Navigation Menu

RENCANA ELIMINASI HEPATITIS B HINGGA TAHUN 2030

Penyakit Hepatitis disebut juga sebagai silent killer.
Sumber: immunizationinfo.com

Bagaimana tidak; di sebelah saya duduk seorang ibu yang memiliki keponakan laki-laki. Keponakannya itu merupakan anak yang aktif. Kesehariannya adalah bermain bola sepulang sekolah.

Hingga di usianya yang hampir beranjak remaja, anak tersebut kolaps; jatuh tiba-tiba tak sadarkan diri. Meski sudah dibawa ke rumah sakit terdekat, keponakannya tersebut menghembuskan nafas terakhir dalam waktu kurang dari 10 jam penanganan.

Mengerikan.

Kisah tersebut disampaikan pada forum penyuluhan " Deteksi Dini Hepatitis: Selamatkan Generasi Penerus" yang diadakan di Ruang Naranta, Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat,Gedung Dr. Adhyatma, Kementerian Kesehatan R.I (27/7).


Penuturan ibu di sebelah saya itu bahwa keponakan lelaki-nya mengidap kanker hati. Padahal sebelumnya, anak tersebut tidak memiliki gejala sakit apapun.

Dr. Windra Waworuntu, M.Kes membenarkan diagnosa dokter yang menanganinya. Beliau menjabat sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung di lingkungan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes R.I.

Menurut beliau, kanker hati yang diderita keponakan sang ibu tersebut berawal dari virus Hepatitis B yang dibawa dari orang tua kandungnya. 

Pada dasarnya, tidak ada obat yang mampu memusnahkan virus Hepatitis B ini. Kalaupun ada, hanya mampu meredakannya hingga tidak lagi terlihat di aliran darah sang penderita. Karena,virus Hepatitis B masih tersimpan di inti sel darah mereka.

Artinya bahwa, Hepatitis B mampu merusak hingga ke inti sel tubuh manusia; yang mana tidak ada obat yang bisa menjangkau inti sel tersebut.
Sumber: Hepatitisaustralia.com

Cara penularan penyakit Hepatitis bisa melalui kotoran, mulut, hingga kontak cairan tubuh. Khusus Hepatitis B, penyakit ini menular hanya melalui cairan tubuh.

Penularan Hepatitis B melalui kontak cairan tubuh dapat melalui beberapa metode, diantaranya: pembawaan dari ibu ke anak, transfusi darah, penggunaan jarum yang tidak aman, dan lain sebagainya.

Gaya hidup tidak sehat serta tak bertanggung jawab pun bisa menjadi media masuknya virus pembunuh berdarah dingin tersebut. Di antaranya: melakukan hubungan seks yang tidak sehat, serta mengkonsumsi minuman-minuman beralkohol.

Syahdan, satu dari 10 penduduk Indonesia menghidap penyakit Hepatitis B. Sebagian besarnya tidak menyadari sampai saatnya kemunculan berupa komplikasi atau kejadian teman duduk di sebelah saya itu.

Kenapa Indonesia sedemikian rawan? Hal itu dikarenakan Indonesia merupakan negara endemis tertinggi Hepatitis.Oleh karenanya, Indonesia menjadi pemrakarsa Resolusi WHA ke 63 pada tahun 2010.

Resolusi tersebut menghadirkan komitmen negara-negara di seluruh dunia untuk melakukan penanggulangan Hepatitis secara komprehensif melalui pencegahan dan pengobatan, serta menjadikan tanggal lahir penemu virus Hepatitis B, Baruch Samuel Bloomberg, sebagai tanggal peringatan Hari Hepatitis Dunia, yang jatuh setiap tanggal 28 Juli.

Tujuan peringatan Hari Hepatitis Sedunia adalah sebuah langkah untuk meningkatkan perhatian, kepedulian, dan pengetahuan berbagai pihak tentang besarnya masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh virus Hepatitis ini.

Virus Hepatitis ini lebih mengerikan dari HIV. Jika tidak terdeteksi, Hepatitis akan membawa penderitanya kepada kematian akibat kanker dan gagal fungsi hati.

Tema peringatan Hari Hepatitis Dunia pada tahun 2018 kali ini "Deteksi Dini Hepatitis : Selamatkan Generasi Penerus Bangsa". Pengetahuan dan kesadaran yang tinggi tentang bahaya Hepatitis dapat menyelamatkan jutaan rakyat Indonesia. Kita bisa mendukung dan mengurangi beban individu, keluarga, masyarakat, dan pemerintah akan kerugian yang kita terima akibat terpapar virus ini.

Melalui data yang dikumpulkan Kementerian Kesehatan R.I didapatkan kesimpulan bahwa penularan virus Hepatitis lebih banyak terjadi secara vertikal. Di mana 95 persennya terjadi melalui bawaan ibu pengidap virus Hepatitis B ke bayi yang dikandung atau yang dilahirkannya.

Karenanya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjadikan program Deteksi Dini Hepatitis B (DDHB) pada ibu hamil sebagai prioritas.

Pada tahun 2014 Indonesia telah melakukan pilot project DDHB pada ibu hamil di Provinsi DKI Jakarta. Pada tahun 2015 DDHB dilaksanakan pada beberapa provinsi pengembangan. Sedangkan di tahun 2016 DDHB sudah dilaksanakan secara nasional.

Kegiatan DDHB meliputi pemeriksaan ibu hamil untuk mengetahui status Hepatitis B. Apabila hasil pemeriksaan menyatakan terjadinya reaksi maka dilakukan pemantauan hingga bersalin.

Anak yang lahir dari ibu hamil dengan status Hepatitis B reaktif akan diberikan HB0 (dosis lahir) dan HBIG dalam waktu kurang dari 24 jam.

Strategi pencegahan infeksi vertikal Hepatitis ini juga dapat diterapkan bagi ibu hamil berstatus normal. Karena pada dasarnya, imunisasi ini bertujuan melahirkan antibodi anak-anak dari serangan virus Hepatitis B.

Saran dan petunjuk dokter sangat penting diperhatikan.

Setiap tahun diperkirakan terdapat 120ribu bayi akan menderita Hepatitis B. Sedangkan 95 persennya berpotensi mengalami Hepatitis kronis (Sirosis atau Kanker Hati).

Jika kita abai, maka kesulitannya akan kembali kepada diri kita sendiri sebagai warga negara Indonesia.

Yuk, deteksi virus Hepatitis semenjak dini. Agar kita menjadi bagian dari penyelamatan generasi bangsa di kemudian hari. 

2 komentar:

5 Hari Saja, Jennifer Gray MBE Bersama Pelatih Renang Akuatik Indonesia

Siang itu, langit sangat cerah; komplek Gelora Bung Karno begitu sibuk mempercantik dirinya. Suara raungan mesin dan dentuman logam terdengar di sana-sini. Begitu saya melewati ruas aspal di seberang Jakarta Convention Center, pihak keamanan proyek menegur saya agar tak berjalan terlalu dekat dengan gedung proyek.
Jennifer Gray MBE berpose bersama ke-21 pelatih Renang Artistik Indonesia

"Khawatir kena runtuhan," katanya. Saya pun berjalan agak ke tengah.

Pedestrian GBK Senayan kini terlihat rapih. Kawasannya terlihat lenggang bersama naungan halte berdesain modern.

Saya sedikit berjalan ke arah timur dan menemukan gedung arena Akuatik yang begitu asri.

Saya memasuki halaman stadion bersama celoteh riang burung Jalak. Beberapa ekor daripadanya menjejak di rerumputan. Meski saya dekati, mereka hanya melompat-lompat menjauh, tanpa terbang ketakutan.

Memasuki lobbi, duduk berhadap-hadapan seorang bule dengan sejumlah orang. Berlogat khas Inggris asli, wanita itu memberikan wejangan. Sekelompok orang yang menjadi lawan bicaranya pun mendengarkan secara seksama.
Prosesi coaching coach

Saya datang ke stadion Akuatik GBK dengan tujuan meliput bersama VIVA.co.id, newstainment nomor satu di Indonesia. Selang beberapa saat kemudian, saya pun mengetahui nama perempuan asing itu adalah Jennifer Gray MBE.

Gelar sebagai Member of the Most Excellent Order of the British Empire didapatkannya dari Ratu Inggris. Dedikasi Jennifer selama lima dekade di bidang olahraga renang artistik dianugerahi pihak kerajaan kala perayaan ulang tahun sang ratu yang ke-90.

Pengalamannya sebagai atlit renang artistik dimulai dari tahun 1973. Kini, Jennifer Gray MBE fokus mengembangkan dan melatih cabang olahraga tersebut ke seluruh dunia.

Begitu juga di Gelora Bung Karno Akuatik Center ini; ia sebagai perwakilan federasi renang dunia, FINA, menjadi bagian utama kegiatan bertajuk "FINA Artistic Swimming for Coaches - Jakarta".

Pelatihan ini diikuti oleh 26 peserta yang terdiri dari pelatih, wasit, dan juri, mantan atlit hingga insan pecinta olahraga renang indah. Kepala Bidang Humas PB PRSI (Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia) percaya bahwa coaching clinic yang berlangsung dari 14-18 Juli ini akan meningkatkan kualitas dan kuantitas pelatih renang artistik di berbagai propinsi.

"Mendatangkan Jeniffer Gray sesuatu yang sulit, karena kesibukan sebagai instruktur dan wasit internasional. Kita ingin kedatangannya memberi ilmu kepada seluruh pelatih agar bisa diterapkan di daerahnya masing-masing," tutur Zoraya Perucha.
Jennifer Gray MBE memperhatikan dari jauh para pelatih memberikan arahan kepada binaan mereka

Mantan atlit renang Indonesia itu membeberkan betapa ketatnya kegiatan coaching clinic ini. Lima hari bersama Jennifer Gray dimanfaatkannya baik-baik demi peserta.

Pagi hari, setiap peserta akan mendapatkan teori mengenai renang indah di kelas yang telah dipersiapkan. Begitu memasuki sore, segala yang telah disampaikannya langsung di praktekkan.

Saya menyaksikan sendiri bagaimana telatennya Jennifer Gray memberikan arahan kepada para pelatih lokal Indonesia. Sesaat ia mengumpulkan mereka; sesaat kemudian ia mengawasi mereka dari kejauhan.

Stadion Akuatik yang berkonsep semi-outdoor itu tak mengurangi niatnya melatih. Gema suaranya dibuat sedemikian bertenaga agar dapat didengar oleh pelatih dan anak binaannya. Terkadang ia menggunakan alat peraga, terkadang juga melentingkan tangannya dengan indah agar dimengerti lawan bicara.

Dasar gerakan dari renang artistik adalah senam dan tarian balet. Namun sangat memungkinkan adanya penambahan unsur-unsur lain yang mengusung local content di dalamnya. Perempuan dari Marlow Bottom, Inggris, itu secara penuh mendukung upaya Indonesia mengembangkan olahraga air ini.
Jennifer Gray berbincang dengan calon atlit renang artistik

"Indonesia punya potensi untuk perkembangan renang artistik, karena olahraga ini tidak membutuhkan postur tubuh yang tinggi. Dengan dukungan program latihan yang konsisten akan memberikan hasil yang maksimal," terangnya.

Menurut Jennifer, Indonesia juga memiliki kekayaan budaya yang beragam, dari segi tarian hingga musiknya. Hal itu dapat menjadi kekuatan bagi tim renang artistik apabila dapat dimanfaatkan dengan sebesar-besarnya. Terutama sekali, demi mendukung bersama raihan medali Asian Games Jakarta-Palembang nanti.

Tanggal 18 Juli kemarin menjadi hari terakhir Jennifer Gray bertatapan langsung dengan ke-21 pelatih renang indah dari berbagai daerah di Indonesia. Keesokannya ia akan menikmati wisata bersama sang suami ke Yogyakarta.

Jennifer antusias akan atlit renang artistik Indonesia yang akan berlaga di Asian Games. Namun pembinaan atlit di masa yang akan datang lebih ia pikirkan. Karena menurutnya, Indonesia punya kans memiliki tim terbaik di cabang olahraga ini bersama Cina dan Jepang.

"Setelah Asian Games 2018 ini akan ada atlit-atlit (renang artistik) baru," ia memprediksi.

Pesan terakhirnya adalah agar para pelatih mulai mempersiapkan program yang terbaik untuk mereka. "And have fun to start (coaching)".

2 komentar:

WISATA TAMAN HUTAN DALAM EUFORIA FINAL PIALA DUNIA

Mario Mandzukic yang malang. Salah satu tim nasional Kroasia itu tak sengaja menyundul bola hingga masuk ke gawang sendiri. Di menit ke-18 Final Piala Dunia Russia, Perancis unggul 1-0 berkat gol bunuh diri.

Madzukic kembali membuat ulah. Pemain Kroasia bernomor 17 itu memanfaatkan blunder yang dilakukan Hugo Lloris. Berkat semangat tak pantang menyerahnya, Mario Mandzukic memperkecil kekalahan Kroasia menjadi 4-2.
Dokpri

Swiss-Belresidences Hotel Kalibata Jakarta pun bergemuruh beberapa kali karenanya.

Drama final Piala Dunia Russia 2018 tersebut kami saksikan melalui big screen yang digelar Swiss-Belresidences Hotel Kalibata. Bertempat di Jade Lounge yang dekat dengan area Treepit-nya, para pengunjung secara ekslusif menikmati sajian program nonton bareng Grand Final World Cup Russia.

Treepit adalah sebuah area Woodland Park Residences yang difungsikan sebagai penyerap air. Rerimbun pohon tinggi menjulang; tumbuh dengan suburnya. 

Suasana outdoor itulah, yang membuat semua pengunjung merasakan kenyamanan alam karena semilir anginnya. Eksotisme Treepit makin menjadi-jadi bersama lampu warna-warni dan lampion yang sengaja terpasang di sana.

Nama lain dari Treepit ini adalah Taman Hutan.

Pada pertandingan puncak perhelatan akbar sepakbola dunia itu, Swiss-Belresidences Kalibata Jakarta menggelar event Nonton Pesta Bola.

Bertema #FromKalibataToRussia, Swiss-Belresidences Kalibata menyuguhkan All-You-Can-Eat Buffet, Live Band, Quiz, Games, dan pembagian souvenirPhoto Booth tersedia di lobil depan hotel. Latarnya dipenuhi pernak-pernik Piala Dunia.


Para pendukung Kroasia dibuat panas-dingin akibat ulah tim favorit sendiri. Kesalahan demi kesalahan pemain Kroasia dimanfaatkan oleh Tim Ayam Jago hingga menjadi kemenangan; tak luput kesalahan Mario Mandzukic.

Para hadirin yang berada di Jalan Raya Kalibata no.22 tertegun di awal; lalu berjingkarakan di menit ke-69. Meski tim yang didukungnya kalah, pendukung Kroasia serasa mendapat amunisi melampiaskan kekesalannya dengan mengejek Lloris.

Berkat aksinya, Mandzukic masuk dalam tinta sejarah. Ia ditasbihkan sebagai pemain kedua dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak gol bagi timnya, dan 'gol bunuh diri' sekaligus dalam satu pertandingan.

Di musim pesta bola sejagat kali ini dipenuhi dengan kejutan. Ada begitu banyak cerita, prediksi, ramalan yang meleset, serta kekecewaan di dalamnya.

Seperti contoh, kekalahan tim-tim besar di babak awal seperti Jerman dan Argentina. Di babak 16 besar pun tak luput kesedihan. Portugal, yang dijagokan sebagian besar penonton Indonesia, dipaksa angkat koper oleh Uruguay.

Banyak pendapat menyatakan bahwa eranya Messi-Ronaldo-Neymar telah berakhir dengan hadirnya Mbappe, pemuda 19 tahun, yang membawa timnya sebagai juara.

Sepanjang lika-liku pertandingan Piala Dunia kali ini, Swiss-Belresidences Kalibata Jakarta setia menyediakan tempat bagi para penggemar sepakbola.

Sepanjang 14 Juni hingga 15 Juli 2018 pihak manajemen menyambut terbuka publik yang penasaran akan permainan tim favorit mereka.

Selama sebulan penuh, perkembangan adu kebolehan World Cup Russia 2018 ditampilkan di akun media sosial Hotel, termasuk IG @PialaDuniaNobar dan @SwissBelresidencesKalibataJkt.
Untuk menambah greget, Swiss-Belresidences Kalibata Jakarta mengadakan Instagram Photo Contest.

Para pengunjung yang sempat nonton bareng gratis di Hotel dipersilahkan mengambil gambar diri di sudut-sudut yang pas untuk diabadikan. Lalu, memasangnya di akun IG masing-masing untuk memperebutkan hadiah tiket gratis nonton bareng Grand Final senilai Rp 500.000,-.
Pemenang IG Photo Contest

Acara ini juga mendapatkan dukungan dari beberapa perusahaan besar, seperti PT. LMK, PT. PBS, Tiket.com, Toza Juice, Woodland Park Residences, dan Rio Photos.
Selain itu juga, Acara nonton bareng Final Piala Dunia kemarin dihadiri pula oleh beberapa media partner dan sahabat blogger yang ikut berbaur dan meliput kegiatan.

Setiap awal, akan selalu menuju akhir. Begitu pula malam Grand Final Pesta Bola tahun ini.

Kemenangan Perancis atas Kroasia menjadi pesan kuat bahwa kehadiran pemain-pemain muda menjadi faktor utama kemenangan tim. Ini menjadi catatan penting ke depannya.
Dokpri

Meski sebagian penonton kecewa akibat kekalahan jagoannya, tetap saja, malam itu di area Treepit adalah malam yang tak terlupakan.

Selamat kepada Juara FIFA World Cup 2018, Perancis. Semoga semangat Pesta Bola ini dapat menular ke musim olahraga berikutnya: Asian Games 2018. Dan, euforia-nya dapat menyuntik semangat atlit-atlit muda Indonesia mengharumkan nama bangsa, sehingga ikut andil mengukir sejarah dunia.

0 komentar:

IKUT MEMBENAHI IKLIM KOMPETISI SEPAKBOLA, ALASAN ALLIANZ JUNIOR FOOTBALL CAMP EDISI KE-7 DIADAKAN


“Yang paling penting adalah kepribadian. Dan, faktor yang paling utama dari pemain sepakbola, seperti yang dikatakan Peter (van Zyl), adalah Disiplin.” Tutur Jacksen Ferreira Thiago.
Jacksen F. Thiago adalah mantan pemain klub sepakbola Persebaya. Ia berasal dari Brazil dan telah lama tinggal di Indonesia. Karirnya cemerlang. Hingga kini dipercaya memgasuh di PS Barito Putera.
Pria yang fasih berbahasa Indonesia itu memiliki banyak catatan untuk persepakbolaan Indonesia. Namun berhubung ia diundang kegiatan talk show Allianz Junior Football Camp 2018 (1/7), fokus pembicaraan pun tak jauh dari pembekalan bagi calon atlet muda sepakbola dalam negeri.

Allianz Junior Football Camp, sebuah program yang diinisiasi Allianz Indonesia, hadir sebagai wujud komitmen mereka dalam mendukung perkembangan dan pengembangan diri remaja Indonesia.
Para remaja yang mengikuti seleksi program AJFC akan mendapatkan pengalaman istimewa-berharga bersama tim pelatih FC Bayern Munchen. Bersama mereka, para remaja itu mendapatkan arahan teknis bermain sepakbola bertaraf internasional, serta pelatihan fisik. Namun, kesempatan tersebut berlaku bagi mereka yang memiliki minat dan bakat memainkan si kulit bundar.
“Allianz Junior Football Camp mendukung para remaja mewujudkan impian mereka berlatih sepakbola secara profesional dan bertemu dengan teman sebaya yang memiliki mimpi sama dari berbagai belahan negara lain,” sambut Peter van Zyl, Presiden Direktur Allianz Utama Indonesia.
Kegiatan seleksi ini kebetulan bersamaan dengan adanya event akbar Piala Dunia 2018. Mencetak generasi muda sepakbola dalam negeri diperlukan sehingga menghasilkan pemain-pemain profesional yang berkarakter. Salah satu diantaranya adalah disiplin diri.
Di sela-sela sambutannya, Peter kembali menambahkan, “AJFC juga menanamkan nilai-nilai sportivitas dan kompetisi yang sehat kepada para remaja sejak dini.”
Apa yang diharapkan dari AJFC ini menjadi semacam pembekalan kelak bagi para remaja untuk menghadapi persaingan dunia sepakbola profesional ke depannya; kembali memahami makna fair play dan menjunjung tinggi sportivitas.
AJFC Dari Tahun ke Tahun
Allianz Junior Football Camp memang tidak sebesar dan seterkenal pertandingan Piala Dunia atau kompetisi AFC. Akan tetapi, dampaknya langsung akan terasa ketika bibit-bibitnya ikut berlaga membawa nama bangsa kelak saat dewasa
AJFC memulai kiprahnya pada tahun 2012. Target peserta program ini adalah remaja yang memiliki rentang usia 14 hingga 16 tahun.
Selama berjalannya program AJFC dari tahun ke tahun, jumlah peminatnya menunjukkan antusias yang cukup besar.
15.356 total remaja turut serta program seleksi. Jumlah tersebut di dapat dalam rentang 6 tahun AJFC diadakan. Atau dengan kata lain, tiap tahunnya menerima sekitar 2.559 remaja.
Program seleksi yang diselenggarakan pada tahun 2018 ini diawali dengan dilakukannya audisi pada tanggal 8 Mei hinggal 9 Juni kemarin. Pembukaan calon peserta dilakukan secara online dengan mengisi formulir. Pihak manajemen AJFC akan menyaring remaja yang memenuhi kualifikasi yang sudah ditentukan. Selanjutnya, mereka yang lolos akan mengikuti tes awal yang digelar di dua kota; Jakarta dan Medan.
Selama periode pembukaan tersebut telah terkumpul data sebanyak 2.336 remaja yang akan kembali diseleksi dari segi fisik dan kemampuan dasar menggiring bola. Hingga kemudian, terpilih 405 remaja untuk mengikuti rangkaian pelatihan yang akan menunjang fisik dan kemampuan dasar sepakbola mereka di kota-kota yang sudah ditentukan.
Pada rangkaian akhir program, ke-405 remaja tersebut kembali diseleksi untuk diberangkatkan ke Asia Camp di Bangkok, Thailand, pada tanggal 16-19 Juli 2018, serta sebagian lainnya akan di berangkatkan ke Munich Camp, Jerman, pada tanggal 27-31 Agustus 2018. Total remaja yang lolos sebanyak 9 orang.
Perbedaan Allianz Junior Football Camp tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah, pemilihan ke-9 remaja tersebut terbuka untuk publik. Artinya, remaja yang telah lulus seleksi adalah benar-benar yang terbaik dari segi kuantitas dan kualitas, sehingga publik tidak akan menyesal atas pilihannya nanti.
Hal inilah yang menjadi AJFC tahun ini berbeda, di mana sebelum-sebelumnya, para remaja diseleksi secara tertutup, dan akan mulai diramaikan oleh keputusan publik pada tahun ini. Kontribusi publik atas tahap seleksi akhir akan dilakukan secara voting via online di situs www.ajfc.allianz.co.id.
Seleksi publik dibuka mulai dari tanggal 2 Juli kemarin.
Pahlawan Sepakbola
Jacksen F. Thiago kembali menyoroti kualitas olahraga Sepakbola Indonesia. Pria berumur 50 tahun itu pun memberikan saran bahwa, “dasar utama kompetisi sepakbola dimulai dari kapabilitas pelatihnya.”
Benar, bahwa pelatih yang mumpuni menjadi salah satu kontribusi besar bagi pengembangan kualitas pesepakbolaan dalam negeri. Lembaga terkait di Indonesia sudah melakukan pembenahan dan pembekalan bagi para pelatih sepakbola-nya. Oleh karena itu, Allianz yang memang peduli terhadap bidang olahraga tersebut kembali membuka program “Pahlawan Sepakbola”.
Program tersebut untuk memberikan apresiasi bagi figur-figur yang mendukung perkembangan sepakbola, khususnya di kalangan remaja. Mereka adalah figur yang paling berjasa, namun kurang diperhatikan kiprahnya.
Melalui program yang telah dimulai pada tahun 2017 ini, AJFC telah mencakup lebih luas aspek kompetisi sepakbola dalam negeri. Sehingga akan tercipta ekosistem yang mendukung kompetisi makin profesional dan jauh dari kekerasan di dalam maupun di luar lapangan.
Selain para remaja yang memiliki minat dan bakar di bidang sepakbola, sosok “Pahlawan Sepakbola” juga menjadi fokus Allianz dengan memberikan kesempatan dan apresiasi berupa lisensi pelatih profesional. Sosok inilah yang diharapkan menjadi pendukung utama lahirnya bintang-bintang lapangan,” demikian penjelasan Karin Zulkarnaen, Head of Market Management Allianz Indonesia.
Ke depannya, AJFC akan mengeksplorasi aspek-aspek lain yang tak kalah pentingnya untuk menjaga kelangsungan iklim sepakbola, seperti : sekolah sepakbola, supporter, dan lain sebagainya.

1 komentar: