapi tidak memperhatikan unsur safety akan menjadi tidak berguna. Alih-alih menciptakan fenomena malah menghadirkan bencana.

Esensinya, memodifikasi kendaraan itu harus disesuaikan dengan fungsi dan definisinya. Caranya adalah dengan menambah fungsi dari kendaraan tersebut bukan dengan menguranginya. Estetika boleh menjadi perhatian utama dalam kegiatan modif. Akan tetapi, mengurangi fungsi kendaraan akan banyak memberikan konsekuensi perihal keselamatan.

Pernah suatu ketika kendaraan yang diam terparkir di pinggir jalan terbakar tiba-tiba. Spekulasi mengenai kejadian ini berkembang dari soal kabel yang digigit tikus, Powerbank yang masih menyala, hingga pemasangan bagian kelistrikannya.

Sebagaimana wawancara Harpit, The King of Brio 2017, bersama detikOto, ia menjelaskan bahwa terjadinya korsleting saat mobil sedang diam itu sangatlah mengganjal, apalagi jika mobil yang dimodif masih baru. “Mungkin pemasangan aksesoris tambahannya tidak proper ya, apalagi bila di bagian kelistrikan, itu rawan sekali,” seperti yang dikutip detikOto.

Kesimpulannya bahwa kebakaran yang terjadi semata-mata bukanlah karena perubahan yang telah dilakukan, tetapi juga dikarenakan modifikasi yang dilakukan tidak tepat, diantaranya pemasangan aksesoris tambahan yang tidak berkualitas.

Perlu diperhatikan bahwa suku cadang yang harus dipakai mustinya keluaran dari pabrikan yang sama. Tetapi dalam kegiatan modifikasi otomotif seringkali pemodif membutuhkan suku cadang pabrikan lain agar mendapatkan hasil yang diinginkan.

Untuk itu, Bosch Automotive Aftermarket hadir di Indonesia untuk mengakomodir keperluan dalam kegiatan modifikasi otomotif. Bosch suku cadang berkualitas mampu menunjang kendaraan dan menjamin kegiatan modifikasi para insan muda kreatif. Saat ini Bosch menyediakan produk andalannya demi menunjang kendaraan agar lebih aman dan nyaman digunakan, seperti Aki, Sistem Pengereman, Filter, Klakson, Lampu, Wiper, dan lain sebagainya. Suku cadang teknologi Jerman ini memang kompatibel dengan hampir seluruh kendaraan pabrikan Jepang yang ada di Indonesia. Itulah yang diakui oleh teman saya yang kini berkerja di Auto 2000 Jakarta.

Untuk lebih lengkapnya, kamu dapat mengakses produk suku cadang teknologi Jerman untuk kendaraan asia ini melalui : www.startwithbosch.com/id.

5 komentar:

EASY RESCHEDULE TRAVELOKA : JADI BISA, MAKIN MUDAH

Pengalaman pertama saya bertransaksi tiket pesawat adalah di akhir bulan Oktober 2014. Waktu itu, keluarga besar dari pihak ibu mendapatkan undangan pernikahan sepupu saya yang tinggal di Makassar. Ibu saya dan saudarinya berniat memenuhi undangan tersebut dan menitipkan sejumlah uang kepada saya guna membeli tiket penerbangan Jakarta-Makassar di tanggal 10 November.

Sejujurnya, kemarin itu saya bingung mau belanja tiket pesawat di mana. Yang ada dipikiran saya hanyalah Google. Yup, solusi praktis tatkala bingung melanda. Bertanyalah saya ke situs pencarian terbesar itu dengan kata kunci “agen perjalanan sekitar Tanjung Priok.” Lalu muncul sederet daftar hasil pencarian yang didominasi oleh Traveloka.

Traveloka itu apaan, sih ? Gumam saya dalam hati. 

Reflek, saya klik tombol mouse dan meluncurlah saya di situs perjalanan wisata tersebut. Mengertilah saya kalau beli tiket itu bisa di depan layar laptop. 

Langkah selanjutnya, saya pertaruhkan semua uang titipan ibu yang ada di kantong celana dengan membeli tiket via burung biru yang terbang mengarah ke kiri gambar tersebut.

Done! Sempat tante saya bertanya keamanan membeli tiket pesawat via daring. Untuk menjawab keresahannya, saya manfaatkan fitur chat Traveloka berbincang dengan customer care mereka. Semua terjawab dengan baik dan makin komplit saat sampai di Makassar dengan aman dan nyaman.
Senangnya bisa bertemu sepupu dari Makassar


Ini memang eranya internet menjadi medium utama individu dalam bertransaksi bisnis dan jual-beli di tengah-tengah masyarakat. Perkembangannya dimulai semenjak tahun 2008. Lompatan teknologi ini memberikan kemudahan konsumen untuk mengulas, membandingkan, hingga bertransaksi secara daring di rumah tanpa perlu ribet kemana-mana.

Itulah yang terjadi pada saya; itulah momen saya terpapar lebih lanjut bertransaksi melalui platform di internet. Beberapa kali saya membeli barang-barang kebutuhan buku dan pakaian via Internet of Things (IoI). Tapi tiket pesawat adalah hal baru. Semenjak tahun 2014 itu, persepsi saya berubah total bahwa membeli apapun saja bisa melalui internet sekarang.

Perkembangannya memang dahsyat. Key statistical indicator milik Hootsuite menujukkan bahwa semenjak Januari 2016 hingga sekarang telah terjadi peningkatan penggunaan internet sebesar 51 persen, atau setara jumlah 45 juta penduduk di seluruh Indonesia. Sedangkan dari total pengguna internet yang ada, tercatat bahwa kategori pembelian tiket pesawat menduduki peringkat ke-3 terbesar setelah fesyen dan telepon seluler. Hal ini memperlihatkan bisnis tourism yang memiliki potensi besar di masa depan.

Pertanyaannya sekarang, adakah pelayanan Traveloka makin meningkat?
Easy Reschedule membantu perubahan jadwal penerbangan sendiri, tanpa perlu repot menelepon ke maskapai tanpa perlu buang pulsa dan bisa memilih jadwal penerbangan yang baru suka-suka.

Balik lagi ke awal. Saat hendak pulang kembali ke Jakarta, kembali saya memesan tiket penerbangan Makassar-Jakarta melalui agen tiket online Traveloka. Namun, sepulang dari melakukan transfer pembayaran, tante saya bertanya sekiranya jadwal penerbangannya tersebut dapat dialihkan ke hari lain?

Kali tersebut saya hubungi pihak maskapai via telepon dan dijelaskan bahwa tidak dapat dilakukan hal itu apalagi permintaannya kurang dari 24 jam. Sebenarnya bisa saja, tapi harga penggantinya lebih besar dari membeli tiket baru. Mulai dari situ, saya selalu pastikan bahwa jadwal penerbangan saya harus jelas dan pasti atau mengalami kesulitan seperti tadi.

Hingga saatnya saya ikut kumpul dengan komunitas pemerhati budaya Indonesia di kisaran Cikini, tahun 2016. Kebetulan headquarter mereka akan ada sesi rekaman dengan media nasional sore esok dan menganjurkan ketua cabang Makassar yang hadir di situ untuk ikut proses taping. Mendengar hal itu, ketua cabang Makassar merasa tertarik sekaligus ingin berbincang lebih lanjut dengan para petinggi pusatnya di Jakarta. Tapi masalahnya, ia terlanjur memesan tiket ke Surabaya di waktu yang sama demi bertemu keluarga kakaknya. Bingunglah gadis dari Makassar itu.

"Kamu beli tiketnya di mana?" Tanya penasihat komunitas.

"Beli di Traveloka."

Salah satu dari petinggi komunitas tersebut menyarankan untuk melakukan re-schedule penerbangan kemudian. “Bukannya gak bisa ya, bang? Kalaupun bisa pasti ribet dan mahal,” tanya saya sok tahu. “Nggak, kok. Sekarang kan udah ada fitur Easy Reschedule.” Jelasnya.

Penasaranlah saya.

Tampaknya, Traveloka telah menambahkan konten ke dalam platform mereka untuk mempermudah pelanggan dalam bertransaksi. Dan, saya baru mengetahuinya sekarang. Buru-buru saya buka situs Traveloka untuk memastikan apa yang dimaksud dengan Easy Reschedule.

Menggunakan fitur Easy Reschedule Traveloka itu hanya dengan 3 langkah mudah. Sumber : Travel.Tribunnews.com
Fitur baru Traveloka yang bernama Easy Reschedule adalah fitur yang memungkinkan pelanggan mengubah rencana penerbangan tanpa perlu langsung menelpon pihak maskapai. Fiturnya juga dapat dimanfaatkan untuk mengubah jadwal penerbangan, menambahkan anggota lain dalam perjalanan, atau berganti maskapai lain.

Teknisnya cukup mudah. Petinggi komunitas itu menjelaskan dengan detail: buka website Traveloka dengan terlebih dahulu melakukan log in. Klik menu “Pesanan Saya”. Pilih e-tiket yang dituju dan masuk ke menu “Reschedule”. Gadis Makassar itu pun mengikutinya satu per satu hingga terbitlah tiket penerbangan baru ke Surabaya untuk 2 hari kemudian. Ketua komunitas budaya cabang Makassar itu pun jadi bisa mengikuti sesi pengambilan gambar oleh media nasional.

Besar biaya re-schedule penerbangan adalah Rp 15.000 per segmen penerbangan Jakarta-Surabaya. Karena ada selisih antara tiket pertama dengan yang terbaru, gadis itu membayar sisanya dengan melakukan transfer bank online. Semua selesai dalam hitungan menit, tanpa perlu mengeluarkan pulsa; tanpa berpindah dari tempat duduk. Amazing.

Kelihatannya malas betul, ya. Tapi kemudahan itu ada karena hadirnya teknologi digital. Alih-alih terkesan negatif, Traveloka menjadikan pelanggannya mampu mengurus keperluannya secara efektif dan efisien. Hal ini tentulah sebuah peningkatan kualitas pelayanan.

Saya makin penasaran, hal baru apa lagi yang akan hadir dari Traveloka dengan memanfaatkan terknologi terbaru di dunia bisnis tersebut? Saya pun tidak sabar menanti.

29 komentar:

MEMUKAU BELGIA MELALUI TARIAN RIANTO & NANI TOPENG LOSARI CIREBON

Nur Anani M Irmanatau yang lebih dikenal sebagai Nani Topeng Losari, adalah penari topeng generasi ketujuh. Dia adalah cucu Ibu Dewi Sawitri, maestro tari Topeng Losari.
Nani dikenal selalu menari dengan mata tertutup dan tidak pernah peduli dengan jumlah penonton Hal ini dikarenakan tarian topeng Losari memiliki filosofi yang begitu mendalam, di mana penari menarikan gerakannya sebagai bentuk doa kepada Tuhan, Bumi, dan tubuh, sehingga ia tak mempedulikan jumlah serta persepsi orang sekitar.
Tari Topeng Losari memiliki karakteristik yang berbeda dengan gaya tari topeng Cirebon lainnya, dari hal latar belakang, karakterisasi, koreografi, fashion, ekspresi wajah topeng, musik serta prosedur presentasi. 
Tari Topeng Losari memiliki tiga ciri khas diantaranya Galeyong, Naga Seser dan Gantung Sikil (menyerupai sikap Kathakali di India dan sikap Hanging Leg sangat mirip dengan kaki patung dewa Siwa sebagai Nataraja dari India), yang membutuhkan penari yang menunjukkan telapak kakinya ke samping
Di pagelaran Europalia Arts Festival Indonesia yang akan diadakan di Belgia, Nani Topeng Losari akan menari bersama Rianto, direktur artistik Dewandaru Dance Company di Tokyo, Jepang, pada tanggal 22 November 2017 besok, waktu setempat. 
Rianto belajar menari di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, dan secara intensif menggeluti tarian Lengger dari Banyumas sejak usia dini. Kini, ia tinggal di Tokyo demi mengembangkan praktik koreografi yang berbeda, meski tetap bertahan dari tradisi yang dia sayangi. Ia telah tampil bersama koreografer tersohor, termasuk Akiko Kitamura (Jepang), Sen Hea Ha (Korea), dan Chen Shi Zheng (China).
Rianto mempelajari tarian 'lengger' yang melampaui dari para empu tua di wilayah asalnya. Dikarenakan tradisi ini mendapat tekanan dari agama dan politik di Indonesia, dia berangkat ke Jepang pada tahun 2003 untuk tujuan berjuang melestarikan karya budaya yang begitu dicintainya. Pada prinsipnya, tarian Lengger adalah ruang di antara ruang yang diwakili oleh gerakan yang meliputi ruang antara pria dan wanita, antara kebiasaan kuno dan prinsip agama, dan antara kehidupan tradisional dan kontemporer.
Tarian Medium yang akan dibawakannya besok di Belgia adalah gerak perjalanan tubuhnya. Tarian ini adalah gerakan tanpa narasi. Menurut Rianto, konsep tarian ini adalah tarian "di antara": antara laki-laki dan perempuan, antara sadar dan tanpa sadar.
Europalia adalah festival budaya internasional yang pertama kali diselenggarakan di Brussels pada tahun 1969 serta telah diikuti oleh banyak negara di dunia. 
Indonesia merupakan negara Asia Tenggara pertama yang ditunjuk untuk menjadi negara tamu di Europalia Arts Festival. Dalam pagelaran yang berlangsung selama empat bulan mulai dari 10 Oktober 2017 hingga 21 Januari 2018, Indonesia menampilkan teater, tari, musik, sastra literasi, film, seni pertunjukkan, dan gastronomi. 
Bersama dengan delegasi Indonesia, Europalia menjadi wadah yang dipersembahkan oleh pemerintah dan rakyat Indonesia pada ajang yang menampilkan seni budaya tradisional dan kontemporer. Indonesia akan mengusung tema bertajuk 'Rampai Indonesia' pada pertunjukkan seni dan budaya negeri. 'Rampai Indonesia' akan menampilkan pameran maupun pertunjukan di beberapa kota di Belgia dan 6 (enam) negara Eropa lainnya yaitu Belanda, Inggris, Perancis, Jerman, Austria, Polandia.
Rianto dan Nani Topeng Losari akan menjadi salah satu perwakilan Indonesia dengan tampil dua kali di Liege yaitu pada tanggal 22 November 2017 dan 24 November 2017. Setelah itu mereka akan mengakhiri penampilannya di Halles de Schaerbeek, Brussels, Belgia pada tanggal 24 November 2017. 

16 komentar:

EXPERIENCE PERTAMA MENGEKSPLORASI ZENFONE 4 MAX PRO ZC554KL

ZenFone 4 Max Pro ZC554KL hadir di Indonesia semenjak Agustus 2017 lalu. Kelebihan dari gadget ini dari segi kekuatan baterai dan kameranya. Saya berkesempatan mencobanya.
Via Youtube

Asus sebagai perusahaan teknologi hardware asal Taiwan mengeluarkan tipe smartphone ZenFone baru, bernama ZenFone 4 Max Pro ZC554KL. Jelas sekali kalau target konsumen meraka adalah kalangan milenial dari strata menengah. Harganya dipatok Rp 2.999.000, dengan keunggulan baterainya yang kini di charge menjadi 5000 mAh, serta kamera belakangnya disisipkan dual camera. Interesting!

Saat dikeluarkan dari box saya menyaksikan sebuah benda berwarna hitam berukuran 154 x 76.9 x 8.9 mm; tampak elegan, premium, dan solid digenggam. Orang-orang di sekitar saya mengatakan handphone ini bisa on selama aktif digunakan hingga 2 hari. Kameranya pun tertanam tiga: satu di depan dengan kekuatan 16 megapixels, dan dua di belakang dengan masing-masing 16 megapixels dan 5 megapixels.

Saat dinyalakan sekitar 10 menit dengan kondisi kamera dihidupkan, bagian belakang casing ZenFone 4 Max Pro ZC554KL yang saya genggam sudah terasa hangat. Saya perhatikan angka metrik baterai masih pada 100 persen. Saya pun kembali mengeksplorasi pemandangan dan kegiatan di sekitar Taman Kodok, Jakarta.

Awalnya saya agak bingung dengan pilihan-pilihan di layar saat fitur kamera diaktifkan. Ada tiga pilihan fitur : normal, beauty, dan pro. Dalam persepsi saya, fitur beauty pasti untuk kegiatan selfie. Saya bukan tipikal seperti itu, jadi saya skip dan fokus pada panorama dan kegiatan yang penuh gerak.

Tanpa basa-basi, saya langsung hadapkan kamera belakang utama ke sumber cahaya. Sering sebagai blogger, kamera handphone saya bermasalah kala memotret di kondisi seperti ini. Namun, kemampuan adaptasi kamera utama ZenFone 4 Max Pro ZC554KL cukup baik. Kamera utamanya yang berkekuatan 16 megapixels itu saya akui lumayan bagus dalam pengambilan gambar outdoor yang dipenuhi cahaya.

Setelah puas mengambil beberapa angle normal, saya kemudian beralih ke kamera satunya lagi. Saya usap layar handphone lalu muncul di layar sebuah notifikasi "Ultra Wide-Angle". Karena penasaran, saya hadapkan lagi kamera ke sumber cahaya. 

Dilihat dari kemampuan menangkap cahaya, fitur kamera "wide-angle" dari ZenFone 4 Max Pro ZC554KL masih tetap bagus. Namun yang lebih menyenangkannya lagi, perspektif gambar di layar tampak lebih lebar dan luas. Hal ini cukup membantu saya sebagai blogger, karena tangkapan gambar yang luas akan memberikan cerita yang lebih banyak pastinya.

Kerapatan pixels gambar pada kamera "wide-angle" ZenFone 4 Max Pro ZC554KL sangat kecil dibandingkan kamera normal. Kekuatannya hanya 5 megapixels. But, who care! Terkadang nilai pixels tidak terlalu mempengaruhi hasil gambar. 

Saya kemudian pindah ke spot lain di sisi kiri Taman Kodok di komplek Taman Menteng, Jakarta. Di sana tumbuh bunga-bunga yang saya tidak kenal. Saya pun mendekatkan objek bunga dengan kamera. Sampai di sini saya tidak mengalami pengalaman yang excited, karena hasil dan kualitas gambar hampir sama dengan yang sebelumnya. Saya lanjut mencari bahan eksplorasi baru di spot lain.
Hasil Kamera Wide-Angle


Setelah sekitar dua jam ZenFone 4 Max Pro ZC554KL dan kameranya saya hidupkan, metrik baterai kini berubah ke angka 93 persen. 

Di seberang Taman Kodok banyak orang beraktivitas olahraga. Ada yang olahraga basket bersama-sama, ada juga yang bermain sepakbola. Saya langkahkan kaki memasuki Taman Menteng, Jakarta.
Kecepatan pengambilan gambar still ZenFone 4 Max Pro ZC554KL

Mulai di sini saya penasaran dengan fitur kamera pro milik ZenFone 4 Max Pro ZC554KL. Saya pernah sedikit belajar teknik fotografi yang disebut panning. Pada foto panning akan dihasilkan gambar dengan latar yang bergerak, namun objeknya tampak still.

Dikarenakan kondisi yang cerah, saya tidak ingin mengatur terlalu banyak fitur kameranya. Fokusnya saya buat auto, dan ISO-nya 100. Kamera pun saya arahkan ke objek terdekat ke pemain. Saat pemain akan hendak bergerak, saya usap shutter sekitar satu detik lamanya, dan melakukan gerakan kecil pada handphone mengikuti sang objek. Hasil pertama menunjukkan adanya kemungkinan panning image yang saya inginkan. Saya pun penasaran ingin melakukan beberapa eksperimen lagi.
Hasil pertama mengindikasikan kemungkinan Panning Image

Saya tidak peduli meski para pemain sedikit terganggu dengan aktivitas eksperimen ini. Saya terus-menerus mendekati para pemain untuk mendapatkan gambar yang saya inginkan. Namun, hasilnya memang tidak akan sebaik kamera pro DSLR. Gambar yang tertangkap adalah gambar bokeh alih-alih panning. Namun gambar bokehnya cukup bagus dan hidup. Saya malah senang. Aneh, bukan?
Hasil terbaik yang saya dapatkan dengan fitur kamera Pro ZenFone 4 Max Pro ZC554KL

Setelah cukup dengan eksperimen aktivitas olahraga, saya berkeliling komplek Taman Menteng yang luas menghabiskan waktu memotret, mengedit gambar, sholat di masjid Al Hakim,dan mengambil video, hingga tidak sadar sudah pukul lima sore lewat tiga puluh menit. Kembali saya memantau metrik baterai ZenFone 4 Max Pro ZC554KL. Angkanya kini pada level 77 persen.

Sebenarnya, saya pribadi tidak terlalu peduli dengan bahasa  'kecap' Marketing Mix suatu produk (kecuali pada bagian harga). Saya lebih percaya kepada experience, bagaimana pengalaman saya memberikan kesimpulan atas gadget yang digunakan; kontribusi apa yang saya bisa lakukan sebagai blogger bersama handphone ini. 

Pada kesimpulannya, ZenFone 4 Max Pro ZC554KL saya beri nilai 3,5 dari total 5 sempurna. Kemampuan kameranya memang jauh dari kata pro apalagi dibandingkan DSLR. Tapi "ultra wide-angle" miliknya men-drive rasa penasaran saya untuk mengeksplorasi banyak hal dan kejadian. Kecepatannya mengambil gambar juga lumayan bagus, begitupun kualitas still-nya. Terkadang saya memainkan fitur kamera pro untuk melihat sejauhmana teknik fotografi dapat terakomodasi di kamera smartphone ini, meski hasilnya hanya bokeh. But, it's quite good, tho. 

Berikut hasil rekaman video menggunakan ZenFone 4 Max Pro ZC554KL:

Untuk spesifikasi lebih lengkap, kalian dapat meng-klik tautan berikut :

40 komentar: